Cerita Pendek ; Drama Perjuangan Hidup Prita #07 Konseling Ke Empat


Pada akhirnya hati kita akan jatuh pada seseorang yang bisa menghadirkan tawa, rasa nyaman, dan kejernihan dalam berpikir
(Sesi Konseling Keempat)

“Aku memutuskan untuk menjadi pembantu karena aku tidak lagi punya tempat tinggal. Kadang aku ingin tahu bagaimana rasanya hidup di tengah-tengah keluarga meskipun aku tahu bahwa banyak keluarga yang tidak bahagia. Dulu saat liburan sekolah, aku sering diajak berkunjung ke rumah teman-temanku yang sudah diadopsi. Aku iri sekali dengan kehidupan mereka bersama orang tua baru mereka. Kebutuhan mereka tercukupi tanpa harus bersusah payah bersekolah sambil bekerja.

“Kadang aku menitikkan air mata ketika aku menghadiri pesta pernikahan teman-temanku atau orang lain. Terutama saat mereka melakukan prosesi sungkem dengan orang tua. Orang tua mereka terlihat berat melepaskan anak mereka untuk hidup bersama orang lain. Lalu aku berpikir kalau aku menikah suatu saat nanti, siapa yang akan menjadi wakilku? Tidak akan ada yang berat melepas kepergianku. Tidak ada yang mendampingiku ketika aku pertama kali ke rumah Yudha. Aku tahu yang kulakukan dengan Yudha salah dan dosanya besar. Tapi aku benar-benar merasa sendiri…

“Sampai pada akhirnya aku dipertemukan dengan Rio, dia ibarat oasis di tengah-tengah kehidupanku yang teramat gersang dan hampa. Darinya aku percaya, bahwa di dunia ini masih ada orang baik.

“Kami sering bertukar cerita karena kami memiliki latar belakang kehidupan yang hampir sama. Kami hanya berbeda nasib saja. Dia pernah menjadi anak jalanan, pemulung saat masih kecil, tapi dia masih beruntung. Dia akhirnya diadopsi. Sejak diadopsi, Rio memiliki kehidupan yang jauh lebih baik daripada saat ia masih menjadi pemulung. Tapi di sisi lain orang tua angkatnya juga menuntut Rio untuk tumbuh sesuai dengan apa yang menjadi harapan mereka. Dari sekolah, kuliah, jodoh, pekerjaan, semuanya dipilihkan orang tuanya.

“Tapi, berkaitan dengan jodoh… Pada akhirnya dia menikahi perempuan pilihannya sendiri tanpa restu dari orang tua angkatnya. Perempuan itu tentunya bukan aku.”

Cerita Prita tiba-tiba terhenti. Ia mengambil sesuatu dari dalam tasnya. Matanya tertuju pada buku sketsa yang kemudian dibukanya lembar per lembar. Di dalamnya ada banyak tulisan yang pernah ia tulis sendiri. Pada setiap kalimat-kalimatnya selalu disertai dengan gambar ilustrasi. “Setiap aku selesai menulis, Rio selalu membacanya. Kemudian dia menggambarkan ilustrasi untukku.”

Prita menambahkan, “Sepertinya aku sudah terlanjur jatuh cinta terlalu dalam padanya. Jatuh cinta pada seseorang yang tidak bisa kumiliki. Namun jatuh cinta kali ini terasa berbeda dari biasanya. Walaupun aku tidak bisa memilikinya, jatuh cintaku kali ini tidak terasa sia-sia. Bukan jatuh cinta lagi, lebih tepatnya aku telah jatuh hati, karena yang kutahu, pada akhirnya hati kita akan jatuh pada seseorang yang bisa menghadirkan tawa, rasa nyaman, dan kejernihan dalam berpikir.”

…bersambung

Satu tanggapan untuk “Cerita Pendek ; Drama Perjuangan Hidup Prita #07 Konseling Ke Empat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.