Teater Dalam Dunia Pendidikan, Mari Diskusi……


Teater adalah salah satu bentuk seni yang paling kuat, namun paling sedikit dimanfaatkan dalam pendidikan, dalam eksplorasi tentang keterkaitan diri dengan orang lain, pengembangan pemahaman tentang diri, dan empati kritis. Tidak hanya bagi manusia tetapi juga terhadap lingkungan alam, dan sosial, teater adalah media yang lebih baik.

Drama mengunakan teks atau berskenario hanya satu bagian kecil dari teater, pengalaman yang jauh lebih signifikan dimungkinkan terwujud melalui permainan peran, latihan teater, Olah tubuh dan Olah suara, pengendalian tindakannya dalam kelompok dan berlakunya spontanitas. Pengalaman seperti itu penting tidak hanya bagi guru dalam perkembangan mereka sendiri, tetapi juga untuk mempersiapkan anak-anak.

Terjemahan dari status Instagram @rangbumi_applied_theatre

Adakah yang tertarik dan ingin mendiskusikan lebih dalam ? Atau bahkan ingin sharing karena sudah menerapkannya?

Mari berbagi…..

 

Yogyakarta, 2 September 2019

 

Curahan Hati Pengelola Kegiatan Psikodrama di Yogyakarta


Saya seorang pengelola kegiatan Psikodrama di Yogyakarta. Sampai saat ini sudah mengelola 3 kali event. Setiap event, saya menemukan keseruan yang berbeda, yang mengalir aja secara spontan mengikuti ekspresi peserta dan temuan director. Saking spontannya, judul event yang disiapkan sejak awal promosi  dapat berubah begitu saja pada waktu didramakan. Perubahan yang tanpa briefing apa pun, tetap jadi alur yang berdampak bagi pesertanya. Lanjutkan membaca “Curahan Hati Pengelola Kegiatan Psikodrama di Yogyakarta”

Supir Itu Aku, Bukan Yang Lain, Pengalaman Psikodrama di Yogyakarta


Selama 23 tahun, aku merasa hidupku terkesan begitu-begitu saja, lempeng-lempeng saja. Aku selalu berusaha mengatakan dan melakukan banyak hal agar orang lain senang, sedangkan aku terkadang merasa sebaliknya. Sejak kecil hingga sekarang hidupku selalu menuruti keinginan orangtuaku. Aku harus juara kelas. Aku harus mendapatkan beasiswa. Aku harus menang lomba. Aku harus ini dan kemudian itu. Lanjutkan membaca “Supir Itu Aku, Bukan Yang Lain, Pengalaman Psikodrama di Yogyakarta”

Bertemu Teman Lama #TerapiMenulis 08


Depresi dengan gejala psikotik.

Demikianlah yang tertera di surat keterangan dokter spesialis kesehatan jiwa yang kuminta beberapa minggu yang lalu. Sudah satu bulan aku mengonsumsi obat-obatan psikiatri. Ada tiga macam obat yang kutelan setiap hari: antidepresan, antipsikotik, dan anti- dari antipsikotik (psikotropika? Psikoaktif? Aku tidak tahu istilahnya). Lanjutkan membaca “Bertemu Teman Lama #TerapiMenulis 08”

Psikodrama dan Tentang Memilih untuk Benar, untuk Baik, atau untuk Jujur dari Pengalaman di Yogyakarta


Surprised juga ketika keresahan bertahun_tahun itu simply terpetakan secara experiential dalam sebuah permainan psikodrama. Padahal baru tahap warming up. Dengan cepat aku merasa engaged.
.
Ada suatu masa di mana aku mempercayai sebuah quote, bahwa “adalah penting untuk berbuat benar, namun lebih penting untuk berbuat baik”. Buatku ini zona nyaman. Secara naluriah apa yang bikin orang lain hepi mudah membuatku juga hepi. Hingga suatu saat ada yang memantik pemikiran bahwa sesuatu yang tidak lurus tidak akan membawa kebaikan. Kalaupun terasa baik, mungkin itu semu. Lanjutkan membaca “Psikodrama dan Tentang Memilih untuk Benar, untuk Baik, atau untuk Jujur dari Pengalaman di Yogyakarta”

You Have Enough Freedom to Choose the Story that You Want to Play


Menemukan diri hadir dalam workshop psikodrama dengan Mas Didik rasanya memberikan dualisme fungsi dalam diri saya. Tentu saja, selain belajar teknik psikodrama sebagai salah satu metoda dalam praktek psikolog, sambil ‘berobat jalan (self healing)’ merupakan hal yang tidak berdosa menurut saya. Lanjutkan membaca “You Have Enough Freedom to Choose the Story that You Want to Play”

Art, Depth, My Reflection and My Action, Psikodrama di Bandung


Hari ini saya menemukan & berkata pada diriku yang berada di hadapanku:

Setiap orang diuji pada hal/titik yang baginya, adalah titik terlemahnya. Lanjutkan membaca “Art, Depth, My Reflection and My Action, Psikodrama di Bandung”