Mengajar Materi Teknis Menjadi Menarik dengan Psikodrama, Pengalaman di Semarang


Menyampaikan materi hal teknis biasa dilakukan dengan metode ceramah, atau presentasi dengan bagan gambar atau yang cukup menarik dengan film. Selanjutnya baru dengan praktek di lapangannya.

Hal-hal yang biasanya dengan ceramah atau presentasi dapat diganti dengan Metode Psikodrama, dilakukan langsung, bukan di lapangan atau tempat kejadian namun dengan didramakan…misalnya Alur Proses  Bisnis . Materi atau tema diperagakan oleh peserta yang menjadi alur Proses Bisnis  tersebut dan mengungkapkan apa yang dilakukan saat prosesnya berlangsung.

Semua terlibat, ramai, tercipta kelucuan, spontan, mengesankan,…dan akan teringat kenangan akan peristiwa itu….teringat materinya.

Ceritanya aku dimintai tolong teman  (Ibu Amelia) dari Sinergia Consultant untuk merancang dan turut memfasilitasi metode Psikodrama untuk sosialisasi Program Baru di Sonokembang sebuah Perusahaan Catering yang pernah melayani RI 1.

Mensikapi perkembangan jaman bahwa sekarang dibutuhkan layanan serba cepat dan tepat, maka Sonokembang membuat program layanan “24 jam GasPol”. Pemesanan dapat dilakukan 24 jam sebelumnya, dan dalam  24 jam siap menerima pesanan.

Selasa, Kami, aku dan bu Amel datang 1 jam sebelum acara mulai, dan langsung menata kursi dibantu 3 orang temennya bu Amel.  Settingnya kami bentuk lingkaran 2 lapis karena peserta yang hadir 100 orang lebih, terdiri dari owner, Manager, Supervisor dan level Pelaksana, semua harus berada dalam satu ruangan.

Sekitar pukul 9.30 WIB, acara dimulai setelah peserta menikmati hidangan snack dan kopi. Dibuka oleh Owner, sambutan singkat, ucapan terima kasih serta permohonan kesediaan peserta untuk mengikuti proses selama sehari ini.

Selanjutnya bu  Amel, menyampaikan beberapa poin penting untuk menghadapi tahun 2020 dan memberi semangat dan mengingatkan nilai penting dalam bekerja di Sonokembang dalam mencapai target.

Tibalah giliranku, aku mohon para manager maju berdiri di depan. Aku ajak mereka bermain drama, melakukan simulasi atau role play,  mengenai “24 Jam GasPol”. Langsung saja praktek untuk latihan dulu. Ibu Amel pesan mendadak untuk besok malam, Dinner, dengan 50 orang dari berbagai Negara. Pesanan di terima oleh Petugas penerima pesan.

Pesanan ini pukul 22.00 WIB, Petugas penerima pesanan menelpon manager produksi untuk ditindaklanjuti. Manager Produksi menelpon Petugas Logistik, Petugas Dapur dan Petugas Dekorasi. Masing masing petugas menghubungi team kerja masing masing untuk memastikan kelengkapannya. Mereka kerja secara paralel. Saat latihan ( Role Rehearsal) dilakukan satu persatu tiap bagian. Latihan dilakukan terputus putus diberikan keterangan dan masukan yang dibutuhkan. Latihan tidak sampai selesai, aku hanya memastikan bahwa semua sudah paham bagaimana cara bermainnya.

Setelah makan siang role play segera dimulai. Bu Amel langsung pesan order pada pemilik dengan pesanan yang sama pada saat latihan, yaitu Gala Dinner untuk 50 orang.

Aku bertugas meneriakkan setting waktu dan freezz (agar berhenti mematung jika ada beberapa hal yang perlu disampaikan dan diperhatikan).

Aku teriak, “Action, sekarang Pukul 22.00 WIB, ibu Amel telpon dan memesan”.

Proses Role Play dimulai, dialog lewat telpon antara bu Amel dan Pemilik, lalu pemilik menelpon para salah satu pegawainya agar menindaklanjuti pesanan ini. Salah satu petugas menelpon Bu amel lagi untuk memastikan,..dst

Aku teriak lagi, “Pukul 23.00 WIB!”.

Peserta mulai aktif bergerak, ada berakting menerima WA, menelpon, berkoordinasi antar bagian lewat telpon. Suasana ramai aktif semua terlibat.

“Freezz!”, Aku berteriak, menyuruh mereka berhenti sejenak dan mematung.

Aku tanyakan beberapa orang perihal apa yang sedang ia kerjakan. Mereka menjawab bagian tugasnya dan menjelaskan apa yang sedang mereka kerjakan. Dari wawancara singkat spontan ini mereka menjawab secara langsung spontan dan meyakinkan hal ini dapat disimpulkan bahwa mereka memahami tugas dan tanggung jawabnya.

“Pukul 08.00 WIB pagi hari. Action!”, Teriakku lagi untuk melanjutkan proses role-playnya.

Peserta sudah paham bahwa ada yang beradegan di Kantor, dan ada yang masih di perjalanan. Beberapa berkumpul dalam satu bagian dan berkoordinasi membagi tugas, dan memastikan kelengkapan masing masing.

Pukul 14.00WIB Siang !

Mereka membagi menjadi dua bagian ada yang langsung ada di lokasi,  menata kursi, dan membuat dekorasi. Semua terlibat ada yang menjadi vas bunga, ada yang menjadi AC, ada yang menjadi Meja, dll. Sementara ada yang sebagian menyiapkan makanan dan rencana parade sebuah aksi untuk menghibur tamu yang dilakukan oleh para pramusajinya.

“Pukul 19.00 WIB, Action!”

Saat acara Gala dinner Mulai. Mereka bergerak layaknya memang terjadi di Gala Dinner itu. Ada yang memasak, ada yang melayani Tamu, ada yang menyanyi, ada yang jadi tissu jatuh, ada yang sedang membersihkan tissu itu.

“Freezz!”

Aku tanyakan satu satu peran mereka, sambil memastikan jika ada yang terlewat pada saat acara berlangsung. Apakah ada permintaan yang belum terpenuhi. Aku minta juga bu Amel menanyai mereka. Ternyata cukup menakjubkan, ada yang jadi botol minuman (anggur) karena tamunya dari luar negeri. Ada yang jadi Taplak cadangan. Ada juga yang jadi bunga di dalam vas di atas meja. Detailnya diperhatikan menunjukkan kompetensi yang mumpuni, serta team kerja yang telah bersinergi.

“Pukul, 22.00 WIB.  Action!

Adegan acara selesai. Ada yang bersalaman dengan bu Amel. Ada yang di pintu mau keluar. Ada yang mengangkut perlengkapan ke mobil, yang jadi AC tetap berdiri di tempatnya, yang jadi meja juga tetap membungkuk, dan masih banyak yang  lainnya.

“7 hari kemudian”

Adegan di Kantor.

“Apakah sudah ada pembayaran dari Bu Amel”, tanya Bagian Keuangan pada anak buahnya.

“Belum Pak, sebentar saya telpon bu Amel, ” jawab Anak buahnya.

“Hallo, Bu Amel,…Gimana kabarnya? Saya dari Sonokembang”.

“Ya,Hallo, kabar baik”.  Jawab Bu Amel lewat telpon.

“Apakah sudah dapat melakukan pembayaran, hari ini batas waktunya?”

“Oh ya,….maaf ini barusan sibuk menyelesaikan administrasi para tamu kemarin. silahkan kirim daftar tagihan, agar bisa saya segera tranfer dananya. Kirim saja via WA”.

“Baik bu, saya segera buatkan tagihannya dan saya kirimkan via WA”.

…..

Beberapa menit kemudian.

“Pak, transferan sudah masuk”.

“Ok, sip”.

Selesai.

Seluruh peserta tepuk tangan dan kembali duduk melingkar.

Berdasarkan proses role play tersebut yang seluruh pesertanya aktif terlibat. Seluruh peserta mengalami bagaimana “24 Jam GasPol”. Ada pelajaran juga didapatkan dari kesalahan yang terjadi yaitu, tidak minta uang muka. Prosedur tetap harus dijalankan, meskipun konsumen sudah kenal baik dengan pemilik.

 

Yogyakarta, 10 Januari 2020

Retmono Adi

 

 

 

 

 

Penulis: retmono

.....Psikolog yang menyenangi Drama/Teater, Psikodrama ...demi kehidupan yang lebih baik,.....mari belajar, dan saling berbagi.....

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.