Terus Maju, Bertransformasi untuk Lebih Memberi Kontribusi


Hari Minggu yang lalu, aku ke Gereja, Kidul Loji, kotbah Romo ada tentang Surat Gembala. Ajakan dari Bapak Uskup Keuskupan Agung Semarang, untuk menjadi Pribadi Bertransformasi, dalam Surat Gembala tersebut mengajak untuk Bertobat, Terlibat, dan Berbuah Berkat.

Pertobatan yang kuyakini adalah berani mengubah diri dari kebiasaan lama menjadi kebiasaan baru. Awalnya aku bekerja sendiri. Aku mengubah diri, aku akan melibatkan diri dan orang lain, agar sinergi, dengan demikian akan dapat memberikan lebih banyak kontribusi.

Sesuai dengan keadaanku saat ini, aku sedang bertransformasi dari Pekerja Lepas (trainer lepas) mau membuat Perusahaan Terbatas (PT) menjadi Pemilik Usaha. (baca: Aku dan Keterlambatanku …,)

Ya,…tentu tidak mudah, namun ini adalah pilihanku. Ini adalah jalan Ninjaku, mengutip apa kata Naruto, Film Animasi dari negeri Sakura. Dengan penuh kesadaran aku memilihnya, mengekplorasi segala kemungkinan agar dapat menjadi jalan bagi kehidupan.

Langkah pertama adalah mengenali diriku, menerima diriku dari mana asalku. Berikutnya aku mengetahui kemana arah yang akan kutuju. Dan akhirnya aku mengoptimalkan apa yang telah ada padaku. Bertemu dengan orang lain yang berbeda, berkolaborasi membangun sinergi. Memang hanya untuk yang berani.

Jalan ini tidak pasti. Aku meyakini bahwa makin ke depan makin memberi tekanan. Jadi aku perlu setiap saat latihan, agar makin kuat dalam menghadapi tantangan. Sebenarnya latihannya, adalah cara memohon agar diberi rahmat kemampuan dalam memahami kehendak-Nya.

Ada ungkapan jika tak mampu membantu, paling tidak, tidak mengganggu. Jika tak mampu memberikan kebahagiaan, masih boleh untuk tidak menyakiti. Ini tidak berlaku untukku. Aku akan terus berusaha membantu, meski kadang salah dan dianggap mengganggu, karena aku yakin jalanku.

Apa pun yang terjadi pastilah yang terbaik. Segalanya dari Dia, tentu akan berjalan menurut KehendakNya, demi lebih memuliakan Nama-Nya. Ada pun jika Gagal itu karena aku sedang disiapkan untuk yang lebih baik. Aku mengakui kerapuhanku, agar Dia hadir dan nampak dalam diriku.

Demikianlah, maka bagi-Nya semuanya sungguh amat baik.

 

Yogyakarta, 25 Februari 2020

Retmono Adi

 

Penulis: retmono

.....Psikolog yang menyenangi Drama/Teater, Psikodrama ...demi kehidupan yang lebih baik,.....mari belajar, dan saling berbagi.....

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.