Cerita Pendek ; Drama Perjuangan Hidup Prita #03


Pada Suatu Gerimis di Sore yang Manis

Mereka tinggal di sebuah rumah bergaya minimalis yang di setiap sudut ruangannya berwarna putih. Lengkap dengan taman kecil di samping kamar tidur mereka. Prita berdiri di depan jendela, memandangi gerimis yang turun membasahi taman. Rio duduk di tempat tidur, memandangi Prita dari agak jauh. Memperhatikan rambut Prita yang tergulung dan agak sedikit basah terkena gerimis dari luar. Prita mengenakan daster berwarna krem dengan bahu yang agak terbuka. Rio bangkit dari tempat tidurnya. Ia dekap tubuh Prita dari belakang. Dagunya ia tempelkan pada pundak kanan Prita.

Prita tidak lagi memandangi gerimis, pandangannya beralih ke satu bingkai foto yang terpajang di atas meja dekat jendela. Dalam foto itu Prita mengenakan kebaya sederhana sambil memegang seikat bunga mawar, bersanding dengan Rio yang mengenakan beskap. Pun ada sosok wanita paruh baya yang juga berdiri di tengah-tengah mereka, Bu Sardi. Ketiganya tersenyum lebar dalam foto itu.

“Di foto ini aku agak terlihat gemuk,” ucap Prita.

“Gemuk atau pun kurus. Bagiku sama saja, Prita. Kau akan selalu cantik dan menarik di mataku,” goda Rio sambil perlahan mengecup pipi, leher, dan tengkuk Prita.

Prita tersenyum malu-malu.

Rio menambahkan, “You are beautiful in your own way, Prita.” Ia mengecup pipi Prita sekali lagi. Ia peluk istrinya lebih erat. “Jadi kapan kita bisa melakukannya?” tanyanya tak sabar dengan nada girang.

Prita tiba-tiba tertawa, “Jangan sekarang, Rio. Aku belum mandi sore.”

“Mandimu nanti saja. Di sini saja dulu.”

Prita mencoba mengalihkan pembicaraan. Tiba-tiba ia tersenyum kecut. “Bagaimana dengan ayahmu? Dia pasti akan mengutukku.”

“Biarkan saja, Prita. Kini dia sudah bahagia dengan istri barunya. Prita, lihat aku…”

Rio menghadapkan wajah Prita ke arahnya. Ia pegangi pipi Prita dengan kedua telapak tangannya. Ia tatap dalam-dalam kedua mata sayu gadis itu. “Kita sudah sama-sama dewasa, Prita. Aku berhak mengambil keputusan atas pilihan hidupku. Aku sudah cukup tua untuk diatur-atur.”

Sudah begitu banyak penderitaan hidup yang dialami Prita sejak kecil hingga dewasa. Ingin sesekali ia merasakan kenikmatan hidup. Prita membalas tatapan suaminya. Ia perhatikan kedua mata Rio yang selalu berseri-seri. Diam-diam saat itu Prita juga sedang tidak bisa menahan gejolak hasratnya sendiri. Ia tak bisa menolak ajakan manis dari laki-laki yang teramat dicintainya itu. Untuk kali pertama setelah menikah, mereka melakukannya sore itu.

“Jangan sampai kebobolan. Aku belum siap hamil,” ungkap Prita setengah bercanda.

“Tenang, aku berjanji akan melakukannya dengan cara yang aman. Kalau terasa sakit, kau tinggal bilang.”

Prita tertawa. Lalu membalas ciuman itu. Pada akhirnya, keduanya sama-sama terhanyut dalam kenikmatan itu. Sampai Prita jatuh terlelap di pelukan Rio.

Sudah lama Rio tidak merasakan cinta dan kenikmatan dalam satu waktu sekaligus. Prita telah menjadi pembangkit hormon kebahagiaan dalam dirinya. Ia basuh dahi Prita yang berkeringat. Ia kecup dahi istrinya beberapa kali. Pun ia ikut tertidur. Mereka tertidur sangat nyenyak selama beberapa jam sampai-sampai dering telepon yang beberapa kali berbunyi tidak terdengar.

….bersambung

Satu tanggapan untuk “Cerita Pendek ; Drama Perjuangan Hidup Prita #03

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.