WAKTU TERBUANG, WAKTU TERBILANG #Goresanku 146


Hari demi hari berlalu, hampir tidak ada diantara kita yg bisa mengklaim kelebihan waktu. Kita semua terburu-buru di ruang kelas, tempat bermain atau di meja makan keluarga. Bahkan bagi anak sekalipun, hilang kemewahan yg kita rasakan dulu … diajak berbincang dari hati ke hati, dan sekarang  harus dibiarkan melamun menabung mimpi.

Kita punya alasan berpacu dengan waktu dan menjadi terlalu produktif. Padahal kenyataannya yg mendorong seseorang terus kreatif justru kesempatan sejenak rilex. Kita punya urusan penting, mengaku tak punya waktu dan menunda menikmati hubungan. Padahal yg menumbuhkan rasa kekeluargaan bukan hanya kualitas interaksi, tetapi kuantitas waktu yang memadai.

Konon, ada 2 tipe manusia, adalah menyesali hal-hal yg mereka lakukan dan menyesali hal-hal yg tidak dilakukan. Entah mengapa, bila dipaksa untuk memilih, saya merasa kelompok pertama yg lebih beruntung  daripada kelompok kedua. Juga salah satu kata tersedih untuk diucapkan adalah kata ” seandainya ….. “.

” Tipu daya ” waktu adalah luar biasa, bahkan untuk orang-orang dengan pengetahuan dan jabatan tinggi sekalipun. Kita sulit memutuskan  mana pekerjaan prioritas atau jarang membuktikan cinta dengan perhatian, kecuali saat sudah terlambat. Di sini gunanya mendengarkan alarm diri, di sini sangat berharganya mempunyai seseorang yg peduli.

Ada hal tertentu yg memang tidak bisa dipaksakan, tapi harus dipelajari perlahan dengan berbagai pengalaman. Berikut beberapa hal yg bisa dipraktikkan:
* Memenuhi kebutuhan diri, misalnya untuk berolah raga, membaca dan menulis. Bukan soal ada tidaknya waktu tersisa, tapi perlu masuk dalam daftar yg harus dipaksakan agar biasa.
* Percayalah, kesibukan bukan tujuan, bukan juga indikator pentingnya seseorang. Tak perlu merasa istirahat adalah waktu yg terbuang. Sesungguhnya banyak hal yg menjadi  lebih bermanfaat saat kita bisa mengatakan tidak.

Sebagaimana banyak hal dalam pendidikan, ini lebih mudah diucapkan daripada dilakukan. Semoga menghabiskan waktu membaca dan menulis catatan di akhir pekan membuat kita mampu membantu diri sendiri, sambil berlatih setiap hari.

Ditulis kembali oleh: Tyas Kusumastuty

Penulis: retmono

.....Psikolog yang menyenangi Drama/Teater, Psikodrama ...demi kehidupan yang lebih baik,.....mari belajar, dan saling berbagi.....

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.