Anak Setan..!! Serial White Rose (5)


Hai semuanya… gimana kabarnya nee… hmmm… kisahku di jaman SMA segitu aja dulu mungkin nanti akan flasbak tuk di episodde selanjutnya… tapi tuk kali ini kita lanjut ke masa sebelum kuliah ke dua tetapi sudah lulus ya… ok mari kita lanjutkan….

Setelah lulus SMA itu adalah perpisahan yang cukup menyakitkan, karena harus berpisah dengan kedua temanku itu. Tapi… ga apalah… kan masih bisa dapat teman baru dan pastinya seru… tapi sayangnya aku tidak lulus SPMB jadi ga bisa masuk perguruan tinggi, tapi aku mencoba untuk ke kuliah pariwisata swasta.

Lumayan ketat untuk testnya, ada test ini itu banyak lah… aku ampe cape menunggunya. Tapi aku diterima, senangnya… walo bukan dengan kekuatan sendiri, itu yang aku kurang suka, ada yang meloloskanku lewat jalur belakang… i dont like it… tapi ya gimana… aku g bisa nolak… udah dibayar… nolakpun tu duit ga akan kembali…. ok lah lanjut….

Di kuliah itu awalnya semua baik baik aja aku punya beberapa teman yang cukup baik, akan tetapi aku harus mengalami keinginan aku untuk mendapatkan penghiburan… dan disini aku mendapatkannya. Pembulian di kuliah ini begitu kental, dan yang paling aku senangin.. aku mendapatkan fitnah yang luar biasa hingga akau sering mendapatkan penghiburan, sakit sih sakit mendapatkan penghiburan itu… tapi aku menikmatinya. Aku memilih untuk diam saja, biarkan aku difitnah telah memperkosa kakak kelas, yang dimana aku dijebak oleh mereka hanya untuk menjadikanku boneka mereka. Yah…. aku dah biasa dengan penghiburan yang aku dapatkan… jadi ga merasa kaget.. walo aku tau itu sangat menyakitkan.

Dijadikan boneka dalam sex ataupun pembantu itu menyakitkan buatku, tapi apa yang mw aku lakukan? Percaya… g ada yang bisa aku lakukan… seperti biasa aku memilih tuk tersenyum buat keluargaku, walo itu sulit… hidupku seperti naik turun gunung, naik cape turun cape, serba salah tapi aku menikmatinya. Aku sering alami kejang di kuliah, ya dapat bantuan juga dari yg memperhatikan. Bahkan aku mw mencoba melakukan percobaan bunuh diri, tapi kali ini aku diselamatkan oleh beberapa temanku. Karena aku ga sanggup lagi berada di kuliah itu…. aku memilih untuk berhenti dengan alasan sakitku kepada orang tuaku. Aku ga mau orang tuaku tau aku sering disiksa… aku ga mau buat ibuku sedih karena itu.

Setelah aku keluar dari kuliah itu… aku memilih ingin refresing dengan menghampiri ayahku yang sudah lama ga pulang karena dines di pulau yang cukup jauh. Aku berharap bisa refresing di sana, akan tetapi aku harus menjadi detektif untuk ibuku, gerah rasanya aku harus mengikuti perkataan ibuku, tapi ya gimana lagi…. ya sudah aku lakukan aja…

Sesampai disana aku berharap komunikasi aku dengan ayahku akan lancar seperti dulu, akan tetapi yang kudapat sebaliknya. Aku hanya diberikan sejumlah uang, lalu ayahku pergi kerja… pulang langsung tidur besoknya gitu juga… intinya jarang komunikasinya… ayahku fokus kerja trus… hingga aku memilih untuk tinggal di sodara sepupu, kalo dibandingkan secara fasilitas…. sangat jauh… di tempat ayahku segalanya ada… ac, komputer, air gampang, makan enak, tempat tidur nyaman dan lain lain (walo aku ga gitu suka ac hihihi) sedangkan di sodara sepupu… air aja kita harus jalan sepanjang ya g jauh2 sih 150 meter lah untuk mendapatkan air, lom lagi tuk nonton tv aja mesti berbagi antena dengan tetangga, jadi bolak baik deh benerin antena, n makan juga paling mewah ja nasi sama pare isi ikan, terkadang nasi sama terong rebus kecap tok… ya.. sangat sederhana di sana, tapi aku menikmatinya, karena disana begitu harmonis walo ada perkelahian, tapi damai kembali, intinya aku keasikan dengan keluarga sepupuku. Cukup lama aku tinggal disana hingga aku lupa untuk pulang. Aku rencana mau memberikan kejutan untuk ayahku bahwa aku bisa mandiri.

Sepulang aku di rumah ayahku, dunia bagaikan hancur, harapanku seakan mati, pandanganku seakan kabur. Aku melihat ayahku dengan perempuan lain dengan tak pantas depan mataku sendiri. Aku ga bisa berkata sepatah katapun, aku hanya pergi ke ruang tamu dan terdiam, ayahku atau perempuan itu sama sekali ga menghampiriku. Aku memilih untuk terdiam tanpa berkata apapun. Hingga aku tertidur.

Keesokan harinya aku kaget ibuku datang, ku pikir akan ikut refresing dan aku berusaha menyimpan pengeliatanku kemarin dari ibuku. Tapi ibuku datang dengan adik keduaku (maaf lupa kasih tau kalo aku dah punya adik kedua saat aku di SMP kelas 3) ibuku marah besar dan aku begitu syok dan ga mau mendengar pertrengkaran mereka dan aku memilih untuk keluar rumah tanpa memberitaukan mereka. Aku ga tau mesti kemana, tidur dimana, aku bingung dengan semuanya. Hingga malam aku ga pulang dan aku memilih untuk tidur di depan rumah orang yang sedang di renov di tumpukan batu yang dingin dan keras ditemani suara suara hewan dan dedaunan. Entah aku tidur berapa lama dan akhirnya aku memilih untuk pulang, saat pulang aku seakan kosong dan hampa dan pertengkaran masih berlanjut dengan hebat. Aku memilih tidur di ruang tamu di sofa. Sesaat aku mau benar benar tertidur ibuku membangunkan aku dengan tatapan emosi dan air mata lalu mengatakan “DASAR ANAK SETAN…..!” saat itu aku hanya berharap mati, aku bagaikan patung yang membisu. Bahkan hingga pulang aku tak berani mengucapkan apapaun pada siapapun. Mukaku mulai terlihat aslinya depan keluargaku, aku ga kuasa menahan kesedihan, tapi aku ga berani untuk menangis. Aku selalu berusaha menyimpan semuanya sendiri. Kemarahanku, kekecewaanku, keresahanku dan lain lain aku simpan sendiri dan aku harus bisa simpen sendiri tanpa orang lain mengetahuinya… siapapun orangnya. Kata kata ayahku bahwa aku unik, aku spesial, tentang tersenyum seakan hilang begitu saja, aku seakan kehilangan jati diriku si manusia iseng.

Disaat pulang orang tuaku suka bertengkar bahkan aku diwajibkan untuk kuliah, aku hanya mau sendiri, aku mau kabur dari semuanya. Berkali kali aku melakukan percobaan bunuh diri dan saat itu aku ga perduli ibuku nangis atau ga. Semua seakan hancur dalam waktu sedetik, ayahku akan pandanganku, ibuku akan pendengaranku. Semuanya seakan bersatu untuk menghancurkanku. Terpenjara dalam sangkar emas berduri. Apakah aku harus hidup? Apakah aku ini bukan anak kandung mereka? Apakah aku ini manusia hina? Apakah aku ini hanya beban buat mereka karn aku sakit sakitan? Aku selalu mempertanyakan itu. Aku ga pernah membenci seseorang, ga ada yang mengajarkanku seperti itu, bahkan ibuku mengatakan ga boleh membenci seseorang walo kesalahan orang itu tak termaafkan. Aku bertanya pada Tuhan… apakah aku harus mati? Apakah ini yang namanya ujian hidup? Aku selalu bertanya tanya apa ini yang harus aku pilih? Rasa sakit ini semakin dalam dan aku bingung harus dibawa kemana perasaan ini.. semua seakan membuangku dari keberadaan. Aku dulu berpikir mungkin kah aku anak pungut? Mungkinkah aku penyebab orang tuaku seperti ini? Rasa sakit ini benar benar menusuk jantung.

Perjalananku untuk kegelapanku g sampai disitu masih banyak kegelapan hidupku…. dan akhirnya aku mengikuti orang tuaku untuk aku ikuti SPMB dan aku lulus dan aku masuk ke perguruan tinggi..

Ok kakak sekalian… sampai disini aja dulu… selanjutnya kita akan memiliki kisah yang lebih seru dan mendalam… makasih semuanya.

 

Bandung, Desember 2019

D5

&&&&&

Silahkan menulis apa saja, boleh dengan nama samaran, dan nama orang-orang juga boleh disamarkan. Dasar Teorinya  : 7 Teknik Mengolah (Shadow) Sisi Gelap Diri untuk Penyembuhan Luka Batin Masa Lalu

Penulis: retmono

.....Psikolog yang menyenangi Drama/Teater, Psikodrama ...demi kehidupan yang lebih baik,.....mari belajar, dan saling berbagi.....

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.