Pernah Tinggal Kelas Mendapat Prioritas Diterima Kerja


Pernah dalam satu acara Retret untuk SMKKI Theresiana Semarang, Pada waktu istirahat waktu jeda, seorang guru menginformasikan adanya permintaan terhadap alumni yang pernah tinggal kelas untuk menjadi karyawan, dari sebuah Perusahaan di Tangerang.

Perlu aku sampaikan terlebih dahulu, bahwa SMKKI adalah sekolah kejuruan yang mengajarkan Kimia Industri. Para siswanya mempelajari Bahan Kimia untuk keperluan Industri, baik untuk bahan campuran produk yang dapat dimakan, maupun yang tidak dapat dimakan bahkan mungkin beracun. Jadi lulusannya dapat bekerja di Pabrik Pengolahan Makanan, Pabrik Obat, Pabrik Cat, dan Perusahaan yang menggunakan bahan kimia untuk produknya.

Mengapa malah dicari alumni yang pernah tinggal kelas? Informasi yang didapat oleh guru tersebut menjelaskan alasannya. Siswa yang pernah tinggal kelas bekerja lebih tekun dan tidak banyak menuntut, mereka lebih dapat diandalkan di tempat kerja. Mereka lebih loyal dan setia dalam arti tidak ingin pindah kerja.

Analisa kasarku dari fenomena tersebut adalah bahwa mereka yang pernah tinggal kelas selanjutnya bersedia mengulang kelas dan akhirnya lulus, memiliki pengalaman pernah gagal dan bangkit lagi. Pengalaman ini memberikannya pelajaran tentang kehidupan. Mereka pernah mampu beradaptasi dengan meningkatkan kemampuannya. Mereka pernah merasa berada pada pilihan yang tidak menyenangkan. Mereka mau tidak mau menerima situasi kondisi kelas yang baru dengan kondisi perasaan yang tidak membanggakan. Ego mereka pernah berada pada posisi terendah. Dan itu dilewati dengan perjuangan yang sukses.

Mereka telah membuktikan  memiliki komitmen dalam memecahkan masalahnya dan tidak menyerah ketika menemukan bahwa strategi yang sedang digunakan itu tidak berhasil. Mereka telah mampu menghadapi tantangan. Mereka telah mampu menghadapi masalah dan mampu bangkit dari kegagalan yang ia alam. Hal tersebut juga dijelaskan bahwa ia telah memiliki Resilliensi

Orang Tua dan Guru perlu mempertimbangkan hal ini. Penting memberikan  pada anak-anak pengalaman gagal dan bangkit lagi. Lebih penting daripada selalu ranking dan semua sepertinya mudah, karena jika situasi tidak seperti yang diharapkan, mereka tidak terlatih untuk bangkit lagi. Mereka merasa bahwa mereka sudah mengeluarkan seluruh kemampuannya,..lalu berpikir bahwa itu sudah diluar kemampuannnya yang hebat, padahal kemampuannya yang hebat hanya kemampuan akademik,..kemampuan nya yang hebat di ranah lain belum mereka pahami karena terlena degan kilauan kehebatan kemampuan akademik saja.

Tentu aku tidak bermaksud mengajak anak-anak untuk tinggal kelas. Kemampuan Resiliensi dapat dilatih di ekstrakurikulernya atau kegiatan lain di rumah atau di luar sekolah. Semoga ini menjadi perhatian bagi orang tua dan pendidik.

Yogyakarta, 07 Februari 2020

Retmono Adi

Penulis: retmono

.....Psikolog yang menyenangi Drama/Teater, Psikodrama ...demi kehidupan yang lebih baik,.....mari belajar, dan saling berbagi.....

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.