Obrolan Santai Mengenai Assesmen Kompetensi Integritas


Beberapa waktu yang lalu, temenku mempresentasikan desertasi Doktoralnya via online, mengenai Autentik Organisasi, yang dilanjutkan dengan obrolan santai di WAG. Kebetulan waktu Ujian Desertasinya aku hadir, namun saat presentasi online (setelah beliau dinyatakan lulus) aku tidak dapat mengikuti karena ada mengisi even online di waktu yang sama.

Tulisan ini tidak membahas tentang proses desertasinya, melainkan obrolan santai di WAG, yang mengerucut bahwa Organisasi Autentik berpondasi Kejujuran, dan berkembang menjadi Integritas serta sharing pengalaman dalam meng-asssesmen Kompetensi Integritas itu.

Dibawah ini Chat yang aku copas dari WAG, dengan sedikit mengedit alur dan tata tulisnya.

Elly :
Aku melihat benang merahnya dari sisi asesmen yg bisa kulakukan.
Utk tahu prototipe kompetensi yg ada.. perlu diperas dulu value,.misi dan visi organisasi itu.
Lalu perlu dipilah.
Yg menarik konsep Sus.. TRUE.. berawal dari Kejujuran itu.. justru itu yg diinginkan utk digali, namun susah banget utk didapatkan. Ternyata dari gambaran Sus.. yg lapisan kulit bawang itu.. pantas aja yaa susahhhhh…
Qiqiqiqi..
Lha mau ngukur kompetensi Integritas? Or nama lain.. piye jal..

Sus :
Betul Elly…terima kasih banyak.
kayaknya saya perlu belajar banyak darimu tentang asesmen ini…
Betul..bisa dimulai dari integritas, misalnya…๐Ÿ™

Made :
kalo klienku minta ngukur integritas karyawannya, biasanya aku berdebat panjang dulu.. hi hi

Wahyu :
Boleh nanya nggak…..
Integritas menjadi salah satu faktor kunci dalam mempertimbangkan seseorang dapat menduduki posisi penting dalam perusahaan ….. sampai sejauh mana penilaian integritas tersebut dapat dipertanggungjawabkan berdasarkan hasil assessment….
Banyak kasus, orang yang sudah menduduki posisi penting justru luntur integritasnya karena berbagai ‘godaan’ jabatan mungkin.

Aku :
Kupikir sama dengan hasil Assesment, terhadap faktor (kompentensi) lainnya. krn namanya manusia, hidup, ada interaksi, faktor lingkungan (kerja, Keluarga, ) yg juga berubah, berkembang, memiliki andil,…

Made :
betul… dan pengamatan dari orang sekitar menjadi penting juga.

Elly :
(menanggapi Made : kalo klienku minta ngukur integritas karyawannya, biasanya aku berdebat panjang dulu.. hi hi )
Iya bener…
Tapi justru di kalangan BUMN itu udah di state di awal.
๐Ÿคญ๐Ÿคญ

Made :
krn BUMN punya standar dari negara yg gak bisa diganggu gugat.

Aku :
Situasi seperti ini menjadi “katalis” bagi formalisme, yg malah jadi lingkaran setan dalam membangun Integritas
karena Integritas dari dalam diri, bukan tekanan dari luar

Sus :
Wah makin menarik ini..
mohon tambahan penjelasan ttg “katalis” bagi formalisme๐Ÿ™

Aku :
Integritas itu setara (selaras) dengan Perkembangan Moral Kohlberg level tertinggi, namanya perkembangan, jadi perlu dilatih, dikondisikan dan melewati Trial and Error,…, Sementara “aturan yg tidak dapat diganggu gugat”, itu masih masuk dalam level menengah (atau bisa jadi level paling bawah jika dasarnya pertimbangannya takut akan hukuman) dari Perkembangan Moral Kohlberg,…kemungkinan besar perkembangan moralnya akan terhenti hanya di formalitas mengikuti aturan itu, krn tidak ada ruang berlatih untuk berkembang,…organisasi yang kaku dengan aturan yg rigid (tidak dapat diganggu gugat) menciptakan pribadi pribadi yang takut salah, sementara Integritas adalah Keberanian (cinta) buah dari kesadaran akan nilai2 universal, bukan karena ketakutan akan aturan,…. lokus kontrol dari pribadi yang takut aturan adalah Eksternal, sementara Integritas adalah hasil lokus kontrol internal yang optimal,… (sing takon doktor njuk le njelas ke nggo teori2 ben kethok rada pinter) #MacakBijak.

Wahyu :
Mencerahkan …..
Ada kesesuaian dengan pengalaman praktis.

Sus :
Iya betul..terasa lebih membumi…๐Ÿ™

Demikian, semoga bermanfaat, terima kasih teman teman atas inspirasinya, maaf aku tulis nama aslinya, agar tetap autentik.

Yogyakarta, 30 Juni 2020

Penulis: retmono

.....Psikolog yang menyenangi Drama/Teater, Psikodrama ...demi kehidupan yang lebih baik,.....mari belajar, dan saling berbagi.....

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.