Nilai-Nilai Keutamaan dalam Film Serial Anime yang Sesuai untuk Remaja


Selama Pandemi Covid 19, aku melakukan karantina mandiri, dengan memilih lebih banyak waktu di rumah saja. Selain untuk membuat tulisan dan melakukan Zoominar mengenai Psikodrama, aku menonton film Serial Anime, Naruto, Black Clover, Boruto, Chou Yuu Sekai: Being the Reality dan beberapa yang lain. Ada yang masih tayang serialnya, dan ada yang sudah tamat. Hal ini juga menjadi cara mencari bahan yang dapat dibagikan saat  memfasilitasi workshop psikodrama.

Film anime yang aku tonton, ada benang merahnya, ada pola dan nilai nilai yang mendasarinya, ada pesan pesan baik yang penting untuk penonton yang ditujukan pada kelompok remaja. Aku meyakinan bahwa film tersebut dibuat dengan didasari literasi yang signifikan, dibuat oleh orang orang yang ahli di bidangnya, termasuk juga dalam alur dinamika psikologis para tokohnya. Dinamika Psikologis para tokoh yang membentuk cerita dan membangun peristiwa selaras dengan prinsip Psikodrama, maka dari film tersebut dapat disarikan nilai nilai keutamaan yang dapat dijadikan pelajaran bagi kehidupan, terutama untuk remaja sesuai dengan tokoh utama (Protagonis) serta peruntukkan (kelompok sasaran) film ini dibuat.

Beberapa nilai keutamaan yang penting untuk bekal remaja aku temukan, paling tidak aku merasa bahwa masa remajaku dipengaruhi oleh nilai nilai itu, (memang sejak dulu aku suka nonton Anime, dan baca komik manga) yang menjadikan aku mampu bertahan melewati (menikmati) masa Remaja itu. Eh,..jangan jangan aku yang tidak mau lepas dari masa Remaja itu? Ach,..kalau saja ada pilihan untuk tetap Remaja, dengan pengalaman yang sekarang,…wow…..apa yang terjadi ya?

Berikut nilai nilai tersebut :

Bahwa yang terjadi pada Tokoh utama, ada hubungan dengan masa lalunya. Proses perjuangannya dimulai dengan mencari  hingga menemukan siapa sesungguhnya dirinya. Berjuang menelusuri sejarah hidupnya, hingga menemukan “penjelasan aku menjadi seperti ini”. Ada kesadaran baru bahwa apa yang dialami “saat ini” , juga karena , dalam diri tokoh ada kekuatan tersembunyi yang bagi orang lain merupakan sesuatu yang menakutkan, Sehingga ia diperlakukan “berbeda”.

Kesadaran baru tersebut juga menumbuhkan Tujuan, untuk apa tokoh memiliki kekuatan itu, biasanya untuk menyelamatkan dunia, atau untuk membuat dunia lebih baik. Motivasi tindakannya berasal dari hal yang sederhana yaitu melindungi orang yang dicintai. Berdasar drama memang menarik jika ada bumbu romantisnya. Sesuai dengan dunia remaja yang mulai ada hasrat terhadap hubungan romantis dengan orang lain.

Alurnya juga dibangun sesuai dengan kemampuan tokoh yang bertumbuh. Kekuatan tersembunyi perlu dilatih agar berdaya guna. Ada waktu dibutuhkan dan usaha keras dari Tokoh agar mampu mengoptimalkan kekuatannya untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi dalam mencapai tujuannya.

Juga ditunjukkan bahwa selain dari hasil latihan yang sungguh sungguh dari Tokoh, Kemampuan baru akan muncul saat berani menghadapi kesulitan. Kesulitan yang datang semakin lama semakin berat. Tokoh pantang menyerah terus maju menghadapi rintangan dan tekadnya yang kuat menjadikan ia mampu melewati batasan diri sehingga ia mampu menyelesaikan tugas dengan bonus mendapatkan kemampuan baru yang lebih hebat.

Tekad yang kuat muncul dari keinginan yang sederhana yaitu peduli pada teman. Bagi tokoh teman adalah sesuatu yang penting, karena dari pengalamannya bahwa tidak memiliki teman menjadikan kesepian. Kesepian yang menyakitkan yang sembuh ketika dibasuh oleh cinta dari seorang teman.

Tokoh merasakan kekuatan cinta yang menyembuhkan dari sakit pedihnya kesepian. Tokoh tidak ingin kehilangan teman maka ia ingin melindungi temannya itu dengan segenap kekuatannya. Semakin ia melindungi temannya makin banyak teman yang ia dapatkan. Teman temannya pun juga melindunginya dan menjadi tambahan bagi kekuatannya dalam mengatasi kesulitan yang dihadapi dalam mencapai tujuannya.

Ada hal penting juga yang dapat dipelajari dari lawan tokoh utama, yang juga mendapatkan Kekuatan dari kebencian, kepedihan karena kesepian. Kekuatan yang berasal dari kekuatan gelap, hitam, iblis, jahat. Kekuatan yang ingin menghancurkan dunia, agar makin banyak kegagalan, putus asa, kesepian dan kepedihan. Kekuatan ini juga sangat hebat sehingga banyak orang mengikutinya. Kekuatan tanpa Cinta ini akan merusak diri dan dunia.

Cerita diakhiri dengan pertempuran kedua kekuatan tersebut, yang dimenangkan oleh Kekuatan yang dilandasai oleh Cinta, maka dengan demikian dunia terselamatkan.

Demikian beberapa yang dapat aku sarikan, mungkin ada kawan lain yang dapat juga melihat nilai nilai yang baik lainnya? mohon kesediaannya berbagi di kolom komentar.

Terima kasih.

Yogyakarta, 15 September 2020

Retmono Adi

Penulis: retmono

.....Psikolog yang menyenangi Drama/Teater, Psikodrama ...demi kehidupan yang lebih baik,.....mari belajar, dan saling berbagi.....

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.