Self Harm, Segitiga Drama Karpman dan The Empowerment Dynamic (TED) Alat untuk Psikoterapi


Ada sebuah pertanyaan dari peserta workshop Psikodrama via Zoom,

“Bagaimana membantu teman yang bila sedang emosi sering melukai dirinya sendiri (self harm)?”.

Waktu itu aku sarankan secepatnya diarahkan untuk mendapatkan bantuan profesional. Pastikan teman tersebut tidak sendiri, dan berikan pemahaman akan perlunya bantuan dari ahlinya.

Sebenarnya ada metode yang dapat aku lakukan, namun pada waktu itu sedang membahas tema yang berbeda, dan sesi-nya juga bukan sedang menTerapi, melainkan sharing pengalaman. Jadi aku tidak melakukan terapi apalagi yang bertanya bukan penderitanya sendiri.

Namun aku jadi ingin menuliskan salah satu pendekatan untuk memahami dan membantu kasus Self Harm ini. Beratnya rasa sakit, beban hidup, serta kesulitan yang dialami seseorang menjadi alasan di balik terjadinya self-harm. Alasan-alasan ini pula yang menyadarkan kita bahwa self-harm dilakukan bukan karena seseorang ingin mencari masalah, tetapi justru menjadi cara untuk mengatasi permasalahan yang dialaminya.

Kesadaran diri merupakan kemampuan yang dibutuhkan. Seseorang yang memiliki kesadaran diri rendah tidak dapat mengatur emosi dan perilakunya dengan tepat ; serta menyadari bagaimana dampak yang ditimbulkannya terhadap diri dan orang lain. Kemampuan ini juga merupakan bagian penting dari suatu proses menyadari faktor-faktor munculnya emosi dalam diri sendiri. Mengetahui apa yang dirasakan dan menggunakannya untuk pengambilan keputusan diri sendiri, mampu berpikir realistis atas kemampuan diri termasuk kelebihan dan kekurangan yang dimiliki.

Salah satu metode meningkatkan kesadaran diri untuk membantu klien yang melakukan Self Harm, adalah pemahaman akan “Penyalahgunakan Karakter: dalam Segitiga Drama.

Apa itu Segitiga Drama?

The Drama Triangle, pertama kali dijelaskan oleh Stephen Karpman, menggambarkan tiga pola pikir yang merusak atau tidak membantu – The Victim, The Persecutor, dan The Rescuer.

Jika individu menemukan dirinya berperan dari salah satu dari tiga pola pikir itu, dia telah terjebak dalam Segitiga Drama ini dan mengalami emosi negatif yang menyertai kehidupannya. Segitiga Drama Karpman menggambarkan siklus drama kehidupan manusia yang terjadi secara berputar-putar dan berulang-ulang ketika timbul suatu konflik (Shmelev, 2015)

Dalam Kasus Self Harm, Korban mengalami konflik di dalam dirinya sendiri, kemudian berperan sebagai Persekutor dan Korban sekaligus disusul Karakter Rescuer belakangan. Dapat dikatakan bahwa siklusnya sangat cepat sehingga hampir bersamaan. Berperan (memiliki pola pikir) salah satu saja sudah mengalami emosi negatif apalagi lebih dari satu dalam waktu yang bersamaan, tentunya lebih berat dan merusak.

Kondisi berupa siklus penyalahgunakan karakter ini, perlu segera diputuskan dengan melatih peran alternatif baru agar tercipta siklus baru yang menumbuhkan ke arah lebih baik, yaitu dengan The Power of TED.

The Power of TED, pertama kali diterbitkan pada tahun 2009, The Power of TED * (*The Empowerment Dynamic) adalah cerita pengajaran yang menawarkan, pengenalan yang akrab /friendly untuk serangkaian peran alternatif baru yang kuat yang memiliki implikasi luas untuk memenuhi pengalaman hidup dengan lebih efektif dan dengan pemenuhan yang jauh lebih besar.

The Empowerment Dynamic (TED) menunjukkan jalan untuk melangkah ke peran yang baru yang menawarkan kehidupan dengan tujuan, kekuatan, dan kasih sayang terhadap diri sendiri dan orang lain. TED  berakar pada Orientasi Pencipta untuk berkarya dan kehidupan.

Model baru ini menjelaskan peran berikut sebagai “penangkal” untuk Segitiga Drama Karpman. bahwa “Korban” (Victim) mengadopsi peran alternatif sebagai Pencipta (Creator), memandang Penindas (Persecutor) sebagai Petualang (Challenger), dan meminta pelatih (Coach) alih-alih penyelamat (Rescuer)

  • Korban ~> Pencipta – korban didorong untuk berorientasi pada hasil sebagai lawan dari masalah dan bertanggung jawab untuk memilih respons mereka terhadap tantangan hidup. Mereka harus fokus pada penyelesaian “ketegangan dinamis” (perbedaan antara kenyataan saat ini dan tujuan atau hasil yang dibayangkan) dengan mengambil langkah-langkah tambahan menuju hasil yang ia coba raih.
  • Penganiaya ~> Petualang – seorang korban didorong untuk melihat seorang penganiaya sebagai orang (atau situasi) yang memaksa Pencipta untuk mengklarifikasi kebutuhannya, dan fokus pada pembelajaran dan pertumbuhan mereka.
  • Penyelamat ~> Pelatih – penyelamat harus didorong untuk mengajukan pertanyaan yang dimaksudkan untuk membantu individu membuat pilihan berdasarkan informasi. Perbedaan utama antara penyelamat dan pelatih adalah bahwa pelatih melihat pencipta mampu membuat pilihan dan memecahkan masalahnya sendiri. Seorang pelatih mengajukan pertanyaan yang memungkinkan pencipta untuk melihat kemungkinan untuk tindakan positif, dan untuk fokus pada apa yang dia inginkan daripada apa yang tidak dia inginkan.

Secara garis besar begitulah teorinya. Aku berharap Pandemi ini segera berlalu sehingga dapat segera mempraktekkannya. Segitiga Drama ini dapat lebih mudah dipahami dengan memakai tahapan Psikodrama, dipertunjukan secara spontan dan kemudian direfleksikan bersama dalam kelompok.

Menarik kan?

Come out and play,….

Yogyakarta, 22 November 2020

Retmono Adi

Sumber
Self Harm: Menyakiti Diri menjadi Pilihan untuk Menyalurkan Rasa Sakit
https://en.wikipedia.org/wiki/Karpman_drama_triangle

Penulis: retmono

.....Psikolog yang menyenangi Drama/Teater, Psikodrama ...demi kehidupan yang lebih baik,.....mari belajar, dan saling berbagi.....

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.