Ternyata Asmara yang Menjadikanku Terlunta, Sebuah Praktek Proses TeleKonseling via WhatApps


Tulisan ini sudah seijin yang bersangkutan. Dibagikan agar dapat menjadi inspirasi bagi kawan yang ingin melakukan telekonseling dan kawan yang mungkin memiliki permasalahan serupa.
Aku tuliskan seperti yang terjadi pada chat WhatApps, agar tetap otentik.

Oh ya proses ini adalah proses yang kesekian kalinya ya,..jadi telah terjadi proses saling percaya dalam komunikasi lewat WhatApps ini.

Yuks, kita ikuti prosesnya.

+ Hallo selamat malam kak maaf jika saya menggangu waktu kakak malam-malam

Semoga kakak dalam kondisi baik ya 🙏, sebelumnya terimakasih atas saran dari kakak. Saya tidak sempat merespon, karena chat sebelumnya tengelam kak.

Jadi begini kak saya tidak benar-benar tau apa yang sedang saya rasakan… Ada banyak hal yang saya pikirkan… Saya takut kak, saya memiliki tugas yang cukup sulit dan saya merasa takut tidak bisa mengerjakan tugas it. Saya takut tidak bisa memenuhi ekspektasi kelompok saya. Saya takut karena harus mengerjakan proposal skripsi. Saya takut tidak bisa memiliki tempat magang atau bekerja…

Di rumah kondisinya juga tidak begitu baik kak. Kakek dan nenek saya sedang sakit dan pengeluaran semangkin besar sedangkan pemasukan tidak seberapa. Hal ini membuat saya semangkin ingin memiliki pekerjaan dan pemasukan sendiri, tapi saya ragu apa saya anak yang pintar? Apa saya orang yang cukup mampu untuk bisa bekerja. Saya kehilangan kepercayaan diri dan semangat. Saya mulai tidak bisa melihat kelebihan serta nilai yang saya miliki sebagai individu….

Dan lagi saya merasa kesepian kak. Saya hanya memiliki sedikit teman dan saat saya mengajak teman-teman untuk bertemu dan bermain bersama mereka semua tidak bisa kak. Mereka sibuk dengan urusan masing-masing. Ada yang pergi berlibur bersama keluarga. Ada yang jalan bersama paca. Ada yang pergi wisata dengan teman lainya, dan ada yang masih bekerja. Engga salah memang, hanya saya merasa semua bersenang-senang dan menjalani hidup yang baik tanpa saya.

– Hallo selamat malam juga. Ada tertulis ditulisanmu, takut, ragu, dan kesepian. mana yg menurutmu paling utama untuk diatasi ?

+ Takut dan kesepian mungkin kak

– Kalau perlu memilih salah satu, mana yang mau didahulukan?

+ Takut. Karena saya harus tetap maju untuk menjalankan dan menyelesaikan segala tugas saya. Tapi saya terlalu takut dan merasa tidak mampu.

– Ok,… jadi mau yang mana nih, takut dulu atau merasa tidak mampu?

+ Tidak mampu kak

– Jadi mau mengatasi perasaan tidak mampu dulu, ya?

+ Iya kak

– Ok,..sip, kita mulai ya,…

+ Oke kak

– Sebutkan hal-hal yang kamu merasa tidak mampu?

+ Saya tidak mampu berfikir kritis, tidak mampu memahami hal-hal baru dengan cepat, tidak mampu berhitung, tidak mampu menyelesaikan masalah, tidak mampu mengerjakan tugas, tidak mampu menjadi diri yang saya inginkan

– Ok,…sip kau mampu menuliskan,..ini adalah awal yang penting. Silahkan pilih salah satu yang dapat kita tuntaskan saat ini.

+ Tidak mampu menjadi diri yang saya ingin kan

– Ok sip,…mantap, silahkan gambarkan diri yang kau inginkan itu.

+ Saya ingin jadi R**a yang ceria, sukses, pintar, cantik, disayang dan disukai banyak orang, punya banyak teman dan bisa melakukan apa yang saya inginkan, banyak orang yang memuji dan menganggap saya adalah orang yang menarik dan hebat

– Coba kau baca ulang lagi, dan pertimbangkan baik-baik untuk pilih salah satu lagi, agar dapat kita tuntaskan pada sesi kali ini.

+ Saya ingin jadi R**a yang disukai banyak orang kak

– Disukai banyak orang ya?

+ Iya kak

– Ok sip. Apakah kau tahu apa yang orang banyak itu suka? Atau, Apakah kau punya sosok orang yang disukai oleh banyak orang seperti yang kau inginkan?

+ Iya kak

– Siapa sosok itu?

+ Seperti teman saya R**h**a dan J****a
Saya selalu iri dengan J****a sebenarnya karena saya ingin menjadi seperti dia

– J****a ya? Iri ?

+ Iya kak

– Apakah kau tahu bagaimana J****a bisa menjadi seperti itu?

+ Jadi seperti apa kak? Di sukai banyak orang?

– Ya,…seperti keinginanmu. perjuangan apa yang dilakukan oleh J****a untuk menjadi disukai banyak orang ?

+ 1. J****a cantik kak (wajahnya cantik khas oriental) dan dia banyak disukai laki-laki karena parasnya

2. Postur tubuhnya bagus

3. Dia sangat pintar kak ( dia salah satu terpintar di angkatan saya) IPK nya hampir sempurna 3.9

4. Dia berprestasi kak, selain punya nilai yang bagus secara akademis J****a juga beberapa kali memenangkan lomba dan karyanya dipamerkan di kampus serta dia sempat diundang sebagai pembicara untuk kelas digital Branding

5. Dia mandiri dan berwawasan luas kak, selain sangat iri dengan wajah cantik dan wawasan yang luas, J****a juga sosok yang sangat mandiri kak, sejak masih menjadi Maba dia sudah memiliki pekerjaan part time dan saat periode magang kemarin, dia berhasil menjadi internis di perusahaan berskala multi internasional dan baik dia maupun teman lainnya sangat membanggakan hal ini.

6. Orang yang saya sukai justru menaruh rasa pada J****a kak ini sih hal yang paling merasa iri dengan sosok J****a dan ingin menjadi seperti dia

– Apakah disukai banyak orang adalah hal yang paling penting bagi J****a?

+ Sepertinya kak, walapun dia tidak menunjukkan secara jelas tapi… Sebenarnya dia suka jika menjadi pusat perhatian dan senang saat dia memiliki level yang lebih tinggi dari orang lain.

– Owh,…Apakah kau ingin orang yang kamu sukai suka dengan dirimu, sehingga kau ingin seperti J****a krn ia disukai oleh orang itu?

+ Mungkin iya yah kak? Saya tidak terpikir sampai sana. Tapi selain orang yang saya sukai, banyak juga orang yang suka dengan J****a dan mengagumi sosok nya jadi saya ingin seperti dia cantik, dan berprestasi

– Itu di nomer 6 kau beri penekanan.

+ Ooh mungkin ya kak

– Ga pa pa, wajar kok. Coba kau baca lagi dengan lebih teliti nomer 6 itu. Begitulah asmara, efeknya dapat mengguncang seluruh aspek kehidupan.

+ Hahahaha,.. iya benar kak, hanya karena satu orang, saya merasa hidup saya hampir hancur

– Kabar baiknya, waktu nanti yang dapat membasuhnya, dan bila saat itu tiba berarti telah beranjak dewasa. ok sip,..malam ini cukup satu ini dulu ya,….

+ Iya kak saya pun sadar saya juga sedang dalam proses, tapi tetap saya terasa sulit. Baik kak. Apa besok akan dilanjutkan lagi kak

– Boleh,…perlahan aja,..satu satu ya,…

+ Baik kak terimakasih atas hari ini, selamat malam 🙏

– Hari ini prosesnya bagus,… boleh aku tulis ulang, dan aku upload di blog ku?

+ Boleh saja kak tapi kalau bisa saya ijin lihat sebelum di upload apa boleh?

– Ya,..sip

+ Oke baik kak

***********

Dua hari berikutnya.

– Aku tuliskan seperti di atas. Apakah ada yang perlu direvisi, sebelum aku upload ?

+ Baik kak, dari saya sudah fine dan oke,

– Terima kasih ya,.. gimana perasaanmu saat membaca itu?

+ Ada perasaan bangga sih kak hahaha … Semoga cerita saya bisa mengispirasi dan menjadi pencerah bagi orang lain yang mungkin pernah ada di posisi seperti saya

– Syukurlah, tulisan itu telah memberi pengaruh rasa yang positif padamu,…

********

Demikianlah satu sesi telekonseling via WhattApps. Ya, masih panjang proses lanjutannya, namun ada beberapa hal yang dapat dipelajari dari proses satu sesi di atas.

Dapatkah dirasakan ada proses empati dasar di sana?

Dapatkah ditemukan teknik Mirroring dan pengaruh positifnya?

Apakah masih ada hal lain yang dapat kita ambil sebagai pelajaran?

Silahkan isi kolom komentar untuk kita berbagi.

Terima kasih.

 

Yogyakarta, 22 Desember 2021

Retmono Adi

Satu tanggapan untuk “Ternyata Asmara yang Menjadikanku Terlunta, Sebuah Praktek Proses TeleKonseling via WhatApps

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.