Beberapa Waktu Merenung, Sebuah Refleksi Kehidupan Menghadapi Kematian


Kejadian saat ini,
Mengingatkan pada 28 September 2018.
“Berhadapan dengan kematian”.
Kejadian saat ini, pembelajarannya mungkin serupa.

Waktu itu, masuk 3 meter ke dalam tanah.
Tertimbun reruntuhan, dilindungi meja guru dari kayu jati, direndam air hingga se dada, gelap gulita, sempit, sesak, seperti dalam kuburan, susah bergerak, diam seperti bayi dengan 1 posisi yang sama selama 12 jam, seperti bayi dalam kandungan (dalam kandungan Mother Earth)

Rasanya?
Campur aduk.
Awalnya ga tahan, ga nyaman, gelisah, takut, aku ingin keluar dan bebas bergerak, aku ingin berada di atas bumi, bukan di dalam bumi, I kept fighting the situation, melawan, berontak, rebel, ga mau menerima.

Sampai akhirnya,
I surrender.
Aku tidak lagi melawan.
Saya menerima.
Seperti saat saya mengapung di lautan.
Saya pasrah, saya tidak melawan, karena semakin melawan, saya tenggelam.
Kemudian saya merasa tenang, sebagaimana saya merasa tenang setiap kali saya mengapung di air.
Mengikuti iramanya, gerakannya, lantunannya.

Salah satu kenikmatan saat itu, bisa diam, tidak bergerak, hening, tenang, bisa bermeditasi di dalam tanah, dalam gelap, tak ada satu suarapun, selain suara di dalam hati yg menemani & menenangkan.
Begitu ngemong, nurturing, loving, a loving ancestor, or a loving god, or a loving self inside me.
Tenang, sejuk, nyaman, serasa dalam rahim ibu.
Rahim Ibu Bumi.

Berhadapan kematian bisa jadi menakutkan dengan perasaan misal saya belum siap, saya belum bisa melepasnya, dsb.
Saat itu, di dalam tanah rasanya seperti ujian.
“Aku uji kamu dengan latihan kesabaran ya, karena kamu kan orangnya ga sabaran. Sekarang kira-kira kamu bisa sabar ga menunggu sampai besok?” KataNya.

Bersabar dan menunggu.
Dalam posisi sulit menggerakkan badan,
Kedinginan terendam,
Gelap, sendiri, tanpa hp, tanpa internet, tanpa TV, tanpa makanan atau minuman bersih, tanpa teman/keluarga yang hidup di sekitarku, menemani untuk cerita, ga ada siapapun dalam bentuk raga.
Hanya ada aku dan Dia di dalam sana.
Intimacy terdalam yang pernah aku rasakan di dalam tanah.
Silence.
All silence.

Saat ini, serupa.
Dalam berhadapan denganNya.
Butuh bersabar dan menunggu.

Hal yang perlu disyukuri, banyak sekali.
Badan saya masih bisa bergerak leluasa meski di dalam rumah, keadaan tidak gelap, tidak menggigil kedinginan, masih ada hp & internet, masih bs nonton atau membaca, ada makanan & minuman, & ada teman yang menemani dan bisa diajak bercerita melewati fase ini.

28 September 2018.
Ada keyakinan kuat di dalam hati.
Aku akan keluar besok pagi.
Kali ini hanya perlu bersabar & menunggu.
The storm will pass.

Fase ini.
Aku yakin juga, the storm will pass.
Sabar, menunggu, dinikmati saja, surrender, i’m not fighting you anymore.
Nanti juga terlewati, atau sampai ke bagian ending suatu film.
Badainya akan berlalu kok.
Gempa berlalu, tsunami berlalu, likuifaksi berlalu.
Matahari terbit, hari baru datang lagi.
Ga ada yg pemanen atau menetap.
All is impermanent.
Dia datang sebentar, ngasih pembelajaran ke muka bumi, setelah kelar, kemudian dia pergi lagi.

Guru yang datang,
Kadang-kadang datangnya suka sebentar,
Nampar bolak balik dikit, meluk secukupnya.
Kemudian pergi setelah kelar ngasih bekal.
Yang mau datang, datanglah.
Yang mau pergi, pergilah.

Accepting what comes and allowing it to leave when it’s time.
For you to leave.
For you to go.

Bandung, 26 Maret 2020.

Muslimah A. Salam.
🙏❤🌷

Penulis: retmono

.....Psikolog yang menyenangi Drama/Teater, Psikodrama ...demi kehidupan yang lebih baik,.....mari belajar, dan saling berbagi.....

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.