Menata File Memori Lama agar Lebih Cepat Menerima File Baru


Hape-ku mulai lelet untuk membuka dan menerima informasi baru. Membutuhkan waktu relatif lama hanya sekedar membuka saja. Maka aku lakukan proses menata (membuang) file file lama, terutama video dan foto yang aku dapatkan dari media sosial.

Dari proses itu aku terpikirkan pada apa yang sering terjadi pada kebanyakkan pikiran orang. Banyak orang kesulitan menerima pemahaman baru, serta sulit belajar hal yang baru, karena banyaknya pengalaman dan ingatan yang membebani. Orang perlu menata (membuang) pikiran pikiran lama, agar tersusun rapi dan membuka jalan mempermudah menerima pikiran baru.

Bagaimana caranya, merapikan pikiran pikiran lama yang berdasar dari pengalaman hidup dan telah terbukti kebenarannya ?

Sebenarnya tidak betul betul membuang semua pemikiran lama tersebut, cukup menyadari konteksnya. Pertama sadari konteks waktu, pengalaman yang mendasari adanya pemikiran tersebut. Kapan peristiwa itu terjadi, pelajaran apa yang didapatkan dari pengalaman itu, Apa perasaan yang kuat saat peristiwa itu. Siapa saja yang terlibat dalam peristiwa tersebut. Apa saja yang ada (perlengkapan, benda benda) pada waktu itu. Sedetail mungkin fakta fakta yang ada, baik fakta materiil maupun emosional, bahkan kalau ada fakta spiritualnya.  Makin detail maka pemahaman akan makin komprehensip.

Nah, dari pemahaman tersebut, mungkinkah peristiwa yang sama akan terulang kembali sedetail-detailnya? Tentu tidak! Kesadaran akan muncul bahwa selalu ada yang baru, berbeda, pada tiap peristiwa bila terjadi pada waktu (dan tempat) yang berbeda, apalagi dengan orang yang berbeda dan situasi yang berbeda. Jadi sebenarnya cukup memahami konteksnya, maka pikiran akan menempatkan pada syaraf memori yang tepat sehingga terbuka ruang ruang baru untuk peristiwa baru dengan pemahaman baru.

ini yang membedakan kapasitas prosesor hapeku, dengan kapasitas otak manusia. Kapasitas memori hape terbatas, kapasitas memori manusia tidak terbatas sehingga tidak perlu menghapus, cukup menata cara berpikir.

Namun ada kesamaannya yaitu dalam memproses pengalaman atau data baru dapat terhambat oleh data data lama. Jika  pada hape  ruang untuk memproses (menyimpan) data baru terbatas, pada manusia data lama itu akan menghampat, atau menghalangi pemrosesan data atau pengalaman baru menjadi pemahaman baru, sehingga yang tersimpan tetap pemahaman lama. Bila yang terjadi demikian maka orang tersebut dapat dikatakan “lelet” juga.

Oh, ya,…teknik untuk memahami konteks waktu dapat dilakukan dengan cara Psikodrama, dengan memainkan kembali  (Playback) pengalaman masa lalu itu. Psikodrama juga membantu dalam mengungkap detail detail yang mungkin terlupa maka kesadaran juga makin lengkap. Ilmu atau pemahaman akan tercipta dan tersimpan rapi bila pengalaman itu didukung kesadaran.

Yogyakarta, 14 September 2020

Retmono Adi

Penulis: retmono

.....Psikolog yang menyenangi Drama/Teater, Psikodrama ...demi kehidupan yang lebih baik,.....mari belajar, dan saling berbagi.....

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.