Coretan Lama 37; Dialog Fiksi #4 Apa yang Kau Takutkan Lagi ?


Dialog Fiksi #4

A : Apa yang kau takutkan lagi?

B : Aku takut jika aku tidak lagi mempunyai hasrat untuk menjalani hidup. Takut jika aku tidak mau melakukan apa-apa. Kemudian tidak bisa menjadi apa-apa.

A : Setidaknya kau masih diberi kesempatan untuk memilih. Untuk dapat meraih sesuatu yang berarti, selalu dibutuhkan pengorbanan dalam bentuk apapun. Kau boleh menangis sesukamu. Tapi setelah itu kau harus bangkit dan ingat bahwa kau masih punya harapan terhadap dirimu sendiri.

B : Kau benar, tetapi tetap saja aku…

A : Selesaikan apa yang menjadi tanggung jawabmu. Upayakan apa yang bisa kau upayakan. Lepaskan segala hal yang menyiksa batinmu. Jangan lupa beri makan jiwamu dengan hal-hal baik. Atau bila kau tidak sanggup lagi, kau bisa datang kepadaku. Tapi ingat, bukan berarti aku benar-benar ada. Kuatkan doamu. Dan ya, segeralah pergi. Kelak kau akan bisa melihat segalanya dengan lebih jernih, tanpa harus ada aku. Jangan tunggu aku. Jangan, sebab aku sendiri belum tahu kapan kira-kira Tuhan akan mengirimkanku di hidupmu. Aku tidak ingin melihatmu kecewa pada penantian yang melelahkan dan serba tak pasti. Entah, akankah aku ada dalam hidupmu atau tidak ada sama sekali. Kini pada saat-saat tertentu, aku hanya sebatas bayanganmu saja. Belum saatnya aku ada. Aku hanyalah aku yang sebatas semu, untukmu, dalam imajimu.

 

Kartasura, 8 Maret 2019 

Qanifara

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.