PERNIKAHAN SEBUAH PROSES BERTUMBUH oleh Iip Fariha


Sebuah cara mengukur kesiapan untuk adik-adikku para jomblo,….

Beberapa hal terkait pernikahan sifatnya normatif yang ditetapkan dalam agama dan keyakinan kita masing-masing. Yaitu meliputi tentang apa pernikahan, tujuannya apa, bagaimana proses dan apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan dalam pernikahan. Peran masing-masing pasangan dan fungsi keluarga, dll.

Saya tidak akan membahas sisi normatif ini karena sudah ada buku panduan dan bahasan hukum berdasarkan agama dan keyakinan masing-masing. Dan banyak buku khusus yang membahas mengenai ini.

Saya ingin melihat dari sisi kompetensi pribadi yang bersifat psikologis dan menjadi issue dari self healing untuk membangun keluarga.

1. Kesiapan menikah (Saya mengutip ini dari catatan Dra Yeti Widiati, Psikolog)
Dalam kajian prilaku manusia, saya mengacu pada pandangan Duvall & Miller tentang apa yang dimaksud dengan kesiapan menikah. Ada baiknya setiap pasangan yang belum atau pun sudah menikah mengecek hal-hal berikut ini:

o Kematangan (emosi) dalam menghadapi perasaan orang lain secara tepat.
o Mampu bergaul dan berinteraksi dengan sebanyak mungkin orang.
o Memiliki keinginan dan mampu menjadi exclusive sexual partner. Tidak berganti-ganti pasangan seksual atau mudah tertarik orang lain selain pasangannya.
o Memiliki dan mampu menunjukkan rasa kasih sayang kepada pasangannya.
o Peka terhadap perasaan dan kebutuhan orang lain (terutama pasangan).
o Mampu mengkomunikasikan dengan bebas dan jelas pikiran, perasaan dan keinginannya. Tidak ragu dan canggung berbicara, namun dengan cara yang baik.
o Siap untuk mendiskusikan dan menggabungkan rencana pribadinya dengan orang lain. Terbuka menerima perubahan, penyesuaian dan berfokus pada tujuan bersama (bukan ingin menang atau senang sendiri).
o Siap menerima keterbatasan orang lain/pasangan.
o Realistis terhadap karakteristik atau kondisi orang lain/pasangan.
o Memiliki kapasitas untuk secara efektif menghadapi masalah ekonomi.
o Siap untuk menjadi suami atau istri yang bertanggung jawab (melakukan peran sesuai dengan value dan tuntutan sosial/budaya)

*Sumber Marriage and Family Development, Duvall & Miller

2. Tema besar dalam keluarga
Ada 4 tema besar yang perlu berkembang dalam pernikahan menurut Virginia Satir, yaitu :
1. Self worth / self esteem ( harga diri)
2. Komunikasi
3. Family sistem
4. Link to society

Problem yang paling banyak dalam keluarga adalah 4 area tersebut juga, namun yang sering muncul ke permukaan hanya efek sampingnya saja, yang kita kenal sebagai KDRT ; kekerasan yang terjadi baik fisik, verbal, psikologis dan finansial.

( ini hanya point-point besar saja yang juga saya bahas ketika menjadi Narasumber di Sekolah Pranikah Salman ITB dan ketika melakukan konseling grup untuk adik-adik yang sudah siap taaruf, silakan yang masih jomblo bergabung di sana )

 

* copas dari Group WhatsApp #Indonesiabahagia1 setelah mendapatkan ijin dari penulisnya.

Penulis: retmono

.....Psikolog yang menyenangi Drama/Teater, Psikodrama ...demi kehidupan yang lebih baik,.....mari belajar, dan saling berbagi.....

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.