Ketakutan Saya Terhadap Sosok Seorang Ibu


The best of the day

Konsultasi psikodrama keluarga bersama istri.

Hari ini saya ada pertemuan dengan teman psikolog untuk konsultasi tatap muka. Menurut saya konsultasi tatap muka ini penting bagi terapi yang sedang saya jalani. Dalam konsultasi tatap muka, komunikasi terjalin secara utuh dan lengkap. Sebuah komunikasi yang utuh dan lengkap bagi saya bukan saja saling bertukar informasi, tetapi juga terjadi interaksi intelektual dan emosional yang melibatkan kehadiran dan perjumpaan fisik; di satu tempat perjumpaan dalam suasana yang mendukung. Komunikasi yang utuh dan lengkap menciptakan terjadinya dialog yang interaktif dan ikatan batin bagi yang terlibat dalam komunikasi tersebut. Dalam pertemuan konsultasi ini, saya mengajak istri. Menurut saya, keterlibatan istri saya akan sangat membantu dalam proses terapi saya.

Konsultasi hari ini merupakan sebuah pengalaman luar biasa bagi saya. Ada  pengungkapan dan pengertian baru mengenai sisi pribadi saya yang belum pernah saya ketahui dan saya sadari sebelumnya. Ternyata saya menyimpan ketakutan kepada Ibu saya. Saya sangat terkejut pada awalnya ketika teman psikolog mengungkapkan hal ini, karena saya tidak mengerti. Selama ini yang saya mengerti adalah pengaruh ayah saya sangat kuat dalam hidup saya. Baik sikap dan perbuatannya yang positif maupun sikap dan perbuatannya yang negatif. Ternyata tidak demikian yang dimaksud.

Sampai saat ini saya berusaha mencerna dan memahami pelan-pelan mengenai sisi ketakutan saya kepada Ibu saya. Indikasi ketakutan itu ditunjukkan dari sikap-sikap saya terhadap istri. Sikap-sikap tersebut mencerminkan atau merefleksikan bentuk ketakutan kepada sosok Ibu saya. Sebagai contoh dari perwujudan bentuk ketakutan itu adalah sikap saya yang selalu menghindari perbuatan atau tindakan yang menyebabkan istri saya marah dan sakit hati. Sikap tersebut mengungkapkan bahwa pada saat masa kecil saya, terbentuk ketakutan saya akan kemarahan dan sakit hati dari figur perempuan yang tidak lain adalah sosok Ibu saya.

Apakah dampaknya bagi saya dari ketakutan ini? Ketika saya takut akan menimbulkan kemarahan dan sakit hati istri, saya akan cenderung menghindari maksud, niat, tindakan, dan perbuatan saya yang dapat menimbulkan kemarahan dan sakit hati tersebut. Bahkan untuk maksud, niat, tindakan, dan perbuatan yang baik sekali pun saya akan menghindarinya, jika itu dapat menimbulkan kemarahan dan sakit hati istri saya. Ketika saya menghindari kemarahan dan sakit hati istri, saya cenderung melakukan tindakan dan perbuatan yang keliru. Hal ini justru menyebabkan terjadinya kemarahan dan sakit hati istri saya menjadi semakin buruk.

Sudah 12 tahun saya menikah dengan istri. Saya tidak menyadari dalam hidup berkeluarga selama ini saya membawa ketakutan saya. Saat ini saya merasa beruntung sekaligus bersyukur mengetahui, menyadari, dan mengerti sisi pribadi saya yang tersembunyi yang tidak saya ketahui sebelumnya. Melalui konsultasi dan terapi pemeriksaan batin dan menulis yang sedang saya jalani ini, perlahan ketakutan saya kepada Ibu saya terungkap.

Kehadiran istri saya dalam konsultasi dan terapi sangat dibutuhkan untuk menggali dan mengungkap ketakutan saya, karena dengan dialah selama ini saya berinteraksi sebagai suami, dan dialah yang terdampak oleh ketakutan saya. Sehingga bukan hanya saya yang berhak mengetahui ketakutan saya sebagai bagian dari kepribadian saya yang berhasil diungkap dalam terapi ini. Istri saya juga memiliki hak yang sama, karena hal ini penting dalam proses pemahaman pribadi satu dengan yang lain sebagai suami istri.

Tidak berhenti kepada pemahaman saja, saya menjadi sadar akan ketakutan saya adalah sebuah proses yang selanjutnya menuju kepada penerimaan diri. Tentu saja demikian juga dengan istri saya, dengan memahami ketakutan saya, selanjutnya istri juga berproses bersama dengan saya menerima realita pribadi saya. Penerimaan diri ini kemudian akan sangat membantu dalam penyelesaian permasalahan berdua. Permasalahan-permasalahan di antara saya dan istri yang timbul dari ketakutan saya, perlahan-lahan dapat dikenali, dipahami, diterima, dan diberikan ruang pengakuan sebagai dampak dari keberadaan bentuk emosi (ketakutan) yang semestinya dapat diatasi, bukan dihindari.

The worst of the day

Membuka memori buruk masa kecil.

Dalam kesempatan berkonsultasi dengan teman psikolog, saya bersinggungan dengan pengalaman menyakitkan di masa kecil. Saya teringat bagaimana saya pertama kali mengenal rasa takut saya. Sebuah peristiwa saat ayah saya membanting sebuah meja kaca hingga hancur berkeping dan pecahan kaca mengenai tangan Ibu saya hingga luka dan berdarah-darah.

Saat itu saya dan adik saya sedang bermain di ruang keluarga. Kami mendengar teriakan-teriakan ayah dan ibu saya yang berada di ruang tamu. Saya dan adik saya ingin tahu apa yang sedang terjadi. Saat kami memasuki ruang tamu, di saat itu juga saya dan adik melihat ayah saya membanting sebuah meja kaca dan serpihannya melukai tangan ibu saya.

Saya sangat terkejut. Pada saat itu saya merasakan ketegangan emosi yang sangat kuat yang belum pernah saya alami sebelumnya. Itulah pertama saya mengenal bentuk emosi yang disebut ketakutan. Dalam keadaan terluka dan berdarah-darah, spontan ibu saya memeluk erat saya dan adik saya ketika menyadari bahwa kami berada di ruang tamu. Sementara itu ayah saya masih kalap dan menghancurkan karya-karya seni ciptaannya sendiri.

Saya berusia 3 tahun pada saat itu, sedangkan adik saya berusia 2 tahun. Ibu saya membawa saya dan adik masuk kamar tidur kami dan berusaha menenangkan saya yang mulai menangis ketakutan melihat tingkah ayah saya. Baju dan wajah saya banyak berlepotan noda darah dari ibu saya. Hal itu membuat saya semakin ketakutan. Saya masih mendengar suara barang-barang di hancurkan oleh ayah saya. Ibu saya bergegas keluar dari kamar dan mengunci pintu kamar dari luar, supaya saya dan adik aman di dalam kamar.

Saya kembali mendengar ayah berteriak-teriak dan ibu saya mengaduh dan menangis. Saya kembali merasakan ketakutan yang mencekam hingga saya histeris karena mendengarkan suara ibu saya yang mengaduh dan menangis histeris. Saya menggedor pintu karena pintu tidak dapat saya buka. Saat itu pula, adik saya ikut menangis histeris dan ikut menggedor pintu kamar.

Kami tidak berhenti menggedor pintu hingga terdengar dari dalam kamar, ada beberapa orang datang. Kami mendengar beberapa suara orang di luar. Saya masih mendengar suara tangisan ibu saya dan suara orang yang berusaha menenangkan ibu saya. Saya sudah tidak mendengar suara ayah saya berteriak. Tidak ada suara ayah saya. Saya kembali menggedor pintu sambil menangis, sementara adik saya terduduk sambil menangis.

Pintu kamar dibukakan dan saya melihat wajah nenek saya. Nenek saya langsung memeluk saya dan adik saya. Saya dan adik langsung dibopong dan dibawa ke rumah kakek dan nenek yang berdekatan dengan rumah di mana kami tinggal.

Saya berusaha mencari keberadaan ibu saya, karena saya takut terjadi sesuatu dengan ibu saya. Saya takut kehilangan ibu saya. Ini adalah cerita tentang trauma yang saya alami saat masa kecil saya yang sampai saat ini masih teringat sangat jelas dalam ingatan saya.

Mungkinkah peristiwa ini yang menimbulkan ketakutan saya terhadap ibu saya?

Ataukah semua ketakutan saya berawal dari peristiwa ini?

Dalam pikiran sadar saya, peristiwa itu hanyalah salah satu dari pengalaman buruk masa kecil saya. Tetapi apa yang tercerna oleh alam bawah sadar saya, saya kesulitan untuk mengerti dan memahaminya. Saya membutuhkan pertolongan seseorang yang mampu membantu saya mengungkap sesuatu yang tidak saya sadari dan terpendam dalam alam bawah sadar saya yang memberikan pengaruh yang negatif terhadap maksud, niat, tindakan, dan perbuatan saya.

Rencana memperbaiki diri.

Konsultasi dan terapi menuliskan hasil pemeriksaan batin yang sedang saya jalani ini sangat membantu saya menyusuri peristiwa aktual sehari-hari dan memetik buah pengalaman hidup saya, baik maupun buruk. Dengan menuliskan pengalaman-pengalaman batin atas peristiwa hidup sehari-hari, saya dapat mengevaluasi kecenderungan gerakan batin saya, saya dapat menggali motivasi hidup, saya dapat melakukan koreksi terhadap kekeliruan dan kesalahan saya, saya terus bertransformasi menjadi pribadi yang lebih baik.

Doa syukur

Selamat malam Tuhan.

Terima kasih atas pengalaman hari ini yang luar biasa bagi saya. Hari ini Engkau telah mengungkapkan kepada saya sebuah ketakutan yang telah lama terpendam dalam ingatan saya. Sebuah ketakutan yang berpengaruh besar dalam kehidupan berkeluarga saya. Sebuah ketakutan yang mempengaruhi sikap dan tindakan saya dalam menghadapi permasalahan di dalam keluarga bersama dengan istri. Ketakutan yang timbul karena peristiwa pertengkaran orang tua di masa kecil saya.

Saya tidak menyangka bahwa peristiwa tersebut selalu terbawa dalam setiap langkah hidup saya hingga saat ini. Saya sungguh merasa rapuh saat ini, saya menyadarinya, saya sedang berusaha untuk menerimanya. Saya berharap dapat memperbaiki kerapuhan ini, ketakutan saya terhadap ibu saya.

Terima kasih Tuhan, Engkau telah memberikan kesempatan bagi saya untuk mengetahui kelemahan diri saya.

Terima kasih Engkau telah menghadirkan penolong dan pembimbing bagi saya untuk menyadari ketakutan saya.

Terima kasih Tuhan atas kebesaran hati istri saya yang telah bersedia dan berani untuk mendampingi saya sampai saat ini.

Mohon selalu tuntunan dan terang Roh Kudus-Mu dalam langkah hidup saya bersama dengan istri dan anak saya.

Mohon anugerah dan berkat yang kami butuhkan dalam menghadapi permasalahan dan tantangan hidup.

Mohon berkat dan kelimpahan-Mu bagi sanak dan saudara, teman dan sahabat, orang-orang yang hadir dalam kehidupan saya, masyarakat bangsa dan negara, dan seluruh umat manusia, beserta seluruh ciptaan.

Amin.

 

Yogyakarta, Senin, 21 November 2022

Putra

*Catatan Ke 13

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.