Cara Menghadapi Tekanan Masalah Selama Pandemi Covid 19


Selama karantina mandiri, aku bermain catur dengan kawan tetangga rumah. ada yang menarik dari permainan mereka, saat bermain melawan aku mereka bermain rapi bagus, meski mereka tetap kalah. Namun saat mereka main sendiri antar mereka aku melihat langkahnya seperti kacau, saat posisi tertekan mereka membuat langkah bunder salah fatal dan kalah.

Aku mengamati sepertinya mereka tidak dapat berpikir jernih dalam mengolah fakta bila dalam keadaan tertekan. Saat bermain denganku mereka nyantai, bermain lepas, karena kemungkinan besar kalah, dan kalau menang merupakan bonus, menjadikan mereka memilih bermain lepas dan berusaha yang terbaik yang dapat mereka lakukan. Sementara jika mereka bermain sendiri, ada tekanan harus menang.  Hal ini malah menjadikan mereka bermain buruk. Ukuran mereka bermain baik dan rapi adalah berdasarkan sedikit teori bermain catur yang aku ajarkan, Pembukaan, Babak Tengah, dan Babak Akhir.

Berdasar situasi ini aku mendapatkan kesimpulan bahwa kemampuan tiap orang dalam menghadapi tekanan berbeda, namun kebanyakan orang dalam keadaan tertekan akan kurang dalam kemampuan mengolah informasi yang ada. dan sering membuat keputusan yang fatal.

Menghadapi Pandemi Covid 19 ini, aku yakin banyak orang yang mengalami tekanan dalam menghadapi masalah hidupnya. Kemungkinan besar juga mereka tidak mampu membuat keputusan keputusan yang tepat.

Bagaimana mensikapinya?

Belajar dari para Spiritualis yang melatih keheningan agar dapat bersikap bijaksana dalam menjalani kehidupan. Keheningan berserah diri pada yang Ilahi. Merasa diri memiliki batas dan menerima batas tersebut kemudian meyakini bahwa ada yang lebih ber-Kuasa, Kuat, dan Besar, akan hidup dan kehidupan ini, Kemudian menjalankan apa yang terbaik dapat dilakukan.

Situasinya mirip dengan temanku yang bermain catur itu. Mereka mengetahui sudah pasti akan kalah, bersedia menerima kenyataan itu, kemudian berusaha berbuat yang terbaik.

Pandemi Covid 19 ini karena alam yang berkehendak, untuk memperbarui diri, udara jadi segar, burung berkicau lagi , polusi turun, lapisan ozon membaik, dan banyak situasi alam yang menjadi kembali baik.

Sikap menerima Pandemi  Corona sebagai kehendak alam dan kita tak bakalan mampu melawannya, atau dengan kata lain kalah,..ya hanya masalah waktu saja, cepat atau lambat kita juga akan mati. Kita menerima kenyataan itu, kemudian menyadari bahwa masih ada waktu untuk melakukan sesuatu. Dengan waktu yang ada kita berusaha melakuan apa yang terbaik yang dapat dilakukan. Apabila kita mampu mengatasi dan melewati Pandemi ini anggap saja sebagai bonus, rahmat dari Sang Pemberi Hidup.

SIkap menerima dan berlatih keheningan dapat dilakukan dengan cara meditasi, atau berlatih mindfulnes, berkesadaran yang banyak di internet dan media sosial.

Tetap kreatif, dan waspada, tidak perlu tertekan dan panik. Tetap jaga sehat dan semangat.

Yogyakarta, 13 Mei 2020

Retmono Adi

Penulis: retmono

.....Psikolog yang menyenangi Drama/Teater, Psikodrama ...demi kehidupan yang lebih baik,.....mari belajar, dan saling berbagi.....

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.