Autobiografi, Salah Satu Cara Pencarian Diri


Adalah kami Angkatan 91 Psikologi UGM. Beberapa dari kami membuat WAG untuk berlajar menulis. Di group itu aku menawarkan ide langsung membuat buku tentang perjalanan hidup sejak kami bertemu di tahun 1991 hingga 2021. Pengalaman selama 30 tahun yang diharapkan dapat memberikan wawasan kepada adik-adik mahasiswa Psikologi dan adik-adik SMA yang ingin merangkai masa depan.

Aku merasa ide menulis autobiografi bukan hal yang mudah apalagi menyenangkan. Perlu keberanian dan komitmen serta teknik tertentu dalam menulis. Aku merasa ngga enak, jika mengharuskan kawan-kawan mengikuti ide itu dalam usaha belajar menulis. Untunglah kita akhirnya sepakat untuk tidak terlalu membebani proses belajar menulis ini. Kita sepakat untuk menulis apa saja yang ingin dituliskan sesuai minat dan tujuan masing masing.

Aku tetap akan mencoba menuliskan apa yang telah menjadi ide itu. Pertimbanganku adalah bahwa menulis merupakan kemampuan untuk menjadikan ide menjadi tulisan. Aku sudah ada ide maka aku coba jadikan tulisan.

Aku kepikiran terus tentang alasan pentingnya menulis autobiografi ini. Anehnya saat aku baca-baca untuk mencari bahan dan teknik-teknik kepenulisannya, kok ya menemukan bacaan yang mendukung. Aku memang sedang dalam Studi Pengalaman Pertobatan Santo Ignatius.

Santo Ignatius adalah salah satu tokoh orang suci yang ada dalam ajaran agama Katolik. Studi ini dilakukan selama satu tahun untuk memperingati 450 Tahun Santo Ignatius. Studi dilakukan dengan pertemuan rutin hari minggu pertama tiap bulan sesuai dengan peringatannya yang dibuka pada tanggal 20 Mei 2021 berakhir pada tanggal 31 Juli 2022. Kami juga diharapkan menuliskan hasil refleksi dari pertemuan tiap bulan tersebut.

Aku diajak mengikuti perjalanan hidup St. Ignatius, dari seorang bangsawan yang berhasrat pada kemuliaan duniawi berubah menjadi orang suci. Perubahan tujuan hidupnya dipengaruhi oleh hasratnya yang kuat untuk terus menemukan tujuan hidup dalam bimbingan Tuhan.

Awalnya ia ingin menjadi ksatria memenangkan berbagai perang dan meminang putri raja. Ia ingin menjadi bangsawan besar yang diakui raja yang akan membanggakan keluarganya. Dalam sebuah pertempuran ia kalah. Ia gagal dan lumpuh terkena tembakan meriam musuh.

Tidak menyerah Ia berjuang untuk dapat berjalan kembali. Saat proses penyembuhannya, Ia membaca buku yang merubah pemahamannya mengenai kemuliaan hidup. Ia bertobat dengan menjalani hidup tapa. Ia melepaskan jubahnya. Ia ganti dengan karung goni. Ia juga meletakkan pedangnya kemudian menggelandang dengan jalan dari Eropa ke Kota Suci Yerusalem sebagai wujud pertobatannya.

Ternyata cara hidup tersebut masih tidak sesuai, dengan pilihannya untuk mengikuti kehendak Tuhan. Ia sadari dari kenyataan obyektif sebagai manusia dan atas bimbingan dari Pembimbing Rohani yang ditemuinya. Benturan antara realitas kehidupan dengan perenungan pribadinya serta diobyektifikasi oleh Pembimbing Rohani, membuahkan tekad baru. Proses hidup yang dijalani yang awalnya berdasar untuk pertobatan mohon ampunan atas dosa-dosa masa lalunya menjadi peziarahan untuk membagikan rasa syukur atas Kerahiman Tuhan. Istilah dalam agama Katolik “dari peziarah Penitensi menjadi peziarah Rasuli”. Penitensi adalah tindakan yang dilakukan untuk silih atas dosa, atau laku tobat. Rasuli adalah sifat sifat seperti Rasul, yaitu menyebarkan Kerahiman Tuhan pada masyarakat umum.

Aku mengutip pernyataan Romo L.A Sardi SJ. (2021) mengenai pentingnya mencatat adanya proses perkembangan hidup rohani. Perkembangan itu berjalan mengikuti perkembangan kesadaran dan wawasan serta kesediaan seseorang menyikapi pengalaman-pengalamannya. Hal ini yang menjadikan aku ingin menuliskan perjalanan hidupku. Aku ingin menyikapi pengalaman dan menyadari perkembangan hidupku. Selain karena dalam proses studi tersebut dilakukan dengan menuliskan pengalaman hidup sendiri dengan dibimbing oleh Pembimbing Rohani. Aku ingin menulis dengan gaya ringan agar dapat lebih mudah dibagikan.

 

Yogyakarta, 29 November 2021

Retmono Adi

(Praktisi Psikodrama)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.