Pelajaran Hidup dari Seorang Bapak yang Memiliki 12 Anak


Hari ini beliau datang untuk memangkas dahan pohon yang sudah menyentuh kabel listrik. Aku tidak tahu kalau ia sudah ada janjian dengan adikku untuk itu. Memang dahan pohon mangga dan pohon srikaya depan rumah sudah menyentuh kabel listrik.

Beliau datang dengan salah satu anak laki-lakinya, yang sudah pernah bantu kami untuk pembenahan instalasi listrik. Itulah alasan mengajak anaknya sehubungan dengan dahan yang mungkin berkenaan dengan kabel listrik.

Selesai mengerjakan tugasnya beliau istirahat merokok sambil minum teh hangat yang telah kami sediakan. Kami mengobrol santai.

“Sakniki, pun nyantai nggih, Pak?, ” tanya Adikku.“Anak-anak sampun mentas”.

“Iya”, jawabnya. “Kabeh ki ya disyukuri, anakku 12, yen sing siji urip jane 13. ora ana nalika cilik.

“Wah, enak, wis tinggal ning omah wae,..anak anak saget nyengkuyung” komentar Adikku lebih lanjut.

Jawabannya diluar dugaan kami

“ya yen anak anak ngirimi, ya di tampa, yen ora ya ora pa pa, yen nggo kula selagi isih iso kerja ya, kerja, …ra pas yen ngrepoti anak-anak…..yen ora ana kerjaan ya mancing, ngko wis ora kuat,..ya sapa sing gelem ngurusi,..nurut wae,….”

Ini sikap yang penting dalam menjadi orang tua, tidak ingin merepotkan anak. Hal ini sama dengan yang dilakukan oleh orang tuaku. Aku merasa bebas tidak terbebani, dan tetap bertanggung jawab apa yang perlu dilakukan oleh anak untuk orang tua.

Penulis: retmono

.....Psikolog yang menyenangi Drama/Teater, Psikodrama ...demi kehidupan yang lebih baik,.....mari belajar, dan saling berbagi.....

One thought on “Pelajaran Hidup dari Seorang Bapak yang Memiliki 12 Anak”

  1. Garis bawah nya, gimana tetap sehat, tetap produktif walau anak2 sudah bisa mandiri, tidak menjadi beban anak, dengan setmind yg mendasar, bahwa kemandirian anak adalah kebutuhan kita sbg org tua, tanpa mencatat bahwa hal itu harus terbalaskan oleh anak2 kita

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.