Coretan Lama 09; Cerita Ibu di Kereta Berpikir Anaknya


Di kereta ia sedang ingin menjahit.

Sambil menjahit tiba-tiba ia berpikir.

Kadang ia merasa seperti seorang ibu-ibu.

 

Seorang ibu

yang harus menyiapkan makan ‘anak-anaknya’

setiap hari.

‘Anak-anak’ yang tidak bisa ia kendalikan

karena ia tak punya kuasa apa-apa.

Bahkan untuk mengajak mereka bicara,

ia kerap kesulitan.

 

Ia barangkali adalah ibu

yang memendam ketakutannya sendiri

dan

menyimpan rapat

keresahannya sendiri.

Kerap ia tak punya uang

dan

masih harus bergantung

pada salah satu ‘anaknya.’

 

Kerap ia tak ada waktu

untuk merawat tubuhnya

karena kepalanya dipenuhi

berbagai macam pikiran

dan keterbatasan.

 

Kerap ia merasa sedih

karena tidak merawat rumah dengan baik.

Meski begitu,

walau kadang ia merasa seperti hilang arah,

setidaknya ‘anak-anaknya’

masih memberinya kesempatan

untuk memilih jalan hidupnya sendiri.

 

Setidaknya kelak

akan tiba waktunya

ketika mereka harus melepasnya

untuk pergi

dan hidup bersama

dengan apa yang menjadi harapannya.

 

Kini yang ia tahu

ia harus percaya

bahwa kelak ia akan menjadi tangguh

pada waktunya,

lebih dari yang pernah ia bayangkan.

 

Kartasura, 14 November 2018

Qanifara

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.