Berlatih Berani Jujur dalam Proses Psikodrama dengan Teknik Sosiometri Lokogram


Pada tahap warming up ada satu teknik yang sering aku gunakan dalam mengajak peserta untuk lebih berani jujur pada diri sendiri, yaitu Sosiometri, Lokogram. Peserta aku minta melakukan pemilihan hal yang penting dalam hidup. Apakah mereka memilih untuk hidup secara benar, atau baik atau jujur.

Aku menentukan 3 titik di lantai dalam jarak tertentu, yang aku beri tanda dengan selendang warna. Titik 1 aku beri selendang warna putih untuk yang memilih bahwa yang penting dalam hidup adalah baik. Titik 2 warna kuning untuk benar dan Titik 3 warna merah untuk jujur.

Warna tersebut boleh didasarkan pada psikologi warna atau pun makna warna, namun jika tidak bermakna apa pun boleh saja. Tergantung bagaimana membuat jadi menarik dan menyenangkan. Pada intinya membuat peserta dengan suka rela melakukan tindakan memilih.

Aku mempersilahkan mereka dengan mengatakan,

“Silahkan berdiri di tempat yang sesuai dengan pendapat pribadi masing masing. Siapa yang merasa bahwa paling penting dalam hidup adalah baik. Silahkan berdiri di tempat yang sudah aku tandai dengan selendang putih. Siapa yang merasa paling penting dalam hidup adalah benar. Silahkan berdiri di tempat yang sudah aku tandai dengan selendang kuning. Dan siapa yang merasa paling penting dalam hidup adalah jujur. Silahkan berdiri di tempat yang sudah aku tandai dengan selendang merah.”

Praktek Lokogram ini memfasilitasi peserta untuk memilih sebuah kondisi dengan menempati sebuah posisi. Aku berikan waktu bagi peserta untuk memahami pendapat, perasaan atau pilihan mereka sendiri. Aku juga pertimbangkan bahwa tiap orang memiliki tempo mental yang berbeda, dan beberapa orang akan membutuhkan waktu lebih lama dari yang lain.

Apabila ada dari peserta memilih lebih dari satu pilihannya, misalnya Baik dan Jujur maka aku beri tambahan titik dengan menempatkan selendang warna lain di lantai antara titik Baik dan Jujur. Kalau ada yang memilih ketiganya aku beri tambahan titik di tengah dengan meletakkan selandang warna lain lagi di lantai.

Aku juga berikan dorongan lembut terhadap peserta yang tidak ingin menunjukkan pilihannya, dan jika peserta tersebut tetap menolak, tetap aku hormati dan menerima keputusannya.

Bila peserta yang memilih telah menempati posisi sesuai pilihannya, dengan tetap berdiri di posisinya , aku berikan setiap peserta kesempatan untuk menjelasan perasaan atau alasan singkat yang melatar belakangi pilihan sikapnya tersebut.

Sharing ini tidak ada tanya jawab, saat salah satu peserta berbicara, peserta yang lain mendengarkan hingga selesai. Peserta lainnya dapat menjawab dengan “terima kasih sudah berbagi”, sebelum dilanjutkan ke peserta berikutnya.

Demikian dilakukan hingga seluruh peserta yang berada dalam posisi tempat pilihan berbicara. Apabila kelompoknya sangat besar (beranggotakan banyak orang), aku gunakanlah teknik sharing selektif dengan memilih relawan dari berbagai titik di tempat lokasi di Lokogram.

Pada saat akhir sharing aku juga berikan dorongan kepada peserta yang tidak memilih untuk menceritakan perasaan dan alasannya tidak menunjukkan pilihannya. Aku pastikan anggota kelompok lainnya untuk tetap menghormatinya; dengan tidak  mengkritik atau mempermalukan peserta ini.

Setelah semua menyatakannya penjelasannya, aku sampaikan bahwa dalam proses psikodrama, di tahap Warming up ini, peserta diajak untuk berani bereksplorasi dengan bertindak, boleh salah, makin banyak salah makin banyak belajar. Jadi semua penjelasan dari peserta adalah pelajaran bagi semua, yang cocok dipakai, yang tidak cocok ditinggalkan. Tentu saja semua pasti telah mendengarkan dan dapat melihat dari berbagai sudut pandang.

Aku ajak peserta untuk merefleksikan lebih jauh dari pengalaman barusan dengan beberapa pernyataan untuk direnungkan.  Mereka tetap pada posisinya berdiri (boleh juga kalau ingin duduk atau jongkok, sejauh tetap pada posisi pilihannya. Aku sampaikan bahwa:

dalam kehidupan ini,

Ada sesuatu yang baik namun tidak benar,

Ada sesuatu yang baik namun tidak jujur

Ada sesuatu yang baik namun tidak jujur dan tidak benar

Ada sesuatu yang benar namun tidak baik

Ada sesuatu yang benar namun tidak jujur

Ada sesuatu yang benar namun tidak baik dan tidak jujur

Ada sesuatu yang jujur namun tidak baik

Ada sesuatu yang jujur namun tidak benar

Ada sesuatu yang jujur namun tidak baik dan tidak benar

Ada yang baik, dan benar, namun tidak jujur

Ada yang baik, dan jujur, namun tidak benar

Ada yang benar, dan jujur namun tidak baik.

Aku beri kesempatan pada peserta jika ada yang ingin berbagi dengan menanyakan,

“Dapatkah menemukan contoh contohnya ?”

untuk memastikan bahwa peserta sudah memahami perbedaan secara kritis. Serta untuk gantian peserta yang berbicara dan lebih terlibat serta interaktif. Aku dengarkan beberapa sharing contohnya dan dapat aku sampaikan satu atau dua contohnya juga.

Selanjutnya akan aku tutup sesi ini dengan,dengan mengatakan, khusus saat ini, di sini, dalam proses Psikodrama ini, aku mengajak semua untuk berani jujur, yang penting dari ketiga pilihan tersebut adalah jujur. Jadi untuk selanjutnya selama proses Psikodrama bertindak dan bersikap jujur. Salah boleh yang penting jujur. Tidak baik boleh, yang penting jujur. Bahkan, boleh juga kalau mau berbohong, dengan catatan jujur mengatakan bahwa sedang berbohong.

Dengan demikian maka suasana aman dan nyaman tercipta, sehingga peserta berani spontan, berani menjadi diri sendiri, berani jujur pada diri sendiri.

 

Catatan tambahan : Bila spontanitas telah tercipta, maka proses psikodrama dapat dilanjutkan ke tahap berikutnya yaitu Tahap Action.

 

Yogyakarta, 03 Maret 2021

Retmono Adi

2 tanggapan untuk “Berlatih Berani Jujur dalam Proses Psikodrama dengan Teknik Sosiometri Lokogram

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.