3 Coping Style yang Perlu Dipahami untuk Menghadapi Stress di Masa Pandemi Ini


Pandemi membuat banyak orang memiliki tingkat kecemasan atau stres yang tinggi. Mereka resah memikirkan kondisi yang terjadi saat ini maupun masa depan. Kapan kondisi ini akan berakhir.

Saat tinggal di rumah, atau melakukan isolasi mandiri, stres juga menghampiri dan membuat otak menjadi  buntu. Kita dalam keadaan kewaspadaan yang konstan. Mengalami kebuntuan pemikiran adalah respons jangka pendek. Konsekuensi dari terkunci dalam keadaan stres dalam jangka panjang dapat berupa fisik maupun mental.

Dalam situasi seperti ini, orang juga cenderung membuat penilaian yang buruk. Khususnya, tingkat kekerasan dalam rumah tangga yang baru-baru ini meningkat. Tetapi bahkan sebelum Anda mencapai titik itu, ada langkah-langkah pencegahan yang dapat diambil, termasuk pengembangan mekanisme diri yang sehat untuk membantu  melewati saat-saat sulit.

Mempelajari cara mengelola stres secara efektif melalui keterampilan adaptasi koping adalah salah satu kemampuan terpenting untuk dikembangkan, dan dapat memprediksi kesehatan mental dan umur panjang

Koping adalah strategi dalam menghadapi masalah. Gaya koping adalah cara khas menghadapi situasi stres dan menghadapinya. Ada tiga gaya koping dasar yaitu: berorientasi masalah, berorientasi emosi, dan berorientasi pada penghindaran (Endler 1997).

1. Coping Berorientasi Masalah

Koping berorientasi tugas terdiri dari upaya yang bertujuan untuk memecahkan masalah. Penanganan yang berfokus pada masalah adalah jenis penanganan yang ditujukan untuk menyelesaikan situasi atau peristiwa yang membuat stres atau mengubah sumber stres. Seseorang mencoba untuk menangani situasi stres dengan mengatasi masalah yang menyebabkan situasi stres tersebut.

Contoh:

Pelajari apa yang memicu kecemasan Anda. Apakah itu pekerjaan, keluarga, sekolah, atau hal lain yang dapat Anda identifikasi? Tulis di jurnal saat Anda merasa stres atau cemas, dan cari polanya.

Berbicara dengan seseorang. Beri tahu teman dan keluarga bahwa Anda merasa kewalahan, dan beri tahu mereka bagaimana mereka dapat membantu Anda. Bicaralah dengan dokter atau terapis untuk bantuan profesional.

2. Coping Berorientasi Emosi

Coping yang beorientasi pada emosi, Pengatasi stresnya ditujukan untuk mengelola emosi yang terkait dengan situasi, daripada mengubah situasi itu sendiri.  Seseorang mencoba untuk mengontrol respons emosionalnya terhadap situasi yang membuat stres, misalnya, mendefinisikan kembali situasi dengan berfokus pada aspek positifnya. Penanganan yang berfokus pada emosi berfokus pada pengaturan reaksi emosional negatif terhadap stres seperti kecemasan, ketakutan, kesedihan, dan kemarahan. Jenis penanganan seperti ini mungkin berguna jika pemicu stres adalah sesuatu yang tidak dapat kita  ubah.

Contoh

Menyadari emosi dan menerima perasaan itu dengan melakukan meditasi. menarik napas dalam-dalam. Tarik dan buang napas perlahan.
Hitung sampai 10 perlahan. Ulangi, dan hitung sampai 20 jika perlu, dengan melakukan yang terbaik. Alih-alih mengejar kesempurnaan, yang tidak mungkin, berbanggalah dengan seberapa nyaman dapat dirasakan. Terimalah bahwa kita tidak dapat mengendalikan segalanya. Tempatkan stres, dalam perspektif: Apakah itu seburuk yang ada dalam pikiran?

Meningkatkan selera humor, sehingga dapat melihat dari sisi yang jenaka yang dapat menciptakan tawa. Tawa yang baik akan sangat bermanfaat. Hal ini dapat mempertahankan sikap positif. Berusahalah untuk mengganti pikiran negatif dengan pikiran positif sehingga mendapatkan emosi yang positif.

3. Coping Berorientasi Pada Penghindaran

Pendekatan penghindaran dapat menciptakan lebih banyak kecemasan. Perilaku menghindar tidak menyelesaikan masalah dan kurang efektif dibandingkan strategi proaktif yang berpotensi meminimalkan stres di masa depan. Penghindaran bisa membuat orang lain frustrasi; kebiasaan menggunakan strategi penghindaran dapat menciptakan konflik dalam hubungan dan meminimalkan dukungan sosial. Penghindaran memungkinkan masalah berkembang. Meskipun demikian untuk jangka pendek dapat juga membantu.

Contoh

Ambil waktu istirahat. Berlatih yoga, mendengarkan musik, bermeditasi, dipijat, atau pelajari teknik relaksasi. Mundur dari masalah membantu menjernihkan pikiran Anda.

Terlibat. Menjadi sukarelawan atau temukan cara lain untuk aktif di komunitas Anda, yang menciptakan jaringan dukungan dan memberi Anda istirahat dari stres sehari-hari.

Makan makanan yang seimbang. Jangan melewatkan makan apa pun. Siapkan camilan yang menyehatkan dan meningkatkan energi.

Makan makanan yang seimbang. Jangan melewatkan makan apa pun. Siapkan camilan yang menyehatkan dan meningkatkan energi.

 

Sumber :

https://tirto.id/studi-sebut-depresi-stres-cemas-berlebihan-melonjak-saat-pandemi-fUor
https://www.verywellmind.com/emotion-focused-coping-for-stress-relief-3145107
https://www.verywellmind.com/avoidance-coping-and-stress-4137836
https://adaa.org/tips

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.