Terapi Kelompok Psikodrama Online, Pertukaran Peran Perfeksionis vs Minder


Pada tanggal 27 Maret 2021, Aku memfasilitasi terapi Psikodrama Online via Zoom Meeting, dengan teknik pertukaran peran ( Role Reversal ) mengolah permasalahan Perfeksionis dengan Minder atau ketidakpercayaan pada diri sendiri.

Sebelum proses dimulai aku menyarankan kepada peserta untuk mengganti nama aslinya menjadi nama binatang. Hal ini perlu dilakukan untuk menjaga privasi dan memberi keberanian lebih untuk bereksplorasi.

Yuks kita mulai,

Tahap Warming Up.

Aku paparkan pemahaman bahwa tiap orang adalah aktor. Moreno Bapak Psikodrama mengajak tiap orang untuk menjadi Protagonis, yaitu aktor utama bagi drama kehidupannya. Aku menjelaskan dalam proses ini peserta akan berperan (akting) menjadi Perfeksionis dan Minder bergantian.

Dengan Lokogram aku arahkan peserta untuk memilih berperan menjadi Perfeksionis atau Minder yang akan dilakukan terlebih dahulu. 

Dalam memerankan kedua hal tersebut perlu melibatkan perasaan. Perasaan ini digali dari pengalaman masa lalu (ingatan Emosi). 

Bagaimana untuk berperan perfeksionis ?

Peserta yang ingin memerankan perfeksionis aku arahkan untuk mengingat pengalaman masa lalu yang membanggakan, menyenangkan, sukses, atau menang. Juga kuminta memunculkan kembali perasaan pada peristiwa itu  

Aku ajak untuk berani menjadi perfeksionis ekstrim. Perasaan yang muncul diarahkan untuk bangga, hebat, sempurna. Perasaan ini dijaga dengan tetap mengingat peristiwanya. Perasaan ini dirasakan saat ini sekarang (Here and Now). Perasaaan ini digeneralisir dipakai dalam berbagai situasi, bahkan menuntut orang lain harus juga demikian. Situasi harus sempurna, orang lain harus sempurna karena aku sempurna. Aku ingin selalu mengalaminya. Kebutuhan untuk sempurna menuntut lingkungan sekitar (luar dirinya) harus sempurna.

Bagaimana untuk berperan Minder ?

Peserta yang memilih untuk berperan menjadi minder aku arahkan mengingat pengalaman masa lalu yang memalukan, gagal, kalah, dihinakan. Perasaan yang dimunculkan diarahkan untuk malu, tidak mampu dan tidak berdaya.

Sama dengan Perfeksionis perasaan ini dimunculkan dan digeneralisir pada situasi apapun. Perasaan minder ini di arahkan ke dalam dirinya bahwa apa pun yang dilakukan “pasti gagal” dan memalukan maka aku tidak ingin lagi mengalaminya.

Peserta perlu berlatih untuk berperilakunya (Role Rehearsal), dalam latihan ini boleh salah. Peserta aku minta menceritakankan pengalamannya itu dengan sepenuh emosi yang muncul. Ada yang belum berani menunjukkan emosinya, maka latihan boleh diulang. Aku juga membantu mereka untuk lebih berani mengungkapkan emosinya secara berlebihan, agar impulsnya terasa besar,

Setelah semua mengungkapkannya, aku beri waktu untuk menetralkan perasaan  yang ada dengan menarik dan menghembuskan nafas panjang, kurang lebih 3 kali saja cukup. 

Berikutnya melakukan tukar peran (Role Reversal) yang tadi menjadi perfeksionis bertukar menjadi peran Minder dan sebaliknya. Aku beri kesempatan untuk menyusun lagi emosinya dengan menggali ingatan emosi seperti dipaparkan di atas. 

Aku memberi waktu untuk berkonsentrasi, selanjutnya mengekspresikan dengan bercerita secara langsung. Dalam proses ini bila salah satu peserta bercerita dengan sepenuh emosi, Peserta yang lainnya diam, melihat dan mendengarkan. bila telah selesai, Aku ucapkan terima kasih atas kesediaannya berbagi. Deikian hingga semua dapat giliran.

Aku sediakan sedikit waktu untuk merefleksikan apa yang dipelajari dari pengalaman melakukan pertukaran peran ini. Jika ada yang bersedia berbagi atau ingin bertanya. Bila ada dipersilahkan mengungkapkan, dan bila sudah tidak ada maka dapat dikatakan bahwa peserta sudah siap untuk berperan menjadi perfeksionis dan minder, maka masuk ke dalam tahap berikutnya.

Tahap Action

Aku tawarkan saling berdialog secara konkret permasalahan yang ada saat ini, kebetulan yang bersedia memulai adalah yang minder direspon oleh 2 perfeksionis,

Awalnya sengaja aku arahkan agar terjadi konflik ektrim dengan kata kata yang berlebihan

Berikutnya diulang lagi dengan menyesuaikan impuls yang tepat proporsinya. Aku berikan gambaran seetingnya. adalah 3 orang sahabat bertemu di kafe dan curhat tentang dari si Minder dan direspon oleh dua sahabatnya yang perfeksionis. Aku ajak untuk mengungkapkan permasalahan yang konkrit dan berakting sesuai proporsinya. Secara spontan tercipta alur yang menjadikan si minder memiliki keberanian untuk mencoba, sementara Perfeksionis menunjukkan empatinya. Hal ini menunjukkan telah terjadi proses teraeutik.

Tahap Integrasi

Pada tahap ini aku menanyakan beberapa pertanyaan refleksi unutk dijawab peserta

  1. Apa yang dipikirkan sebelum mengikuti proses ini?
  2. Apa yang dirasakan selama mengikuti proses ?
  3. Pemahaman baru apa yang didapatkan dari proses ini?
  4. Rencana tindakan baru apa yang akan dilakukan berdasar pemahaman baru yang didapatkan di proses ini?

Penutup

Setelah selesai semuanya, perlu dilakukan pelepasan peran (de-rolling). Nama binatang dikembalikan lagi menjadi nama pribadi. Dilanjutkan dengan tanya jawab, atau memberikan kesempatan jika ada yang akan disampaikan oleh peserta.

Sebagai penutup aku menyimpulkan bahwa :

  1. Sikap perfeksionis juga dibutuhkan dalam meningkatkan kepercayaan diri
  2. Pengalaman minder juga dibutuhkan untuk membangun sikap empati.
  3. Perfeksionis digunakan untuk refleksi bahwa aku mampu bila berusaha.
  4. Minder dapat direfleksikan sebagai bahan empati bahwa orang lain memiliki pengalaman dan kemampuan yang berbeda.
  5. Dalam psikodrama kedua peran tersebut perlu dianggap penting tinggal bagaimana proporsi dan penerapannya pada tempat dan waktu yang tepat.

Demikian terima kasih semoga bermanfaat.

 

Yogyakarta, 2 April 2021

 

Retmono Adi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.