KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN ADALAH PELANGGARAN HAK ASASI MANUSIA


Merdeka!

Anggota DPRD Kota Palembang, M Syukri Zein viral di media sosial karena memukul seorang wanita gara-gara masalah antre BBM di SPBU.
Syukri mengaku ia memukul perempuan itu karena emosi tidak diberi jalan saat sedang mengantre BBM di SPBU Demang Lebar Daun Palembang, Jumat (5/8/2022).

Kekerasan terhadap perempuan dan anak perempuan adalah pelanggaran hak asasi manusia.
Hal ini dapat menimbulkan kerugian fisik, seksual dan mental baik secara langsung ataupun jangka panjang bagi perempuan dan anak, termasuk penyebab kematian.

Ada beberapa mitos dalam masyarakat, seperti:

• membenarkan kekerasan terhadap perempuan, berdasarkan anggapan bahwa laki-laki sah menggunakan kekerasan terhadap perempuan.

•memaafkan kekerasan dengan menghubungkannya dengan faktor eksternal (seperti stres) atau membenarkan pendapat bahwa laki-laki tidak harus bertanggung jawab penuh atas perilaku kekerasan (misalnya, karena kemarahan atau dorongan seksual).

• meremehkan dampak kekerasan, berdasarkan pandangan bahwa dampak kekerasan tidak serius atau tidak cukup serius untuk melakukan tindakan pencegahan oleh perempuan itu sendiri, atau pihak luar.

• mengalihkan kesalahan dari pelaku kepada korban atau meminta pertanggungjawaban korban atas kesalahan mereka.
Lebih jauh lagi kekerasan dilakukan dengan alasan untuk mencegah perilaku kekerasaan yang mungkin diperbuat oleh korban.

Penelitian telah menunjukkan bahwa pendorong utama dan signifikan penyebab kekerasan terhadap perempuan disebabkan karena pemberian kekuasaan, dan sumber daya yang tidak sama antara laki-laki dan perempuan.
Faktor budaya yang menyangkut
kepatuhan terhadap peran dan identitas gender yang diterapkan secara kaku yaitu perempuan harus bersifat feminin yang lemah lembut, dan patuh.

Psikolog berpendapat bahwa, laki-laki yang senang menggunakan kekerasan terhadap perempuan, cenderung mengalami gangguan kepribadian, seperti :

• Gangguan Kepribadian Antisosial, dengan ciri berbohong berulang kali, menggunakan nama samaran, memanipulasi atau menipu orang lain untuk keuntungan dan kesenangan pribadi.

• Gangguan Kepribadian Narsistik; rasa mementingkan diri sendiri yang berlebihan

• Gangguan kepribadian borderline (Borderline Personality Disorder-BPD) adalah penyakit mental yang sangat mempengaruhi kemampuan seseorang untuk mengatur emosinya. Hilangnya kontrol emosi ini menyebabkan seseorang mudah marah, dan sekali marah Ia susah untuk mengendalikan diri.
Hal ini mempengaruhi perasaan seseorang tentang diri mereka sendiri, serta berdampak negatif pada hubungan mereka dengan orang lain.

Deklarasi PBB tentang Penghapusan Kekerasan Terhadap Perempuan menyatakan, “kekerasan terhadap perempuan adalah manifestasi dari hubungan kekuasaan yang tidak setara secara historis antara laki-laki dan perempuan” dan “kekerasan terhadap perempuan adalah salah satu mekanisme sosial yang penting dimana perempuan dipaksa ke posisi lebih rendah dibandingkan dengan laki-laki.”

Dengan adanya fakta bahwa kekerasan terhadap perempuan masih sering terjadi secara semena-mena baik di lingkungan domestik maupun publik perlu kiranya kaum perempuan menyatakan dengan tegas bahwa sudah saatnya diberlakukan sanksi hukum berat terhadap pelaku kekerasan terhadap perempuan.

“Pria yang tidak menghentikan kekerasan terhadap wanita adalah pengecut”
Joe Biden
(Presiden Amerika Serikat ke-46)

 

Retno Triani Soekonjono
Psikolog

 

*copas dari WAG

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.