Belajar Menemukan Value Cinta dengan Psikodrama Lewat Telepon (Bagian Tiga)


Aku termenung cukup lama sambil membawa secangkir teh hijauku yang sudah kosong. Aku ndomblong sambil mengamati kucing kakakku yang gemuk sedang tidur pulas tidak jauh dariku. Aku seperti orang yang sedang syok entah kenapa aku tidak tahu. Jantungku berdebar agak kencang seperti saat aku presentasi di depan dosen. Aku belum terbiasa membicarakan kehidupan pribadiku dengan seseorang yang usianya jauh di atasku yang masih belum begitu kukenal dengan baik.

Beberapa saat kemudian. Tak lama setelah itu. Tangisku pecah. Aku menangis sejadi-jadinya. Rasanya ingin kupeluk tubuhku dengan begitu erat. Aku baru menyadari betapa penting dan berharganya value yang ada dalam diriku yang selama ini mungkin belum kukenali secara lebih dalam. Rasanya ingin kujumpai satu per satu orang-orang yang berarti di hidupku. Orang-orang yang telah ditakdirkan sebagai perantara cinta dari Tuhan untukku. Salah satunya sahabatku yang pernah bercerita tentang quote itu tadi. Aku mengetik pesan lewat whatsapp sambil menangis tersedu-sedu. Aku rinduuu beraaat.

Untuk bisa jujur dibutuhkan keberanian. Psikodrama mengajak individu untuk berani jujur kepada diri sendiri. Walaupun untuk berani jujur itu kadang pada awalnya terasa berat, pedih, dan melelahkan, tapi akhir dari semua perasaan ini adalah melegakan. Meskipun aku membutuhkan waktu beberapa jam untuk bisa menenangkan diri, namun pada akhirnya aku benar-benar merasa lega. Badanku terasa lebih ringan dan tidurku bisa lebih nyenyak.

Ini adalah pengalamanku belajar psikodrama di hari pertama. Aku tidak tahu apa saja yang akan terjadi padaku di pertemuan selanjutnya. Kalau memang pada akhirnya dengan belajar psikodrama dapat membantuku membangkitkan kebaikan-kebaikan yang ada dalam diriku, mungkin ini juga adalah salah satu tanda bahwa Tuhan masih sayang padaku…

Selesai mengedit ulang tulisan ini, kututup laptopku. Kupandangi sudut-sudut kamarku sambil berbisik kepada diriku sendiri, “Dear myself, you are loved more than you ever imagine…”

Setelahnya kuputar lagu True Colours dari Tom Odell yang pada tiap bait liriknya cukup mewakili perjalananku dalam menemukan jati diri dan arti cinta itu sendiri.

You with the sad eyes
Don’t be discouraged
Oh I realize
It’s hard to take courage
In a world full of people
You can lose sight of it all
Darkness inside you
Can make you feel so small

But I see your true colours
Shining through
I see your true colours
And that’s why I love you
So don’t be afraid to let them show
Your true colours
True colours
Are beautiful

Kartasura, 09 Oktober 2020

Qanifara

Penulis: retmono

.....Psikolog yang menyenangi Drama/Teater, Psikodrama ...demi kehidupan yang lebih baik,.....mari belajar, dan saling berbagi.....

One thought on “Belajar Menemukan Value Cinta dengan Psikodrama Lewat Telepon (Bagian Tiga)”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.