6 Pelajaran Utama Membangun Karakter Aktor ~ Richard Boleslavsky


Ada banyak hal yang disampaikan Boleslavsky dalam bukunya yang berjudul “The First Six Lessons”. Menurut dia dalam buku ini, teater adalah keagungan penciptaan, kemurnian, suatu keindahan, sesuatu yang lebih besar dari kehidupan. Bagi Boleslavsky, teater adalah misteri besar, suatu misteri dimana ada penggabungan antara dua gejala abadi, yaitu :

– Keinginan pada kesempurnaan,
– Keinginan pada keabadian.

Dalam sebuah teater kreatif, sasaran seorang aktor adalah sukma manusia. Berperan di atas pentas adalah memberikan bentuk lahir pada watak dan emosi aktor, baik dengan laku ataupun ucapan. Dalam watak tersebut ada tiga bagian yang harus nampak, yaitu watak tubuh, watak emosi, dan watak pikiran.

“The First Six Lessons”

 I : Konsentrasi

Aktor adalah orang yang mengorbanan diri. Ia menghilangkan dirinya demi menjadi orang lain sesuai peranannya. Hal pertama yang harus dia miliki untuk menjadi orang lain adalah, konsentrasi. Didalam konsentrasinya dia harus dapat memerintahkan panca indranya, dan seluruh organ dan bagian tubuhnya untuk bekerja sebagai orang lain.

 II : Ingatan Emosi

Aktor harus dapat mengingat segala emosi yang terpendam dari halaman-halaman sejarah yang telah silam. Semua itu pasti membantu akting seorang aktor, untuk mendapatkan takaran emosi yang tepat dalam berperan di atas panggung. Emosi yang dimaksud di sini bukalah semata-mata emosi yang pernah kita alami, tetapi bisa saja emosi yang kita dapati dari hasil observasi.

 III : Laku Dramatis

Jika kita sudah mendapatkan emosi, barulah kita wujudkan semua itu dalam Laku Dramatis, yaitu perbuatan yang bersifat expresif. Inilah yang merupakan instrumen dalam seni teater. Aktor harus mewujudkan yang diutarakan oleh pengarang atau sutradara dengan kata-katanya di dalam laku dramatisnya. Di sini aktor bersifat reproduktif dan kreatif.

 IV : Pembangunan Watak

Untuk mendapatkan wujud watak yang benar, kita harus melakukan berbagai pengkajian terhadap karakter yang akan diperankan dari naskah. Yang harus dilakukan adalah :
1. Menelaah Struktur Psikis Peran
2. Memberikan identifikasi
3. Mencari hubungan antara naskah dan emosi
4. Penguasaan Teknis

 V : Observasi atau pengamatan

Tugas seorang aktor selain bermain di atas pentas adalah untuk mengamati segala yang terjadi di sekitarnya. Mulai dari hal yang paling umum sampai hal yang paling detail. Kadang masih ada aktor yang melupakan observasi sebagai bagian dari tugasnya. Dan itulah yang membuat kualitas permainan seorang aktor menjadi rendah. Oleh karena itu observasi sangatlah penting, dimana kita bisa belajar untuk menjadi yang lain dari diri kita dan belajar bagaimana bertingkah laku. Dan semua ini pasti berguna di atas pentas.

 VI : Irama

Agar sebuah lakon dapat menghanyutkan penikmatnya ke arah yang dituju, maka permainan itu harus menggunakan irama. Dalam teater didapati istilah tempo, tetapi sebetulnya kata-kata ini tidak ada hubungannya dengan irama. Irama adalah perubahan-perubahan yang teratur dan dapat diukur dari segala macam unsur yang terkandung dalam sebuah hasil seni –dengan syarat bahwa semua perubahan secara berturut-turut merangsang perhatian penonton dan menuju ke tujuan akhir si seniman.

Sebuah lakon mempunyai irama. Irama itu berjalan ke arah klimaks. Tanpa irama pasti akan membosankan penonton. Aktor harus mempunyai kemahiran menunjukan irama. Ia harus berlatih memikat perhatian penonton.

 

“Akting bukanlah sebuah hobby, tapi bagian dari hidup”

 

*diambil dari tulisan : Rizki Pradana  Dramaturgi, Akting: Mendalami Diri Sendiri

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.