Panduan Konseling Online dengan Menerapkan Empati Dasar


Pandemi ini membuat terjadinya perubahan sangat cepat dan drastis. Banyak orang merasa bingung, cemas, stres, dan frustasi. Sejumlah orang khawatir sakit atau tertular Covid-19. Di sisi lain mereka juga risau masalah finansial, pekerjaan, masa depan, dan kondisi setelah pandemi.

Pandemi covid 19 dapat disebut dengan bencana biologis. “Secara historis, dampak buruk bencana pada kesehatan mental mempengaruhi lebih banyak orang, dan bertahan lebih lama daripada dampak kesehatan,” kata Joshua C Morganstein, asisten direktur di Pusat Studi Stres Traumatis di Maryland, AS.

Dalam kondisi sulit ini muncul juga semangat solidaritas saling peduli dengan gotong-royong dan berbagi kebutuhan pokok. Tidak ketinggalan para psikolog turut terlibat dalam membantu mengatasi permasalahan ini, terutama untuk dukungan kesehatan mental.

Layanan psikologis untuk dukungan kesehatan mental ini tidak dapat dilakukan secara luring, maka mereka membuat secara daring, mereka menyebutnya dengan istilah tele-konseling

Aku sebagai Praktisi Psikodrama yang juga Psikolog, turut terlibat dalam kegiatan kerelawanan memberikan layanan konseling online

Kebanyakan orang beranggapan bahwa konseling harus dilakukan dengan tatap muka langsung. Banyak orang belum terbiasa dan belum yakin prosesnya efektif.

Meskipun demikian ternyata sudah banyak dilakukan karena dituntut keadaan. Layanan psikologis banyak yang membutuhkan sementara protokol kesehatan melarang untuk bertemu tatap muka,

Ternyata konseling online memberikan hasil yang cukup memuaskan. Hal ini dinyatakan oleh kawan-kawan relawan yang sharing di group WhatsApp yang dibuat guna mendukung layanan tele-konseling ini. Aku juga mendapatkan informasi dari webinar yang diadakan oleh Workplace Options, yang menyatakan bahwa Intervensi telehealth meningkatkan aksesibilitas ke perawatan tanpa mengurangi kualitas perawatan, (Metanalisys Schaffer et al. 2020)

Sebenarnya sama saja kok prinsipnya dengan konseling tatap muka. Konselor perlu kreatif menyesuaikan diri dengan media komunikasinya. Bagaimana konselor menciptakan interaksi yang terapeutik. Intinya konselor tetap membangun empati.

Empati adalah hal yang utama dalam proses konseling. Empati merupakan kemampuan untuk memahami apa yang orang lain rasakan dan pikirkan. Empati merupakan keterampilan penting dalam proses konseling. Empati sebagai dasar konselor berkomunikasi dengan klien dan dapat merasakan apa yang dirasakan klien. Bila hal ini dapat dilakukan maka proses konseling akan berjalan lancar.

Selama proses konseling online kita cukup menerapkan basic empaty. Basic empaty, atau empati dasar adalah pemahaman dan penempatan posisi dalam keadaan emosi seseorang atau konteks dari klien. Empati dasar ini terdiri dari dua aspek yaitu kognitif dan afektif.

Bagaimana Menerapkan Empati Dasar ?

Empati dasar kita terapkan dengan melakukan teknik refleksi.Kita berupaya untuk menangkap perasaan, pikiran dan pengalaman klien, kemudian merefleksikan kepada klien kembali.

Refleksi Afeksi

Rasa adalah realitas bagi klien. Keberanian klien mengatakan rasa adalah awal proses jujur pada diri sendiri.

Pertama kita bantu klien mengungkapan permasalahanya dengan meminta kesediaannya untuk menceritakannya.

Kita cukup mendengarkan sepenuh perhatian dengan sikap tubuh yang mendukung (meskipun jika lewat telepon dan klien tidak melihat posisi kita. Sikap tubuh ini juga memberi pengaruh). Ucapkan ulang kata emosi yang diucapkan oleh klien. Ulang dengan lirih, datar tanpa intonasi tanya. Ini memberikan stimulus pada klien bahwa ia diperhatikan, bahwa ia dimengerti, dan memancing klien untuk mengungkapkan lebih dalam lagi.

Sering kali klien tidak mengungkapkan perasaannya. Ia sibuk menjelaskan pemahamannya dan asumsi-asumsinya. Bila ini yang terjadi, kita dapat membantunya dengan pertanyaan pancingan yang lembut.

Apakah kau dapat menyebutan apa yang kau rasakan?

Beri waktu klien untuk menemukan kata rasa. Kita cukup mengulang saja untuk konfirmasi dan memantulkan kembali. Sering hal ini mampu memberikan insight pada klien. Klien akan menyadari rasanya, merasa diterima dengan tanda adanya airmata.

Refleksi Kognisi

Kita dapat juga melakukan teknik lain yang tidak menyangkut rasa, apabila masalah perasaan belum mampu diungkapkan oleh klien. Kita dapat membantu dengan mengajak untuk mengungkapkan hal yang konkrit (bukan abstrak). Kita ajak klien untuk mengungkap fakta. Tentu tidak dengan memberikan pertanyaan yang menginterogasi. Kita bisa dengan menggunakan kalimat ajakan

Coba kau ceritakan kejadiannya!

Selanjutnya jika klien sudah bercerita panjang dan konkrit, kita bantu dengan melakukan paraphrasing. Paraphrasing (menangkap pesan) adalah teknik untuk menyatukan kembali esensi atau inti dari ungkapan klien. Kita dengan teliti mendengarkan pesan utama kilen kemudian mengungkapkan kembali dengan kalimat yang mudah dan sederhana. paraphrasing akan berjalan dengan sendirinya mengikuti alur berpikir klien. Parafrase yang bagus adalah yang tidak mengganggu klien.

Kita perlu mengkonfirmasi paraphrasing untuk menjaga agar tidak terkesan jugmental atau sok tahu menggurui. Kita dapat mengunakan pertanyaan,

Apakah benar demikian?

Kita yakin saja, berani membuat paraphrasing ini, karena apabila salah atau tidak tepat, klien akan mengoreksi. Proses koreksi yang dilakukan klien, juga dapat memberi insight pada klien serta terapeutik. Intinya bila konselor mampu memberikan empati dasar, klien akan merasa didukung, Dukungan inilah sebenarnya yang dibutuhkan klien.

Konselor tidak perlu memberikan solusi, atau saran. cukup dukung dengan pertanyaan,

Bila demikian yang terjadi, sekarang apa rencana tindakanmu untuk kau dapat merasa lebih baik?

Pastikan klien sendiri yang membuat rencana tindakan dalam mengatasi permasalahannya itu.

Semoga cukup dapat membantu bagi konselor yang melakukan konseling selama masa Pandemi ini.

Silahkan dipraktekkan.

Boleh disebarkan bila bermanfaat.

 

Yogyakarta, 7 Desember

Retmono Adi

Satu tanggapan untuk “Panduan Konseling Online dengan Menerapkan Empati Dasar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.