Sebuah Tragedi, Serial White Rose (2)


Hai hai.. kembali lagi denganku.. D5.. yeah… tapi maaf kakak… aku harus naik kelas.. masa di TK melulu… bosen kak… hehe…

Aku D5 sudah beranjak menuju bangku SD. Di sekolah aku terbilang anak yang pandai n pintar, kata orang tuaku aku rengking lo… hore… padahal aku lupa apakah rengking or ga.. hihi.. ikuti kata ortuku aja lah… di sekolah aku banyak sekali teman yang mendukungku untuk terus ceria. Walau ya kak.. aku bertanya tanya… teman yang baik itu seperti apa…? tapi sudahlah… yang penting aku memiliki teman dan disukai oleh banyak orang.

Orang tuaku cukup sibuk dalam perkerjaannya jadinya aku bersama pengasuh, tiap pulang rumah yang kulihat pengasuhku. Hmmmm cukup buatku sedih karena di rumah g ada yang bisa diajak main kecuali pengasuhku.. tapi is ok lah.. orang tuaku masih sempatkan bermain denganku sepulang sekolah dan terutama saat hari sabtu dan minggu… yang penting aku masih bis bermain bersama mereka.

Tapi kak.. sesuatu terjadi… saat aku bermain sendiri dan berusaha mencari teman, aku mengalami kecelakaan, aku tu main dekat mesjid yang lagi di renov kak.. nah depan mesjid ada turunan curam ya cukup tinggi dibawah ada bebatuan bangunan yang ga beraturan warna abu abu n aga mengkilap lah kak… batu bangunan lah.. nah.. saat aku bermain kak.. aku ga sengaja terpeleset dan terjatuh disana, menurut yang ku tau ya kak dari orang orang sekitar… lukaku cukup parah dan harus dilarikan ke rumah sakit dan aku menjalankan operasi bagian otak krn ada luka cukup serius disana saat kecelakaan.. Puji Tuhan kak.. aku selamat dari msa kritis, walo aku merasa bersalah membuat orang tuaku sedih… tapi aku baik baik saja setelahnya…

Kak.. aku berpikir.. aku dah buat orang tuaku sedih… apa aku anak durhaka ya kak? Abisnya ibuku khususnya sedih liat aku terluka… tapi ga apa kak… aku kan D5 yang selalu tersenyum apapun yang terjadi, ayahku mengajarkanku.. senyuman itu indah dan bisa menular… intinya itu… jdi apapun aku harus bisa tersenyum walo sakit, ku pikir demikian…

Kisahku saat SD berlanjut ke kelas 5 SD kak.. dimana aku dan keluargaku harus pindah rumah karena ayahku dinesnya pindah juga ke provinsi yang berbeda, ga masalah buatku yang penting tetap bersama orang tuaku dan pengasuhku.

Eh aku lupa kak… kelas 4 SD aku udah punya adek lo…. adeku cakep… penuh semangat juga dn saat itu memegang telunjukku dengan erat… wah senengnya punya adik jadi bisa diajak bermain deh…

Ok kak lanjut… kelas 5 SD aku mengalami hal yang aneh kak… setiap makan atau minum aku muntah terus seakan ini perut ga mau nerima apapun. Dan aku biasanya pergi ke sekolah berjalan kaki, lebih asik buatku karena bisa melihat segala kehidupan. Tapi setelah muntah muntah itu… aku pamit sama orang tuaku… dan tiba tiba di depan rumah aku merasa hilang dan pendangan gelap. Entah kak.. aku merasa aneh saat itu. Saat aku terbangun aku berada di rumah sakit disana aku kedua orang tuaku.

Kak.. saat itu aku merasa seperti anak yang durhaka.. membuat ibuku menangis lagi… ibuku mengatakan ga apa apa ayahku juga tapi mereka menangis. Saat itu aku tidak ngerti apa yang terjadi. Orang tuaku dan dokter pergi ke suatu tempat. Aku mencoba mengikuti dengan diam diam walo aga sulit jalan.. terdengar suara dokter dan orang tuaku sedang menangis… aku mendengar semua perkataan dokter tentang penyakitku.. “EPILEPSI” aku saat itu emang tidak mengerti itu penyakit apa.. tapi saat mendengar orang tuaku menangis dan semakin kencang, aku merasa sakitku bukan sesuatu yang main main dan mungkin berbahaya buatku sendiri.

Kak… saat itu aku bertekad dalam diriku… aku ga mau buat orang tuaku sedih dengan sakitku ini, entah apapun yang ku rasakan aku harus tersenyum seperti perkataan ayahku.
Rasa sakitku aku harus hilangkan… jangan membebani orang tuaku walau awalnya sulit untukku menyembunyikan rasa sakit yang aku alami…..

Ok kak… segini aja dulu ya… nanti kita lanjut.. yah… saksikan aja kelanjutannya… ok kak…. makasih….. dan Tuhan memberkati…..

Bandung, Desember 2019

D5

&&&&&

Silahkan menulis apa saja, boleh dengan nama samaran, dan nama orang-orang juga boleh disamarkan. Dasar Teorinya  : 7 Teknik Mengolah (Shadow) Sisi Gelap Diri untuk Penyembuhan Luka Batin Masa Lalu

Penulis: retmono

.....Psikolog yang menyenangi Drama/Teater, Psikodrama ...demi kehidupan yang lebih baik,.....mari belajar, dan saling berbagi.....

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.