Panduan Latihan Playback Theater II. Menciptakan Fluid Sculptures


Latihan Playback Teater Kedua

“MENCIPTAKAN FLUID SCULPTERS”

Tujuan : Mengeksplorasi kondisi fisik aktor dengan pandangan untuk menciptakan Fluid Sculptures

POLA LATIHAN

Pemanasan

1. Mulai dan Berhenti
Seperti pada sesi sebelumnya para peserta harus bergerak dan berhenti bersama sebagai kelompok.

2. Mulai dan Berhenti dengan pernyataan Benar dan Salah
Setelah beberapa menit saat peserta tampaknya telah menangkap tugas yang diintruksikan kepada mereka untuk membuat pernyataan pribadi selama masa berhenti. Misalnya setelah semua berhenti, Susi mengatakan “Saya punya 4 saudara cowok”. Jika peserta yang lain berpikir bahwa yang dikatakan Susi benar, mereka harus berdiri di dekat Susi, kebalikannya jika mereka menduga Susi berbohong maka mereka harus bergerak menjauh dari Susi sejauh mungkin. Setelah itu Susi menyatakan apakah dia tadi jujur atau tidak, kemudian semua orang bergerak lagi. Perlu diperhatikan bahwa dalam tiap berhenti hanya ada satu pernyataan saja (atau satu orang saja yang menyatakan).

3. Menghindari Pelindung
Para peserta mulai berjalan di sekitar ruang latihan. Saat mereka bergerak, kemudian diinstruksikan kepada mereka untuk mengambil satu orang yang akan mengikuti gerak mereka dan berfungsi sebagai pelindung mereka. Setiap peserta harus berdiri sedekat mungkin dengan pelindungnya. Setelah beberapa saat diinstruksikan agar setiap orang memilih satu orang yang harus dijauhi. Mereka harus selalu menjaga jarak sejauh mungkin dengan orang tersebut tetapi pada saat yang sama mereka harus tetap berusaha sedekat mungkin dengan pelindung mereka.

Konsentrasi

4. Zip Zap Biong
Para peserta membentuk lingkaran besar. Ide dari permainan ini adalah mengalirkan energi secepat mungkin mengelilingi lingkaran dari satu peserta ke peserta lainnya. Para peserta hanya boleh memilih tiga kata jika dilewati energi itu, yaitu zip, zap dan biong. Tiga kata tadi menentukan bagaimana energi tadi akan lewat. Zip : Hal ini berarti energi akan lewat searah jarum jam atau kebalikannya. Zap: Hal ini berarti energi hanya diseberangkan ke lingkaran. Biong: Hal ini berarti energinya ditolak dan dikembalikan ke orang yang menembakkan sebelumnya. (Peserta menggunakan perutnya untuk mengambalikan energi ke penembak sebelumnya).

Membangun Sculpture Work

5. Menciptakan Bentuk
Seperti pada latihan 2 yang ke tujuh. Pemimpin menyebut angka dan suatu bentuk, misalnya 3 diamond. Peserta harus membuat bentuk itu dengan jumlah anggota 3 orang.

6. Menghasilkan Bentuk yang menggambarkan perasaan
Para peserta diminta untuk berdiri di sekitar ruangan dan menutup mata mereka. Kemudian pemimpin meneriakkan suatu perasaan misalnya, cinta, kelelahan, frustasi, dll. Para peserta kemudian akan bergerak dan menggambarkan perasaan tersebut dengan tubuh mereka. Ketika mereka telah merasa membuat bentuk seperti perasaan tersebut, mereka diminta mematung/berhenti dengan posisi terakhir tersebut dan membuka mata mereka dan melihat bentuk tubuh peserta yang lain. Setelah itu, para peserta diminta untuk bergerak dan menghubungkan posisi tubuh mereka dengan yang lain sehingga tercipta satu kesatuan ekspresi dalam bentuk tubuh dengan peserta lain, dalam ruangan tersebut mungkin akan ada beberapa kelompok. Setiap kelompok diberi kesempatan untuk melihat ciptaan kelompok lain. Pemimpin kemudian mengulangi beberapa kali lagi dengan menyebutkan kata-kata emosi yang lain.

7. Menambahkan suara dan gerakan pada Still Sculptures
Pemimpin membagi peserta dalam tiga kelompok. Setiap kelompok diberi satu kata deskriptif, yang harus mereka ujudkan dalam ekspresi gerak tubuh, misalnya: Mesin Cinta. Intruksi ini diberikan agak perlahan sehingga kelompok lain tidak mendengar. Setiap orang menjalankan mesin tadi dengan mengeluarkan bunyi-bunyian dan gerakan yang menggambarkan cinta. Setiap peserta yang lainnya akan memberikan suara dan gerakan yang berbeda-beda, dan membentuk kombinasi yang menarik. Setelah beberapa saat, mereka dapat melihat kelompok, dan menebak hal apa yang sedang mereka gambarkan.

8. Menciptakan Fluid Sculptures
Pemimpin memberi tanda meminta para peserta untuk duduk disitu. Kemudian 6 aktor dipilih oleh pemimpin dan diminta duduk di kursi yang telah disediakan. Pemimipin kemudian menerangkan satu unsur lagi dari Playback Teater yakni: Sebuah Fluid Sculptures. Pemimpin kemudian menerangkan bahwa saat ini dia sebagai konduktor dalam sebuah pertunjukkan playback teater.

Dalam peran ini konduktor harus menggali beberapa informasi pribadi dari penonton yang akan disampaikannya kepada para aktor dalam Fluid Sculptures Misalnya;

Konduktor (kepada para penonton) : “Yuni, apakah yang kau rasakan pagi ini?”
Yuni : “Sangat antusias”
Konduktor : “Darimana hal itu terjadi?”
Yuni : “Karena hari ini ada mata kuliah drama dan tari, dua mata kuliah yang paling saya sukai”
Konduktor : “Perasaan apa lagi yang dirasakan selama sesi ini?”
Yuni : “Saya merasa bebas dan membuat saya ingin menari”
Konduktor : “Yuni merasa antusias, dan bebas karena ada mata kuliah drama dan tari, mari kita lihat”
Konduktor sekarang minta para aktor berpikir agar mereka dapat mengeskpresikan hal tadi dengan gerakan dan suara.

Seorang aktor akan berteriak : “Hore saya bebas” sambil meloncat-loncat. Aktor yang lain kemudian meletaklan kepalanya di antara kedua kakinya dan melihat ke para penonton dengan suara senyum yang lebar. Yang lainnya kemudian mengekspresikan dirinya di antara pemain pertama dan kedua. Yang keempat akan menirukan penari bali, sampai semuanya akhirnya menciptakan fluid sculptures.

Para aktor akhirnya akan berhenti bersama-sama dan para penonton akan memberikan tepuk tangan Konduktor akan kembali menghadap ke pencerita dan bertanya “Yuni apakah hal tersebut dapat menggambarkan apa yang kau rasakan?”

Yuni : “Ya , tepat sekali”
Konduktor : “Terimakasih, para aktor dapat kembali duduk ke kursi semula.”

Pemimpin dalam peran sebagai konduktor sekarang dapat mengganti para aktor dan penonton sehingga semua mendapat kesempatan untuk memerankan Fluid Sculptures.

Latihan Pendinginan

Para peserta duduk dalam lingkaran. Mereka menyanyikan The Grand Old Duke of York. Menjaga irama dengan stabil dan memindahkan sepatu mereka ke peserta di sebelah kanan mereka, pada setiap ketukan. Misalnya The Grand ( sepatu dilewatkan), Old Duke (sepatu dilewatkan), Of York (sepatu dilewatkan).

* * *

bersambung

* dicuplik dengan sedikit penyesuaian dari 

Playback Theater adalah Sebuah Bentuk Teater Spontanitas ( Improvisasi )

oleh BOEDI POERNOMO
Direktur Artistik Teater Putih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.