Cara Menghadapi Situasi Sulit ( Pandemi Covid 19 ), Menurut Ajaran Ilmu Kebatinan


Ajaran Ilmu Kebatinan ini diyakini oleh Samin Wedhus, tokoh di tulisan Soesilo Toer, dalam bukunya “Pram dari Dalam, di bagian yang berjudul, Siapa pun Tak Berhak Merancang Nasib?”.

Ilmu yang sederhana yang ditekuni, dihayati dan dijadikan bagian dari hidupnya. Terbukti dalam serba kekurangan, keterbatasan dan kemiskinan hidup, ia berhasil mengembangkan usaha beternak kambing (Wedhus). Samin Rejo mendapatkan gelar Samin Wedhus. Ini sedikit penghinaan, tetapi bagi dia, itu berkah, itu tradisi, dan ia terima dengan tangan terbuka, lapang dada. Banyak orang juga mendapat gelar tanpa harus kuliah di perguruan tinggi, namun malah melambungkan namanya di kemudian hari. Istilah sekarang Personal Branding.

Kondisi sulit juga melanda saat pandemi covid 19 sekarang ini, mari belajar dari Samin Wedhus, yang memahami dan percaya tanpa reserve ajaran tentang Kiblat.

Kiblat Wetan, berarti Wiwitan. Ajaran untuk menyadari dari mana asal usulnya sendiri, menghargai dan menghormati tradisi. Aku berasal dari keluargaku, aku hormati ayah ibuku, kakek nenekku dengan mengikuti arahan dan tuntunan yang telah diajarkan padaku. Aku dari Suku Jawa, aku hormati dan lestarikan tradisi Budaya Jawa. Aku warga negara Indonesia, aku hidupi Pancasila sebagai Dasar dan Falsafah hidup berbangsa. Aku warga dunia, aku menjadikan bumi adalah rumah bersama. Situasi sekarang yang mengharuskan jaga jarak dan di rumah saja, aku sikapi dengan pemahaman Kiblat Wetan ini. Demi menjaga kesehatan orang tuaku, aku tidak pulang mudik, namun tetap sungkem dengan video call saja. Aku ikuti anjuran pemerintah negara untuk tidak berkumpul sementara, mencegah percepatan penyebarannya. Dengan demikian juga turut serta berkontribusi meminimalkan angka data positif korona dunia.

Kiblat Kulon, berarti mlakua sing alon alon, berjalanlah perlahan agar selamat sampai tujuan. Ajaran ini sesuai dengan kondisi sekarang yang perlu waspada tidak panik. Banyak bisnis yang dulu sebelum pandemi berlomba adu cepat sekarang sekarat. Banyak orang di kota yang berebut jalan agar segera sampai tempat kerja hingga membuat kemacetan, sekarang di rumah saja, dan keluar rumah kalau memang sangat penting dan mendesak. Semua pihak diajak untuk berjalan perlahan, dalam mensikapi keadaan. Juga tidak boleh hanya diam karena kalau diam juga tidak mendukung kehidupan. Urip iku Obah, hidup adalah bergerak. Begitu pun dalam dunia usaha, tetap bergerak, berusaha tetap bertahan. Perlahan beradaptasi melihat setiap peluang sampai nanti pandemi menghilang dan kembali menjulang.

Kiblat Kidul berarti tangia wengi lan aja karem wadul. Bangunlah tengah malam, dan jangan senang sering melapor. Bangun tengah malam, diartikan ajakan untuk berefleksi, melihat kembali apa yang telah terjadi dan berusaha menemukan kehendak Illahi. Dalam masa Pandemi ini, perlu menemukan apa rahmat yang ada. Wadul atau melapor, adalah istilah kata yang ditujuka pada tindakan anak anak ketika ia memiliki persoalan dengan temannya, ia tidak berani menghadapi, ia melaporkan pada kakak atau orang tuanya.Kakak atau oragn tuanya lalu yang datang dan menyelesaikan persoalannya, jika temannya juga melakukan hal serupa maka terjadilah pertikaian antar keluarga. Wadul ini jika dilakukan oleh orang dewasa menjadi tindakan mengadu domba. Ajaran ini juga mengajak untuk tidak mudah menyerah, hanya tergantung pada pemerintah. Harus berani menghadapi situasi pandemi ini bahkan berusaha memberi kontribusi solusi, bukan malah membuat keadaan tambah kalut.

Kiblat Lor berarti uripmu ora sak amba godhong kelor. Hidup yang baik harus memiliki keberanian dan wawasan yang luas, tidak sesempit daun kelor. (Kelor adalah tanaman perdu yang berdaun kecil, daunnya dapat dimakan dijadikan sayur atau lalapan). Ajaran ini mengajak untuk hidup bukan sekedar bekerja secara baik dan jujur hanya untuk menolong diri sendiri. Sesuai di masa pandemi ini, penting sekali saling peduli, gotong royong dan berbagi. Hidup bersama, kehidupan sosial, wajib dijaga demi keselamatan bersama dan dunia.

Semoga bermanfaat.

Yogyakarta, 24 Mei 2020

Retmono Adi

Sumber :
Toer, Soesilo, Pram dari Dalam, penerbit Gigih Pustaka Mandiri bekerjasama dengan Perpustakaan Pataba Blora. 2013

 

Penulis: retmono

.....Psikolog yang menyenangi Drama/Teater, Psikodrama ...demi kehidupan yang lebih baik,.....mari belajar, dan saling berbagi.....

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.