Kasus KDRT Meningkat Selama Pandemi Covid 19, Njuk Ngapa?


Demikian judul berita di salah satu televisi berita Nasional. Mari kita coba pahami fenomena ini dengan kacamata psikologi.

Kekerasan adalah perbuatan atau kegiatan yang dilakukan dengan sengaja atau sewenang-wenang, yang disertai ancaman atau tidak, yang menimbulkan penderitaan pada orang lain baik secara fisik ataupun mental dan merugikan orang lain.

Kekerasan, adalah tindakan melukai yang dilakukan individu atau kelompok dengan latar belakang dan motif yang tertentu. Pada umumnya kekerasan dalam rumah tangga (keluarga) yang terjadi apabila ada penyalahgunaan kekerasan oleh mereka yang merasa memiliki kekuasaan lebih. Kekerasan sering dilakukan oleh yang kuat terhadap yang lemah. Biasanya anak dan atau perempuan yang menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Mereka pihak yang paling menderita.

Mengapa ini terjadi?

Kekerasan yang terjadi dapat dijelaskan oleh Teori Frustrasi Agresi Klasik. Teori ini dikemukakan oleh Dollar dkk (1939) dan Miller (1941) yang berpendapat bahwa agresi dipicu oleh frustasi. Frustasi adalah hambatan terhadap pencapaian suatu tujuan. Agresi merupakan pelampiasan dari perasaan frustasi. (lebih jelas dapat membaca https://www.universitaspsikologi.com/2018/07/teori-dan-faktor-faktor-penyebab-perilaku-agresif.html)

Selama Pandemi Covid 19 ini,  situasi yang biasanya nyaman, bekerja, bepergian ke luar rumah, sekarang tidak dapat dilakukan, karena berisiko menularkan atau tertular virus Corona. Banyak hal yang telah direncanakan tidak terwujud. Kebutuhan yang harus dipenuhi tidak tercukupi. Sumber daya dibatasi (ruang dan waktu) karena hanya boleh di rumah saja dan menjaga jarak fisik. Kondisi ini menjadikan frustasi, rasa frustasi ini diekpresikan dengan agresi, kekerasan pada yang lebih lemah.

Juga karena pihak berwenang dalam mencegah penularan Covid 19, mengharuskan semua orang untuk di rumah saja, bekerja dari rumah (Work From Home), sekolah belajar di rumah, dan beribadat juga di rumah, maka kekerasan yang terjadi juga banyak di rumah.

Kekerasan dalam rumah tangga terjadi karena anggota keluarga frustasi dalam menghadapi situasi ini.  KDRT (kekerasan dalam rumah tangga) meningkat.

Bagaimana kita mensikapinya ?

Ya, kita perlu menyadari bahwa covid 19, adalah masalah dunia. Hampir seluruh negara di dunia menghadapi permasalahan yang sama. Kita perlu mengikuti arahan yang berwenang atau yang ahli di bidangnya. Bersikap ihklas namun tetap waspada, serta berpikir optimis bahwa Pendemi ini akan segera berlalu. Isi waktu dengan kegiatan positif. (baca juga: 10 Cara Tetap Sehat dan Bahagia oleh Iip Fariha).

Semoga bermanfaat.

Lebih banyak keinginan kita yang tidak terwujud daripada yang terwujud., untuk itu gandenglah keikhlasan kemana pun engkau pergi, agar jalanmu di penuhi kebahagiaan ~ kutipan dari Kalender yang ada di dinding kayu rumahku

Yogyakarta, 06 April 2020

Retmono Adi

Penulis: retmono

.....Psikolog yang menyenangi Drama/Teater, Psikodrama ...demi kehidupan yang lebih baik,.....mari belajar, dan saling berbagi.....

One thought on “Kasus KDRT Meningkat Selama Pandemi Covid 19, Njuk Ngapa?”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.