Panduan Latihan Playback Theater III, Ritme dan Suara


Latihan Playback Theater Ketiga

“RITME DAN SUARA”

Tujuan : Memperkenalkan kepada para peserta ide untuk menghasilkan bunyi-bunyian melalui suara, tubuh dan peralatan-peralatan untuk memperindah fluid sculptures dan pemeragaan ulang dari kisah yang diceritakan.

POLA LATIHAN

Pemanasan

1. Penciptaan Hujan tropis
Dalam lingkaran, para peserta menyampaikan suara hutan ke peserta disampingnya. Yang pertama adalah suara klik jari, yang kedua suara tepukan tangan, yang ketiga adalah suara ketukan kaki, yang keempat suara klok dari mulut, kemudian urutan suaranya dibalik, setelah ketukan kaki, ketukan tangan, dan klik jari.

2. A.I.U.E.O
Para peserta berdiri di salah satu ujung ruangan. Salah satu sukarelawan menjadi pengontrol suara. Dia berdiri menghadap ke peserta. Para peserta membuat suara menggunakan A, I, U, E, O, volume suara berubah-ubah tergantung seberapa jauh/dekat sukarelawan pengontrol suara tersebut berdiri dari mereka. Pengontrol suara dapat berlari mendekat ataupun menjauh. Ketika dia mendekatkan kelompok maka suaranya melemah, tetapi ketika dia menjauh suaranya mengeras.

3. Melangkah mengelilingi Lingkaran
Setiap orang berdiri dalam sebuah lingkaran. Setiap orang menempatkan kakinya diantara kedua kaki rekan d isebelahnya, sehingga kaki mereka saling bersilangan. Mereka diminta untuk mengentakkan kakinya sekali ke lantai secara berurutan searah jarum jam. Setelah beberapa saat, dan mereka dianggap sudah cukup mahir, maka pemimpin dapat memperkenalkan dua kali hentakan, yang berarti jika ada salah satu peserta menghentak dua kali maka arah hentakan berbalik (kembali ke arah datangnya hentakan).

Menciptakan suara Sculptures

4. Sculpture Work
Para peserta duduk melingkar dan mereka menjadi pendengar. Empat sukarelawan menjadi aktor playback, mereka akan menggunakan suara mereka. Kelompok aktor ini duduk di tengah lingkaran. Setiap aktor diberi nomor satu hingga empat. Setelah pencerita (salah satu penonton) menceritakan pengalaman akan suatu suara yang dia ingin dimunculkan kembali, para aktor memejamkan mata mereka dan kemudian mengeluarkan suara mereka.

Setelah latihan keempat suara dipertunjukkan, maka para aktor membuat rangkaian dan campuran suara mereka. Sebuah bunyi sculptures biasanya paling tidak selama 60 detik. Ketika mereka merasa bahwa bunyi tadi cukup, maka mereka perlu memikirkan bagaimana suara tersebut dapat berhenti secara perlahan-lahan sehingga kisahnya dapat dihentikan.

Sebuah contoh dari sesi Sculpture Suara

Konduktor: “Dapatkah seseorang bercerita kepada saya tentang pengalaman menyenangkan yang ingin dialami lagi?”

Jaki : Ya, selama musim panas ketika cuaca sangat baik, saya gunakan waktu saya di pantai. Saya ingin mengunjungi pantai itu lagi.

Konduktor : Suara apa yang kau ingat saat di pantai?

Jaki : O, coba saya ingat-ingat dulu, ombak…, teriakan anak-anak yang berlarian di air. Suara bola yang ditendang dan penjual ice krim yang berkeliling.

Kondaktor : Baik, Jaki, mari kita dengarkan suara-suara itu lagi. Para aktor jika anda merasa sudah siap, silahkah untuk memulai !

Para aktor memainkan lagi suara-suara yang diceritakan oleh Jaki, menggunakan suara mereka.

Contoh lain yang dapat dicobakan: Suatu malam di acara disko, antrean di depan tempat penitipan, dll.

Penyampaian Kisah

5. Sekilas Liburan
Bentuklah kelompok-kelompok beranggotakan 6 peserta, beri kesempatan untuk menceritakan pengalaman liburan mereka. Setiap kelompok kemudian diminta memilih salah satu cerita dari kelompok mereka untuk diperankan. Peserta yang kisahnya dipilih akan berperan sebagai konduktor, dan menceritakan dalam 5 babak. Keempat anggota yang lainnya menciptakan bentuk dari setiap cerita. Setelah konduktor dan pemain mempertunjukkan bagian pertama maka konduktor mengatakan “SIAP”, dan para aktor masuk ke bagian berikutnya. Setiap kelompok bergantian menunjukkan kemampuannya ke anggota lainnya.

* * *

bersambung

* dicuplik dengan sedikit penyesuaian dari

Playback Theater adalah Sebuah Bentuk Teater Spontanitas ( Improvisasi )

oleh BOEDI POERNOMO
Direktur Artistik Teater Putih

Satu tanggapan untuk “Panduan Latihan Playback Theater III, Ritme dan Suara

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.