Setia Pada Perkara Kecil, Sebuah Refleksi #dirumahaja


Sering aku tidak menyadari bahwa tindakanku yang sangat mudah dan sepele, dapat memberikan impact yang besar. Aku mau sharing kejadian hari ini yang dirangkai dari beberapa langkah kecil beberapa hari yang lalu.

Sudah lebih dari 2 minggu, keadaan mengharuskan di rumah saja. Meskipun memang keseharianku selalu di rumah saja, sampai dapat panggilan untuk melakukan training Psikodrama di dalam kota maupun di luar kota. Wabah Covid 19, menjadikan semua jadwal training dibatalkan sehingga makin jelaslah bahwa aku tetap di rumah saja.

Awalnya mengetahui situasi seperti itu, aku isi dengan menonton film, film animasi, rebahan, online update status medsos. Intinya aku melakukan sesuatu untuk mengisi waktu hingga keadaan ini berlalu.

Ternyata aku tidak tahan. Aku merasa bukan orang yang cukup sabar menunggu dan melakukan hal-hal yang menyenangkan itu. 4 hari yang lalu aku mulai bergerak aktif. Hal ini juga dipicu dari beberapa tontonan, salah satunya acara Talk Show di Youtube, yang narasumbernya Rhenald Kasali, dalam satu ungkapannya bahwa “dalam setiap krisis selalu ada kesempatan”.

Juga dari acara Talk Show di Youtube yang salah satu nara sumbernya seorang Pastor SJ, yang juga Dekan Fakultas Teologi Universitas Sanata Dharma, yang mengungkapkan bahwa, sekarang warga Gereja diharapkan turut bersikap aktif berperan dalam masyarakat, Sosial, Negara, dan Dunia. Kedua pernyataan tersebut menyentakkanku. Aku perlu bergerak, aktif dan memberi kontribusi.

Pertama aku membuka layanan (gratis) konseling online, sesuai dengan kompetensiku sebagai Psikolog. Aku juga mendaftar di kelompok yang memberikan layanan tersebut. Dalam hal ini aku merasa tetap bekerja meski berada di rumah. Ya,..sampai saat ini memang belum ada yang konseling, namun aku tetap menyediakan diri bagi nanti yang membutuhkan pendampingan psikologis dalam menghadapi krisis karena covid 19 ini.

Kedua, aku melakukan live online di Instagram tiap hari kerja sekitar jam 10an. Aku berbagi cerita apa yang dapat dibagikan untuk menjalin hubungan dengan kawan kawan yang juga sedang #dirumahaja baik yang bekerja (Work From Home) maupun yang menemani anak-anaknya belajar, karena anak anak juga tidak lagi ke Sekolah, melainkan diinstruksikan untuk belajar di rumah.

Live online ini masih coba-coba, aku belum tahu bagaimana fungsi dan kerjanya dan juga bagaimana hal ini dapat mendukung penerapan psikodrama. Aku lakukan saja dulu, secara spontan berinteraksi dengan yang juga online, mungkin nanti ada ide yang muncul.  Selama tiga hari berturut-turut live online, lumayan lah, ada 2 – 5 orang penontonnya,…

Ketiga ini yang menarik, dalam krisis wabah covid 19 ini, banyak orang fokus mendukung kepada paramedis yang berada di garis depan. Orang mendukung dengan mengumpulkan dana untuk membeli APD (Alat Pelindung Diri) bagai paramedis.

Aku yang juga pengurus Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak Indriyanati, bertemu langsung setian hari dengan kelompok rentan. Orang orang yang bekerja di sektor informal. Mereka yang terdampak langsung secara ekonomi pada saat orang-orang di rumah saja. Pekerjaan mereka sebagai tukang parkir, tidak ada lagi yang parkir. Mereka yang pemulung tidak ada yang bersedia menampung barang bekas. Penjual angkringan sepi pembeli. Bagaimana mereka dapat menyambung hidupnya?

Aku punya pemikiran melakukan penggalangan dana, untuk dibelikan sembako diberikan kepada mereka. Ide ini aku sampaikan ke beberapa teman relawan. Mereka siap mendukung. Aku juga menanyakan kepada kawan yang bekerja informal. Apakah mereka bersedia jika terlibat untuk mendata kawan yang lain, sementara aku dan relawan menyusun strategi penggalangan Donasi Sembako. Mereka bersedia terlibat.

Aku share ide ini ke Twitter, ternyata ada yang menanggapi, bahkan ada yang langsung mention ingin terlibat dan minta rekening untuk dikirimi dana. Wow,..aku makin semangat. Aku sampaikan ide ini pada group Alumni di WAG, mereka juga menanggapi positip. Dua orang mengirim pesan japri. Satu orang menunjukkan bahwa beliau sudah melakukan Donasi Sembako untuk kawan-kawan mahasiswa yang kost. Beliau juga memberikan strategi dan teknis penggalangan dananya. Satu orang lagi langsung menyatakan keinginannya untuk terlibat. Beliau siap membantu melakukan penggalangan dana dari rekan-rekannya. Kami lalu bersama merancang pengumumannya yang baik. Selanjutnya akan kami bikin flyer yang menarik untuk dishare ke kawan kawan lain.

Aku tidak menyangka bahwa ideku langsung bergulir bagai bola salju. Ide sederhana perlahan terwujud menjadi besar. Bahkan memunculkan ide-ide baru untuk pengambangannya dengan kemungkinan yang lebih baik. Hari ini tadi aku mengencangkan seluruh ototku dan berteriak, meluapkan kegiranganku. Sejenak hening dan bersyukur.

Aku merefleksikan hal ini sebagai buah kesetiaan dari perkara kecil. Aku #dirumahaja  melakukan apa yang perlu untuk dilakukan. Aku teringat ungkapan temanku “karena ini baik, maka lakukan saja”, selanjutnya biarlah Dia yang menuntunmu. Ya,..aku merasa dituntun, dibukakan jalan sehingga dapat terus melangkah maju. Semoga niat baik ini, berjalan dengan baik, dan memberikan hasil yang baik bagi banyak orang. Amin.

Yogyakarta, 27 Maret 2020

Retmono Adi

Penulis: retmono

.....Psikolog yang menyenangi Drama/Teater, Psikodrama ...demi kehidupan yang lebih baik,.....mari belajar, dan saling berbagi.....

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.