Panduan Latihan Playback Theater I Penciptaan Kesan


Latihan Playback Theater Pertama

“PENCIPTAAN KESAN”

Tujuan :
Untuk mendukung interaksi dan komunikasi yang lebih baik di antara peserta
Untuk memperkenalkan ide akan penciptaan dan pengartian ulang suatu kesan

POLA LATIHAN

Permainan Interaktif

1. Skala
Peserta diminta membayangkan ada garis memanjang di ruangan di mulai nomor satu hingga sepuluh. Mintalah mereka menempatkan diri dan membentuk barisan berdasarkan tinggi, ukuran sepatu, warna rambut, seberapa menyukai drama, dll. (Mintalah usulan peserta mengenai hal/kriteria untuk membuat urutan. Dalam satu posisi boleh lebih dari satu orang)

2. Menyeberangi Sungai
Peserta diminta mengatur diri mereka membuat dua barisan sejajar dan saling berhadapan. Satu sukarelawan memimpin latihan dan berdiri di ujung depan di tengah peserta. Dialah yang akan membuat pernyataan, misalnya: “Berpindahlah kebarisan di depan anda jika pagi ini anda sarapan nasi goreng”. “Yang memiliki anjing di rumah”, “Yang memiliki adik laki-laki” dll. Orang yang sarapan pagi nasi goreng harus berpindah ke barisan di depannya. Pertanyaan lain dapat dilakukan oleh pemimpin. Pertanyaannya dapat mulai dari hal yang bersifat umum atau hal yang bersifat lebih pribadi tergantung seberapa akrab mereka.

3. Pemetaan
Anak-anak diberi instruksi untuk berdiri atau membuat kontak fisik dengan teman yang lain. Misalnya dengan intruksi sentuh kaki kanan teman, lengan, atau yang lainnya. dapat juga dengan instruksi sentuh pundak dua orang teman dan seterusnya. Sesekali berikan kesempatan kepada mereka untuk menjelaskan mengapa mereka mengambil posisi seperti itu.

Latihan Konsentrasi

4. Latihan tanda
Di dalam sebuah lingkaran setiap peserta harus membuat sebuah tanda fisik atau gerakan untuk menggambarkan nama mereka. Lakukan bergiliran searah jarum jam, saat seorang selesai melakukan gerakan, yang lainnya menirukan secara bergantian searah dengan jarum jam. Bagian dari latihan ini diulang oleh peserta lain bertujuan untuk merevisi gerakan mereka sendiri. Peserta kemudian menyatakan kepada peserta lain. Misalnya Budi memegang hidungnya, dia menyelesaikan gerakannya dan kemudian bersin untuk menirukan gerakan Wati sebelumnya yakni bersin. Juli menyadari Budi berusaha menjalin kontak dengannya dengan cara menirukan gerakannya, maka dia mengulang gerakannya, yakni bersin dan kemudian menirukan gerakannya Prasetyo, demikian seterusnya.

5. Siapa yang mulai bergerak?
Grup membentuk kelompok. Seseorang diminta untuk keluar ruangan saat yang lain di dalam ruangan memutuskan siapa yang akan memimpin kelompok. Pemimpin berperan untuk memulai melakukan suatu gerakan tertentu yang akan ditirukan oleh peserta lainnya. Gerakannya akan berubah-ubah setelah beberapa saat. Gerakannya harus cukup pelan dan berkelanjutan sehingga anggota kelompok dapat mudah menirunya. Ketika sudah memilih pemimpinnya, maka orang yang diluar tadi diminta untuk masuk. Dia diminta untuk menebak sampai dia dapat menemukan siapa pempimpin kelompok tersebut.

6. Berhenti dan Memulai
Setiap orang berjalan sebentar di dalam ruangan ke segala arah, tetapi mereka harus menemukan cara untuk dapat berhenti bersama. Hal ini biasanya dimulai oleh seseorang yang berhenti terlebih dahulu, dan kemudian diikuti oleh orang lainnya. Beberapa detik kemudian peserta diminta untuk mulai berjalan lagi. Aktivitas ini terbukti efektif jika para peserta berkonsentarsi penuh pada tugas mereka.

Image Work

7. Bagian Tubuh
Pemimpin menyebutkan beberapa angka dan nama anggota badan, misalnya tiga siku. Secara cepat mereka harus mengatur diri mereka sendiri dalam kelompok yang berisi tiga siku dan saling disentuhkan. Ketika semua orang sudah masuk dalam kelompok dan melakukan tugasnya, pemimpin memberi instruksi baru.

8. Hipnosis Kolumbia: Pencerminan
Peserta mengatur diri mereka berpasangan. Diberi nama a dan b, a menggunakan telapak tangan untuk mengontrol gerakan b. B harus menjaga wajahnya sedekat mungkin dengan telapak tangan a, dan b mengikuti kemanapun telapak tangan tersebut bergerak. Setelah waktu tertentu a dan b berganti peran.

9. Kelompok Hipnosis Kolumbia
Sepasang peserta diminta untuk mendemonstrasikan gerakan mereka sebelumnya dalam lingkaran besar. Sesekali pemimpin menginstruksikan agar anggota yang lain masuk ke dalam lingkaran dan mengikuti bagian tubuh dari anggota lain.

10.Boneka Tali
Peserta saling berpasangan. Dalam berpasangan tersebut, A menjadi pengendali boneka dan B menjadi bonekanya. Pengendali akan menarik tali dan B akan merespon dengan gerakan. Keduanya harus mengimajinasikan bahwa talinya terbentang langsung dari tangan pengendali ke bagian tubuh sang boneka. Pengendali boneka didorong untuk mengintegrasikan bonekanya dengan boneka lain setelah hubungan antar boneka terbentuk dengan para pengendali. Para pengendali kemudian berdiskusi, mengartikan dan mengubah gerakan yang mereka lakukan. Setelah beberapa saat maka dilakukan pergantian peran antara a dan b.

Pendinginan

11.Berhasil
Setiap peserta diminta untuk saling berjabat tangan dan memberi selamat atas keberhasilan mereka pada tahap pertama ini. Setiap anak harus tetap memiliki kontak paling tidak dengan satu tangan. Jika kedua tangannya bebas mereka meninggalkan ruangan.

* * *

bersambung

* dicuplik dengan sedikit penyesuaian dari 

Playback Theater adalah Sebuah Bentuk Teater Spontanitas ( Improvisasi )

oleh BOEDI POERNOMO
Direktur Artistik Teater Putih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.