Penerapan Psikodrama di Dunia Pendidikan, Student Centered


Hari Guru Nasional diperingati bersama hari ulang tahun Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), yaitu pada tanggal 25 November. Hari Guru Nasional bukan hari libur resmi, dan dirayakan dalam bentuk upacara peringatan di sekolah-sekolah dan pemberian tanda jasa bagi guru, kepala sekolah, dan pengawas sekolah. Guru di Indonesia dianggap sebagai pahlawan tanpa tanda jasa.

Tulisan ini juga masih dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional, semoga bermanfaat.

Guru yang hebat adalah guru yang menguasai pengetahuan, kemampuan dan mampu memberi contoh, sehingga kehebatannya dikagumi murid-muridnya. Guru itu akan mengajarkan dan menularkan kehebatan dirinya itu. Guru akan menginspirasi murid agar menjadi hebat seperti dirinya.

Guru yang hebat juga adalah guru yang menyadari pengetahuannya terbatas, kemampuan masih banyak yang perlu dilatih, bahkan tidak mampu memberi contoh juga. Ia tidak nampak hebat, namun ia mampu membangun kepercayaan diri dan kepercayaan pada murid muridnya sehingga murid muridnya berani menjadi dirinya sendiri, belajar dari mengalamannya sendiri dan akhirnya menjadi orang hebat, bahkan melebihi gurunya.

Psikodrama lebih mirip dengan paparan yang kedua. Sutradara Psikodrama mengedepankan para peserta yang lebih aktif, untuk berani jujur pada dirinya sendiri. Tugas Sutradara membangun situasi kondisi yang aman, nyaman dan boleh salah, sehingga peserta dapat melakukan tindakan yang spontan, bereksplorasi dengan tindakannya kemudian merefleksikannya.

Dalam setting klinis yaitu dalam konteks Psikoterapi, psikodrama sudah memiliki pondasi yang mantap yaitu Client Centered, berpusat pada Klien seperti yang dipaparkan oleh Rogers. Manusia dalam pandangan Rogers adalah bersifat positif. Ia mempercayai bahwa manusia memiliki dorongan untuk selalu bergerak ke muka, berjuang untuk berfungsi, kooperatif, konstrukstif dan memiliki kebaikan pada inti terdalam.

Terapis  berfungsi sebagai penunjang pertumbuhan pribadi kliennya dengan jalan membantu kliennya itu dalam menemukan kesanggupan-kesanggupan untuk memecahkan masalah-masalah. Pendekatan client centered menaruh kepercayaan yang besar pada kesanggupan klien untuk mengikuti jalan terapi dan menemukan arahnya sendiri.

Hubungan terapeutik antara terapis dan klien merupakan katalisator bagi perubahan, klien menggunakan hubungan yang unik sebagai alat untuk meningkatkan kesadaran dan untuk menemukan sumber-sumber terpendam yang bisa digunakan secara konstruktif dalam pengubahan hidupnya.

Dengan demikian maka penerapan Psikodrama dalam setting pendidikan dan proses pembelajaran sesuai dengan konsep Student Centered, berpusat pada Siswa. Hal ini juga sesuai dengan prinsip bahwa :

    • Individu memiliki kapasitas untuk membimbing, mengatur, mengarahkan, dan mengendalikan dirinya sendiri apabila ia diberikan kondisi tertentu yang mendukung
    • Individu memiliki potensi untuk memahami apa yang terjadi dalam hidupnya yang terkait dengan permasalahan yang dihadapi.
    • Individu memiliki potensi untuk mengatur ulang dirinya sedemikian rupa sehingga tidak hanya untuk mengatasi masalah, tetapi juga untuk memenuhi kebutuhan diri dan mencapai kebahagiaan.

Yuks, praktekkan psikodrama !

Come out and play

Yogyakarta, 27 November 2020

Retmono Adi

Sumber
https://id.wikipedia.org/wiki/Hari_Guru
https://eko13.wordpress.com/2011/04/14/pendekatan-konseling-client-centred/
https://royvanblog.wordpress.com/2016/06/24/pendekatan-client-centered/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.