Serasa Telah Menjadi Agen Generasi yang Turut Mewarnai Peradaban


Aku yang lahir awal 70-an, masih bisa dianggap Generasi Y, dan jelas masuk dalam kategori Urban Digital. Awalnya belajar menulis di papan tulis dengan kapur, sekarang dapat belajar dari berbagai belahan dunia sambil asyik ngemil di dapur.

Aku juga dapat menyebut diriku Generasi 90-an, yang mengalami perubahan secara bertahap perkembangan teknologi informasi digital. Dalam berkomunikasi jarak jauh, dari lewat telpon koin dengan hanya bicara, sekarang sudah dapat dengan video call saling bicara dan bertatap muka secara bersama.

Nah, saat memasuki situasi New Normal, karena Pandemi Covid 19, harus jaga jarak sosial dengan bekerja dari rumah saja, banyak orang melakukan interaksi dengan menggunakan video call. Rapat kerja dilakukan dari rumah masing-masing dan presentasi pemaparan materinya dengan Video Conference.

Banyak aplikasi digital menawarkan layanan itu, beberapa yang populer diantaranya , Zoom, Google Meet, Camfrog, Facebook Live , Instagram Live, dan masih banyak lagi. Orang orang menggunakan bukan hanya untuk urusan pekerjaan. Karena tidak dapat bertemu fisik maka reuni alumni juga dilakukan secara virtual (dengan menggunakan salah satu aplikasi tersebut), bahkan reuni keluarga pun dilakukan secara virtual. Saling menyapa, ngobrol dan bercanda lewat video, cukup dapat mengobati kerinduan akan pertemuan.

Aku awalnya gaptek juga, dengan modal nekat coba coba. Bagaimana pun aku perlu mempraktekkan Psikodrama, sebelum pandemi memang harus ada pertemuan langsung, berkumpul dalam kelompok. Saat pandemi pertemuan dalam kelompok dihindarai, aku tidak dapat mengais rejeki.

Segala sesuatunya ada saat pertama kalinya. Pertama aku ngeLive di Instagram. Aku abaikan kontennya, asal ngobrol santai, mengajak temen yang bersedia berbagi cerita. Aku belajar membiasakan diri untuk mengatasi kesulitan teknisnya, dan mengalami sendiri bagaimana berbicara di depan kamera.

Selanjutnya aku rajin mengikuti webinar (seminar online), dengan jurus dasar, mengamati, meniru dan memodifikasi. Pada saat acara reuni online, aku download aplikasi Zoom, dan dibimbing oleh temen yang memang bidangnya teknologi informasi, hingga aku bisa mempraktekkan dengan lancar sebagi pengguna.

Ada hasilnya juga aku sering live di Instagram dan aktif di seminar online viz Aplikasi Zoom. Ada teman lama yang dulu pernah mengikuti workshop Psikodrama, ingin membuat webinar dengan konten Psikodrama. Tanpa pikir panjang aku setuju. Aku mempersiapkan diri dengan membuat ppt, bahan presentasi, yang jika workshop pertemuan fisik tidak aku lakukan. Aku beradaptasi mengikuti kebutuhan dan permintaan yang punya gawe. Bahkan aku bela-belain, membeli head seat yang ada microphonenya, agar dapat memberikan hasil lebih baik saat berbicara di depan kamera.

Foto akhir Webinar Psikodrama
Peserta diinstruksikan oleh moderator untuk membuat ekspresi menangis saat akhir acara sebelum aku undur diri offline.

Banyak di media sosial muncul foto foto orang yang telah mengikuti reuni, atau webinar, atau pelatihan dengan menggunakan aplikasi online. Aku tidak ketinggalan, turut mengunggah foto saat aku menjadi narasumber webinar Psikodrama dengan memakai alikasi Zoom.  Saat aku melihat foto itu lagi, aku merasa telah menjadi agen generasi yang turut mewarnai peradaban saat ini.

Paling tidak ini sebagai dokumentasi, aku telah me-Ruang dan memberi kontribusi. 

Bagaimana dengan kalian ?

Mari terus berkarya, dan memberi kontribusi nyata, situasi New Normal menjadi tantangan yang biasa bagi kita yang percaya.

Yogyakarta, 18 Juni 2020

Retmono Adi 

 

Penulis: retmono

.....Psikolog yang menyenangi Drama/Teater, Psikodrama ...demi kehidupan yang lebih baik,.....mari belajar, dan saling berbagi.....

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.