Di Rumah Saja, dan Menjaga Jarak Sosial Mengikuti Anjuran Pemerintah


Sabtu, 14 Maret 2020 masih dapat mengadakan Psikodrama di Wiloka, lancar dan sukses, dihadiri dari beberapa Universitas dan komunitas, dari Universitas Islam Indonesia,  dari Universitas Sanata Dharma, dari Komunitas Titian, baik Dosen maupun mahasiswanya, makin tersebarlah Psikodrama.

Ternyata ini event Psikodrama terakhir sebelum mendapatkan pengumuman untuk menjaga jarak sosial (social distance) karena wabah Covid-19. Malam harinya mendapatkan informasi perlu waspada Corona, tengah malam diinfokan untuk tidak tidak usah keluar rumah dulu oleh Pak RW.

Aku memutuskan untuk mengikuti anjuran pemerintah, selain untuk menjaga diri, namun lebih pada untuk turut serta dalam upaya pencegahan percepatan penyebarannya.

Hari Minggu,yang seharusnya aku ke gereja, aku tidak lakukan. Sehabis pulang gereja seharusnya juga ada pertemuan, juga dibatalkan. Aku di rumah saja, WFH (Work From Home) ikut-ikutan pakai istilah yang sedang jadi trending topic di media sosial, untuk hari hari berikutnya. Hal ini juga didukung oleh tulisan yang aku dapatkan di Group WhatsApp :

Kebijaksanaan Ignatius untuk Covid 19

Ketika virus Covid 19 terus menyebabkan kekacauan di seluruh dunia, Belgia, Jesuit, dan penulis Nikolaas Sintobin SJ telah merefleksikan kebijaksanaan apa yang ingin dibagikan oleh St Ignatius kepada kami atas tanggapan kami terhadap pandemi ini. Baca di bawah ini apa yang menurut Nikolaas pendiri ordo itu akan tulis dalam surat dari surga yang berisi nasihat sederhana.

Surga

1 ”Maret 2020, waktu Bumi

Orang-orang terkasih di bumi,

Saya melihat Anda mengalami kesulitan menemukan sikap yang tepat terhadap coronavirus. Itu tidak aneh. Selama beberapa dekade terakhir, sains telah membuat kemajuan sehingga Anda percaya bahwa solusi untuk setiap masalah dapat ditemukan dalam waktu singkat. Sekarang menjadi jelas di seluruh dunia bahwa ini adalah ilusi. Bagi banyak dari Anda ini cukup membingungkan.

Saya sendiri telah berjuang dengan penyakit kronis selama lebih dari tiga puluh tahun. Sebagai Pemimpin Umum ordo Jesuit yang berkembang pesat, saya dihadapkan dengan semua masalah yang mungkin dan tidak mungkin hari demi hari selama lima belas tahun. Saya ingin memberi Anda empat tips untuk melewati masa-masa sulit ini. Tips diambil dari pengalaman saya sendiri.

Pada saat coronavirus ini, patuhi para dokter, ilmuwan, dan pihak berwenang yang kompeten seolah-olah itu adalah Tuhan sendiri. Sekalipun Anda tidak setuju dengan keputusan mereka atau tidak memahaminya dengan baik, miliki kerendahan hati untuk menerima bahwa patut mengandalkan pengetahuan dan pengalaman mereka. Ini akan memberi Anda hati nurani yang jelas dan memungkinkan Anda memberikan kontribusi Anda pada solusi krisis.

Waspadalah terhadap rasa takut. Ketakutan tidak pernah datang dari Tuhan dan tidak mengarah pada Tuhan. Ketakutan sering menunjukkan kepada Anda semua kemungkinan alasan mengapa Anda harus takut. Banyak yang benar. Hanya saja, Anda tidak perlu takut akan hal itu. Tuhan juga memperhatikanmu sekarang. Saya tahu itu dari sumber selestial yang terinformasi dengan baik. Pengalaman menunjukkan bahwa Ia dapat menulis langsung pada garis duniawi yang melengkung. Beranilah percaya pada mereka.

Di masa-masa krisis Anda tidak mendapat sedikit manfaat, tetapi lebih banyak dalam doa. Berikan diri Anda untuk menikmati cinta-Nya. Ini adalah penangkal terbaik untuk rasa takut.

Akhirnya, jangan lupa untuk hidup dan menikmati hidup dalam semua ini. Apa pun yang terjadi, setiap detik yang Anda berikan adalah hadiah yang unik dan berharga. Tidak ada yang dapat dilakukan coronavirus untuk mengubahnya.

Bersatu dengan Anda dalam doa abadi,

+ Ignatius

(Diterjemahkan oleh Djoto Halim, SBS 1)

Sengaja aku copy lengkap, agar menjadi penyemangatku, baik secara mental maupun spiritual, dan agar dapat dibaca oleh orang lain. Semoga  menjadi inspirasi untuk melewati pendemi Covid-19 ini.

Gusti Nyuwun Kawelasan.

Yogyakarta, 22 Maret 2020

Retmono Adi

Penulis: retmono

.....Psikolog yang menyenangi Drama/Teater, Psikodrama ...demi kehidupan yang lebih baik,.....mari belajar, dan saling berbagi.....

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.