Panduan Latihan Playback Theater IV, Bahan Baku Fluid Sculpture


Latihan Playback Teater Keempat

“BAHAN-BAHAN”

Tujuan: Mendukung terciptanya tim kerja yang lebih baik dan memperbaiki presentasi fluid sculpture

POLA LATIHAN

Pemanasan

1. Berhenti dan mulai dengan benar dan salah

2. Hutan tropis

3. Zip-zap biong

Kerjasama tim

4. Berdiri Bersama
Enam sukarelawan menjadi aktor dan duduk di kursi yang telah disiapkan dalam setting pertunjukkan dengan penonton yang duduk dalam setengah lingkaran. Sebagai sebuah grup para aktor harus duduk dan berdiri bersama. Hal ini perlu diulang beberapa kali dengan kecepatan yang berbeda-beda. Dalam pertunjukkan para aktor harus dapat tampil secara teratur antara aktor satu dengan yang lain, baik saat berdiri ataupun saat masuk dalam arena pertunjukkannya.

5. Melangkah masuk
Berdiri dalam sebuah setengah lingkaran di depan kursi mereka, para aktor secara bergantian, akan maju ke depan satu langkah sambil menyebutkan angka satu hingga enam (sesuai jumlah aktor). Para actor harus konsentrasi dan peka terhadap aktor lainnya, sehingga tidak terjadi penyebutan angka atau langkah yang bersamaan. Kecepatan mereka dalam melakukan hal tersebut (maju ke depan dan menyebut angka) dapat dipercepat.

6. Latihan Fluid Sculputures dengan teknik di dalam pikiran
Setelah konduktor menggali informasi secukupnya dari para penonton untuk sebuah fluid sculpture, para aktor berdiri bersamaan dan kemudian setiap aktor mengerjakan setiap elemen dari fluid sculpture. Hal ini dilakukan berulang-ulang sampai para aktor tampil dengan percaya diri pada saat mengawali dan mengakhiri fluid sculpture.

Perkenalan materi

7. Pengenalan bahan
Berbagai jenis kain dengan bermacam-macam warna, ukuran dan tekstur diletakkan di tengah ruangan. Para peserta diminta untuk melihat-lihat dan masing-masing mengambil satu potong kain. Mereka diminta untuk bermain dengan kain yang mereka pegang selama 10 menit. Setiap peserta diminta untuk mengeksplorasi hal apa yang bisa mereka lakukan dengan kain mereka, misalnya dilemparkan ke udara, membuat tarian dengan kain, dll. Ketika semua sudah selesai bereksplorasi dengan kain mereka, mintalah mereka untuk kembali dalam lingkaran dan secara bergiliran mempertunjukkan apa yang telah mereka lakukan dengan kain mereka

8. Mengenal dan memanfaatkan kain-kain
Kain diletakkan di tengah ruangan, dan setiap peserta secara berpasangan mengambil tiga potong kain. Setiap pasangan diberi waktu selama 10 menit untuk menciptakan suatu objek dari tiga potong kain yang mereka ambil. Salah satu dari setiap pasangan akan menjadi bagian dari objeknya, dan rekan satunya akan mempresentasikan ke peserta yang lain. Sebelum dipresentasikan, peserta lain diminta menebak, objek apa yang sedang dipresentasikan tersebut, misalnya lilin, bunga, dll

Pendinginan

9. Mengalirkan belaian
Berdirilah dalam sebuah lingkaran dengan tangan yang saling bergandengan. Satu peserta kemudian memulai permainan dengan agak menekan tangan peserta yang digenggamnya (sebelah kiri), kemudian peserta disebelah kirinya akan melakukan hal yang sama, hal ini terus bergerak searah jarum jam sampai kembali lagi ke orang yang telah memulainya tersebut. Mereka dapat membuat beberapa aliran remasan tangan dengan arah berlawanan sehingga dua remasan dapat melewati orang yang sama pada saat yang sama.

 

bersambung

* dicuplik dengan sedikit penyesuaian dari

Playback Theater adalah Sebuah Bentuk Teater Spontanitas ( Improvisasi )

oleh BOEDI POERNOMO
Direktur Artistik Teater Putih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.