Belajar dari Masa Lalu untuk Merangkai Masa Depan? Modal Utama Resolusi


Mumpung bulan Desember, banyak orang mulai berrefleksi mengenai perjalanan hidup selama setahun ini, untuk selanjutnya membuat resolusi di tahun depan 2021. Aku mengcopy beberapa pernyataan yang cukup membingungkan, namun juga mengajak untuk merenung sebagai modal unutk membuat Resolusi. Sengaja aku copy apa adanya agar siapa pun dapat menemukan pemahamannya sendiri.

Pernyataan yang pertama, mungkin ini masih dapat mudah dipahami dengan Pendekatan Psikologi Industri.

Saya tidak merujuk pada klien, saya mengacu pada beberapa aspek fisika konseptual. Meskipun demikian, jika berbicara tentang seorang individu, masa lalu menjadi titik referensi sebagai ukuran kualifikasi, tentang bagaimana masa lalu sebenarnya dapat berdampak pada saat ini, dan dapat berfungsi sebagai pedoman untuk bagaimana hal itu mungkin atau tidak mempengaruhi masa depan.

Pemahamanku, masa lalu adalah salah satu bukti dari kualitas diriku, yang tentunya masih dapat dikembangkan lagi. Pengembangannya dapat aku mulai saat sekarang untuk masa depan.

Pernyataan kedua,  ini cenderung mendekati fiksi, namun masih layak untuk direnungkan. Mungkin dengan pendekatan disiplin filsafat masih dapat diterima.

Saya dapat membawa masa lalu ke masa sekarang dengan kekuatan yang saya temukan dalam tulisan kuno. Saya diurapi oleh kebesaran Pshuhara pra-Sumeria. Tentu saja masa depan tidak ada. Masa lalu, sekarang, dan masa depan adalah satu, tidak lain dari titik holografik yang tergantung pada suatu posisi.

Pemahamanku, mungkin bisa disamakan dengan Kesadaran akan “Saat Ini” atau “Here and Now”.

Pernyataan ketiga berupa percakapan, yang juga sebaiknya dipahami dengan cara Psikodrama, bahwa peristiwa masa lalu dapat dipertunjukkan lagi dalam adegan adegan drama, dengan tetap membawa rasa yang nyata.

Saya masih berurusan dengan bagaimana membawa masa lalu ke masa sekarang. Kami tidak bisa menghadirkan masa depan. Satu-satunya bukti masa depan ditemukan di masa lalu.

“Satu-satunya bukti masa depan ditemukan di masa lalu” sebuah ide menarik Mario. Bagaimana Anda akan melakukannya? Dan mengapa Anda harus “membawa” segala sesuatu dari masa lalu klien ke masa kini – jika memungkinkan?”

“Masa lalu adalah masa lalu, ya, Kevin, setuju kami tidak bisa mengubah masa lalu. Kami memiliki kenangan sehubungan dengan perasaan kami – tetapi perasaan dapat diubah (kita semua tahu itu) untuk menjalani kehidupan yang berbeda di masa sekarang dan itu juga mengubah masa depan kita.

Jadi Kevin, masa depan tidak ada, kan? Anda tidak perlu berpikir mengenai adanya”besok”?”

Pemahamanku bahwa untuk membuat Resolusi perlu memiliki keberanian dalam menerima masa lalu, menyadarinya, dan belajar darinya agar yang terjadi tidak terulang kembali. Kalau pun terjadi lagi kita sudah lebih mampu menerima kenyataan dan tetap dapat menikmati kehidupan saat ini.

Tetaplah bersyukur atas apa pun yang telah terjadi, karena saat ini masih diberi waktu.

 

Yogyakarta, 12122020

Retmono Adi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.