Menulis sebagai Cara Terapi Jangka Pendek


Aku mengikuti Webinar, dan mendapatkan materi The Use of Writing as Therapy in the Short-termoleh Nadine Santos. Aku ingin tulis ulang dan kusimpan di sini, agar dapat kubaca ulang dan dibaca orang lain yang mungkin membutuhkan.

Ada 3 hal yang disampaikan yaitu :

  1. Menulis memiliki sifat Terapeutik
  2. Bukti bagaimana menuliskan cerita berpengaruh terhadap kehidupan kita
  3. Cara Mempraktekkannya.

Kekuatan Tranformasi Menulis

Menulis sebagai cara penyembuhan – bagaimana kita menceritakan kisah kita, mengubah hidup kita (Louise De Salvo,)

Menulis adalah Keberanian (Pramoedya Ananta Toer) * ini tambahanku sendiri.

‘Semakin saya menulis, semakin saya menjadi manusia. Tulisan itu mungkin tampak menakutkan (bagi sebagian orang), karena merupakan menguak luka lama, tetapi saya menjadi individu yang lebih manusiawi karenanya. Saya mengeluarkan racun dari sistem (tubuh) saya, “Henry Miller,

‘Luka kita sendiri dapat menjadi kendaraan untuk mengeksplorasi sifat esensial kita, mengungkapkan tekstur hati dan jiwa kita yang terdalam, andai saja kita akan duduk bersama mereka, membuka diri kita terhadap rasa sakit, (…) tanpa menahan diri, tanpa menyalahkan’. Wayne Muller, Legacy of the Heart

Virginia Woolf menyarankan bahwa saat-saat wawasan mendalam datang dari menulis tentang luka psikis kita, harus disebut kejutan. Karena mereka memaksa kita untuk memiliki kesadaran tentang diri kita sendiri, hubungan kita dengan orang lain dan posisi kita di dunia ini.

  1. Menulis Memiliki Sifat Terapeutik

Menulis dapat menyelaraskan kembali dengan sifat dasar kemanusiaan kita. Menulis juga dapat menyembuhkan luka batin yang menjadikan kita tidak optimal dalam menjalin hubungan emosi dengan orang lain. Menulis akan membantu membangun hubungan kembali dengan lingkungan sekitar kita. Perspektif kita akan berubah dengan kita membaca tulisan kita sendiri, ini menyembuhkan.

Menulis dapat berfungsi untuk memperbaiki, seperti unsur unsur kimia yang dapat menstabilkan gambar, dalam dunia fotograf. Menulis juga berfungsi sebagai penyembuh, bagaimana aku sekarang, bagaimana aku dulu dan bagaimana aku nantinya. Sebuah cerita seputar penulisan dan introspeksi, merupakan transformasi perasaan yang halus tapi nyata.

Ada kekuatan dan potensi dalam menulis. Kita dapat belajar menerima perasaan sulit. Tetapi juga dapat untuk menemukan tempat yang aman, nyaman, tenang dan gembira. Menulis juga dapat digunakan untuk menyatakan diri, kita dapat bercerita tentang kisah kita. Kita juga dapat membagikan rahmat karunia yang kita dapat dari usaha kita dengan orang lain. Hal ini akan memperkaya dan memperdalam pemahaman kita, sebagai sebuah komunitas.

Sebagai bentuk pemulihan, menulis tentang sesuatu yang menyakitkan – akan membantu memperbaiki yang salah. Menulis dapat mentransformasi perasaan (‘Kita akan selalu merasa sakit, jadi kita perlu menggunakan sebaik baiknya ‘ – Audre Lorde). Menulis ibarat kita telah merebut kembali, kekuasaan atas diri kita  – Menjadikan kita merasa berdaya kembali dan seimbang. Menulis dapat kita gunakan untuk mengunjungi masa lalu dengan aman. Kita jelajahi waktu, bisa kita perbaiki dan bisa juga kita ubah sesuai dengan cerita yang kita inginkan.

2. Bukti, Bagaimana Mengungkapkan Kisah Diri Kita Memberikan Pengaruh pada Kesehatan Mental

“Menulis bisa menjadi jalan menuju tempat di bagian dalam diri di mana kita bisa menghadapi trauma dan mengistirahatkannya – dan menyembuhkan tubuh dan pikiran.” James Pennebaker

Sekedar menulis tentang topik sepele atau hanya melampiaskan perasaan suatu trauma atau hanya menggambarkan trauma saja tidak cukup. Untuk meningkatkan kesehatan mental, kita harus menulis kisah terperinci, menghubungkan perasaan dengan peristiwa. Semakin sukses sebagai narasi (terperinci, jelas, lugas) – semakin banyak manfaat kesehatan mental dan emosional yang didapat dari menulis.

Sebuah studi lanjut oleh Pennebaker di sekitar aktivitas gelombang otak ditemukan: (Untuk siswa yang mengeksplorasi perasaan tentang peristiwa traumatis saat mereka menulis)

Menjelajahi perasaan tentang peristiwa traumatis melalui tulisan, akan menciptakan kesesuaian dalam aktivitas gelombang otak antara kedua belahan otak. Informasi emosional dan linguistik sedang diproses / diintegrasikan secara bersamaan

Di antara eksperimen lain …

Menulis juga dapat meningkatnya respons sistem kekebalan tubuh, detak jantung lebih rendah, dan kondisi fisiologis yang lebih rileks

Menulis juga lebih dari sekedar mengatasi trauma:

Menulis dapat membantu dalam melewati suasana dukacita, terjadi  perubahan perilaku yang substansial dengan tulisan. Bagi pengangguran, menulis menjadikan pikiran lebih sehat, sehingga dapat menemukan pekerjaan lebih cepat. Bagi pegawai akan lebih sedikit absen dari pekerjaan, dan bagi yang mengidap penyakit parah, dengan menulis dapat menemukan penerimaan diri dan ketenangan batin.

Menulis adalah proses mengendalikan pikiran dan perasaan. Saat pikiran dan perasaan menghadapi kekacauan, dengan menulis terjadi proses penataan pikiran sehingga menjadi lebih fokus dan tenang. Pada saat menulis proses Integrasi dan perbaikan simbol simbol diterjemahkannya ke dalam bahasa kita sendiri yang mudah dimengerti. Dalam hal ini menulis menjadi saat merawat diri sendiri.

3. Cara Mempraktekkannya.

Kita perlu membuat tulisan yang memiliki kualitas penyembuhan yaitu, tulisan yang konkrit otentik dan kaya akan detail. Tulisan tersebut menghubungkan perasaan dengan peristiwanya. Tulisan yang membentuk diri kita seperti sekarang ini, perlu seimbang antara yang negatif dan positif. Dan yang utama tulisan itu mengungkapkan wawasan tentang apa yang dipelajari dari pengalaman yang menyakitkan.

Mengapa Menulis ?

Menulis itu murah, kita tidak perlu banyak waktu dan  fleksibel. Kita dapat memprakarsainya sendiri. Menulis dapat bersifat pribadi,  kita gunakan untuk diri sendiri atau kita bagikan. Menulis itu portabel, bisa dibawa kemana saja (dilakukan dimana saja). Kita dapat melakukannya dengan baik baik saja, bahkan menikmatinya, namun kita juga  dapat melakukan dengan perasaan sakit.  Menulis tidak memerlukan bakat bawaan – namun kita akan menjadi lebih terampil saat kita menulis.

Mengapa menulis bisa menjadi alat yang baik untuk terapi jangka pendek?
Karena apa yang kita tulis dapat menjadi sesuatu yang dapat dibagikan atau  kita diskusikan, jika memang kita menginginkan, namun jika hanya untuk  diri sendiri, juga cukup baik untuk mengungkapkan keluh kesah tanpa menambah masalah.

Saat ada percikan ide tercipta, dituliskan, maka akan mengalir kata kata dengan sendirinya sehingga “pekerjaan” akan berlanjut hingga tuntas. Beban pikiran atau perasaan yang tersimpan akan dapat keluar dan melegakan.

Menulis juga memberdayakan klien, bahwa ia dapat melakukan sesuatu dan menghasilkan karya. Pada saat pertama mungkin tidak ingin dibagikan, selanjutnya dapat didiskusikan. Klien akan mendapatkan apresiasi yang meningkatkan keyakinan dirinya untuk menulis lagi, dan lagi. Hasratnya untuk menulis akan mendorong kreativitasnya. Klien tidak akan menulis tulisan yang sama,

Beberapa Saran

Menulislah secara berkala, 20 menit sehari cukup. Lakukan di lingkungan pribadi dan aman. Tulislah apa yang terjadi, mengambarkan peristiwa dan menungkapkan perasaan yang ada. Lakukan dengan detail dan terperinci. Jangan pedulikan tentang tata bahasa, dan mengharapkan perasaan perasaan yang rumit

Jangan mengganti tindakan dengan menulis, kalau harus meminta maaf pada orang lain ya lakukan jangan hanya dituliskan. Menulis jangan hanya digunakan untuk mengeluh, apalagi kemudian disebarkan ke media sosial, ini malah akan menambah masalah.

Hati-hati dengan analisis berlebihan, kadang tulisan cukup dijadikan katarsis, tidak perlu dicari artinya terlalu dalam.

Jangan menggunakan tulisan sebagai pengganti terapi perawatan medis. itu sudah wilayah dokter jiwa (psikiater) ada obat obat yang kita (psikolog) tidak ada kewenangan dalam melarang atau menggunakannya.

Tulisan diatas berdasar buku : Penggunaan Menulis sebagai Terapi Jangka Pendek,  Desalvo, L. (2000). Menulis sebagai cara penyembuhan – bagaimana menceritakan kisah kita mengubah hidup kita. Beacon Press

Setelah memahami tulisan diatas, Apa yang sebaiknya dilakukan sekarang?

Menulislah !

Yogyakarta, 26 Juli 2020

Penulis: retmono

.....Psikolog yang menyenangi Drama/Teater, Psikodrama ...demi kehidupan yang lebih baik,.....mari belajar, dan saling berbagi.....

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.