Asal Usul Ilmu Psikologi Perlu Klarifikasi Definisi


Perlu klarifikasi dalam pendefinisian dan asal usul (ilmu) psikologi (nosologi). Sejak Hippocrates menemukan adanya gejala-gejala gangguan medis yang tidak ditimbulkan oleh penyebab fisik, maka muncullah temuan terminologi ‘penyebab non-medis dan atau non-fisik’. Dari sinilah kemudian muncul terminologi “psikis (psyche)” untuk menyebutnya sebagai gejala penyebab non-medis yang menimbulkan keluhan medis tersebut.
Singkatnya, Ilmu yang menaunginya, kemudian disebut “psikologi”.

Pada awal pertumbuhannya sebagai ilmu pengetahuan modern pasca era renaissance, sebagian besar tokoh-tokoh psikologi awal berasal dari kalangan medis (khususnya psikiater & neurolog); misalnya. seperti dari kalangan Vienna School (Freudian dkk.). Karena itulah banyak istilah dan pendekatan medis yang masuk, berpengaruh dan dipergunakan dalam menjelaskan teori-teori psikologi yang ditemukan. Salah satunya dan hingga kini masih berpengaruh besar karena sering digunakan adalah istilah ‘mental’ sebagai sinonim, bahkan mencakup kata ‘psikologi’. Padahal, sejatinya pengertian psikologi meliputi semua proses mental, aspek, fungsi, dinamika, dan interaksi perilaku serta penggunaan dan penerapannya dalam pelbagai kehidupan manusia.

Kalangan psikologi humanisme yang marak di tahun 60-an (Carl Rogers, George Kelly dkk.), bahkan mensponsori upaya penggunaan pola pikir dasar, terminologi, metoda, teknik assestment dan terapi psikologi yang terpisah dari dunia medis (yang semakin mendalami masalah ‘mental’ medis pada manusia); krn beranggapan bahwa secara hakiki (ilmu) psikologi itu berbeda dengan (ilmu) kedokteran.

Pada tahun 1960-an di Indonesia justru dikategorikan sebagai ilmu kerohanian (sekelompok dengan ilmu agama). Pandangan ini muncul karena psikologi dipahami sebagai ilmu mental yang bukan ilmu kedokteran. Beruntung kemudian ada tokoh ilmuwan yang berhasil meyakinkan Depernas (Dewan Perancang Nasional, yang sejak tahun 70-an bernama Bappenas).

Sayang sekali bahwa UU PLP masih mendefinisikan Psikologi sebagai bagian dari proses mental yg diekspresikan dalam perilaku. Usaha untuk mendefinisikan psikologi sebagai ” the science of behavior, aspects, function, mental processes and its aplications in human life”; masih belum berhasil. Karena hal itu akan semakin memperteguh pengakuan dan kedudukan psikologi sebagai cabang ilmu pengetahuan yang mandiri.

Para futurolog di th 70-an (Alvin Toffler dkk.) sudah memperhitungkan bahwa di abad 21, ilmu pengetahuan behavior akan menjadi andalan perkembangan umat manusia. Dan psikologi diharapkan akan menjadi acuannya. Karena itu selayaknya komunitas psikologi Indonesia sejak kini mulai mengembangkan, memperlakukan dan mensosialisasikan psikologi sebagai ilmu pengetahuan yang mandiri.

 

oleh Hatta Albanik

*copas dari WAG

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.