Refleksi dari Menonton Film dan Kenyataan yang Terjadi Sekarang ini.


Aku menonton film serial Kartun Jepang. Film yang aku tonton menunjukkan Iblis, yang kalah brutal oleh perilaku manusia yang merasa mewakili Keadilan. Siapakah yang lebih Jahat, ternyata Iblis kalah jahat oleh manusia yang merasa dirinya mewakili Keadilan.

Memang itu dari cerita lama, Iblis adalah Malaikat yang ingin seperti Tuhan. Iblis salah satu dari malaikat yang diberi rahmat istimewa, dibandingkan malaikat yang lain. Ia menjadi sombong, ingin seperti Sang Pencipta. Ia ingin disembah oleh ciptaan yang lainnya. Ia membangkang dan tidak tunduk dan patuh lagi kepada Tuhan.

Terjadilah perang dan Iblis serta pasukannya kalah. Lalu Iblis ditempatkan di Neraka. Ia bersumpah akan menggoda manusia, agar berbuat dosa untuk menemaninya di Neraka. Ia mengirim pasukannya ke dunia.

Ada juga yang meyakini bahwa Iblis ada di dalam hati manusia yang selalu mengajak berbuat dosa. Di sisi lain Tuhan juga bersemayam di hati manusia untuk mengajak berbuat kebaikan. Manusia memiliki kehendak bebas untuk memilihnya.

Manusia yang memilih mengikuti Tuhan, akan patuh dan merasa rapuh, bahwa segalanya adalah Rahmat dari Kerahiman Tuhan. Jadi apa pun yang baik adalah dari Tuhan. Manusia diharapkan berserah pada Tuhan. Namun Iblis akan selalu menggoda manusia.

Godaan awal dari Iblis adalah menyebarkan rasa Takut, karena Iblis juga merasa takut pada Tuhan. Padahal Tuhan menawarkan Cinta tanpa syarat. Manusia cukup menerimanya saja. Jadi jika manusia dapat mengatasi rasa takutnya, ia sudah mulai dapat mengalahkan Iblis itu.

Jika strategi awal menyebar rasa takut gagal, maka Iblis akan menggoda manusia dengan menyebar rasa sombong. Iblis akan memberikan kekuatannya agar manusia merasa hebat, merasa baik, merasa berjasa, berkuasa dan akhirnya merasa sombong, yang ujungnya merasa menjadi Tuhan, menentukan dosa dan memberikan hukuman.

Jadi jika ada manusia merasa dirinya adalah tuhan, atau mewakili tuhan, perilaku yang muncul adalah iblis itu sendiri. Ini ada di semua budaya di dunia. Maka tidak heran jika banyak dijadikan film dengan berbagai variasi dan pengembangannya. Salah satu film itu  adalah Black Clover yang aku tonton.

Di film itu digambarkan, yang dapat mengatasi manusia yang merasa mewakili tuhan, akan dikalahkan oleh manusia yang menyadari ada Iblis dalam dirinya.

Secara garis besar ceritanya, ada orang orang yang merasa dirinya paling benar, mewakili tuhan dan ingin menjaga keistimewaan previlage yang selama ini didapatkan. Mereka menghadapi realitas yang berkembang. Mereka takut akan kehilangan hal itu. Mereka yang berlindung pada masa lalu yang memberikan keistimewaan itu, dan menentukan hal benar dan salah, berdosa, atau tidak berdosa, serta memberikan hukumannya.

Sementara itu ada juga beberapa orang, yang memiliki niat bersih, berjuang dengan keras untuk memperbaiki hidup dan kehidupan di sekitarnya. Dalam perjuangannya itu mereka menyadari ada Iblis di dalam dirinya. Mereka berjuang mengalahkan Iblis dalam dirinya itu.

Namanya film, penggambaran Iblis itu Hitam, dan menguasai separuh badan manusia itu. Salah satu matanya juga menjadi merah. Kekuatan hitam itu muncul ketika manusia bertempur, terpojok, terancam dan tetap berusaha melampaui batas kemampuannya. Kondisi tersebut memicu Kekuatan hitam itu muncul pertama kali. Saat itu si manusia tidak sadar. Ia menghancurkan apa saja yang ada di sekelilingnya. Setelah ancaman reda manusia itu pingsan, tenaganya habis terkuras. Jika manusia sering berada dalam kuasa hitam tersebut tenaganya akan habis. Tubuh dan jiwanya akan dikuasai Iblis. Kemanusiaannya akan hilang, tindakannya adalah wujud dari tindakan Iblis sendiri.

Menyadari akan resiko tersebut, Manusia itu berlatih lebih keras, berusaha dengan kesadaran penuh melampaui batasannya. Dibantu oleh teman-temen dan sahabat sahabatnya serta dalam pertempuran langsung melawan musuh, Manusia itu makin kuat dan mampu mengendalikan Iblis dalam dirinya.

Situasinya menjadi menarik, karena posisinya jadi terbalik. Pertempuran yang terjadi adalah Manusia yang menyadari ada iblis dalam dirinya, melawan Manusia yang merasa menjadi tuhan. Posisi yang baik (ingin menyelamatkan kehidupan) berada pada manusia yang menyadari ada Iblis didalam dirinya. Sementara manusia yang merasa dirinya tuhan pada posisi yang buruk ingin menghukum dan membunuh siapa pun yang beda dengan dirinya.

Rasanya kok mirip ya dengan kenyataan yang terjadi sekarang di sekitar kita???

Yogyakarta, 11 Februari 2020

Retmono Adi

Penulis: retmono

.....Psikolog yang menyenangi Drama/Teater, Psikodrama ...demi kehidupan yang lebih baik,.....mari belajar, dan saling berbagi.....

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.