Puasa adalah Mengolah Rasa, Mengendalikan Diri, Memberikan Kuasa Ilahi Bekerja


Puasa merupakan proses melatih Rasa untuk membangun hubungan yang baik dengan diri sendiri. Bagaimana Rasaku sekarang berhubungan dengan Masa laluku, dan juga bagaimana caraku menggapai Masa depan. Aku “isa rumangsa” (bisa menyadari) perilaku dalam hidupku.

Aku mengendalikan diri, membangun hubungan yang baik dengan orang lain, lingkungan sosial dan lingkungan alamku. Dengan Rendah Hati berani meminta maaf, dengan Besar Hati memaafkan. Menahan hawa nafsu duniawi, yang lebih banyak merusak hubungan sosial dengan orang lain, dan menciderai alam. Menyerahkan sebagian dari hasil kerjaku untuk orang yang kurang mampu, dengan kesadaran bahwa hasil kerja itu juga merupakan hasil bantuan dari orang-orang lain yang ada di sekitarku, baik langsung maupun tidak langsung.

Aku berserah diri, memberikan diriku ada dalam Kuasa Ilahi. Aku membangun hubungan yang baik dengan Penciptaku. Mempelajari  lagi yang tertulis di Kitab Suci, mendengarkan kata kata orang bijak yang menyejukkan hati, yang menuntun jalanku agar lebih dekat pada-Nya. Serta mohon berkah untuk dimampukan bersyukur atas apa pun yang telah terjadi.

Selamat berpuasa, ……

 

Yogyakarta, 4 Mei 2019

Retmono Adi

Ingin Berubah ? Pahami Psikodrama dan Lakukan !


Psikodrama mengolah diri

seperti Metamorfosa, Ulat menjadi Kupu Kupu

Ulat merayap,….kepompong diam,..Kupu kupu terbang,

begitu pun Psikodrama, ibarat kepompong, dari luar sepertinya diam, berserah pada alam, tidak terlihat proses yang terjadi di dalam, hingga tiba waktunya, merobek dari dalam, keluar menjadi kupu- kupu,..terbang indah di angkasa,….

…dan hidup tidak lagi sama seperti sebelumnya.

Resolusi 2019 Memang Perlu, Kok…….


…..jadi kuputuskan membuat resolusi untuk tahun 2019 nanti. Sebagai arah dan dasar bagi tindakan yang akan aku lakukan. Aku bikin yang paling realistis berdasarkan capaian tahun ini. Juga kupilih cukup satu saja yang itu dapat menjadi indikator bagi aktivitas lain, baik yang mendukung (sebagai prasyarat terwujudnya) atau pun menjadi hasil impact nya. Dengan aku menentukan satu resolusi ini, maka dapat terlihat capaian apa saja yang telah terwujud dan langkah berikutnya yang dapat dicapai lagi.

Oh ya, Resolusi tahun 2019 ku adalah, retmono.wordpress.com dibaca atau dibuka 100 ribu kali (sekarang sudah 65 ribuan kali). Capaian ini dapat dilihat dari statistik-nya yang update setiap saat. Simpel kan? 🙂

Sengaja kubuat sederhana, mudah diingat, namun jelas sesuai dengan tujuanku sebagai Praktisi Psikodrama. Aku ingin makin banyak orang Indonesia mengenal Psikodrama, merasakan Psikodrama, dan mampu menerapkan Psikodrama. Aku ungkapkan ini agar banyak orang tahu dan membantu menyebarkan ke lebih banyak orang lagi.

Mohon saran dan masukannya. Maka dengan demikian resolusi yang kuputuskan ini menjadi bermanfaat.

Terima kasih

 

Retmono Adi

Obrolan Generasi X tentang Generasi Z, yang Anggap Agama Paling Penting


Tulisan ini berdasar obrolan di WA, karena menarik maka aku ingin bagikan juga di sini. Semoga bermanfaat.

+ Apakah krn dekontruksi tdk juga menawarkan solusi, lalu kembali ke religi?

– Lha.. Itulah… Mungkin juga sudah terlanjur jadi bangsa ‘konsumtif’, tapi tidak punya daya cipta.. Mungkin ‘kehampaan’ itu yg membuat kembali menguatkan ‘identitas religi’…atau.. Itu sebagai sebentuk defends mechanism kolektif juga bisa.. Defends atas dunia digital yg kian mengglobal Lanjutkan membaca “Obrolan Generasi X tentang Generasi Z, yang Anggap Agama Paling Penting”

Menulis Asal Menulis Aja


Ada saatnya ide semua buntu, ingin melakukan apa pun terasa ragu. Apa yang perlu dilakukan jika berada pada situasi itu ?

Kali ini aku paksakan menulis. Menulis apa saja yang ada dalam pikiran. Langsung saja menulis. TV aku nyalakan namun tidak kutonton, yang penting ada suara-suara. Medsos aku tutup semua, antisipasi jika malah berkicau dan bikin kacau.

Lumayan juga nih, aku bisa menulis seperti ini. mungkin lebih baik sering sering dalam keadaan seperti ini terus menulis apa saja yang terlintas di pikiran.

Sering memang aku menyatakan bahwa menulis juga bisa berefek terapeutik, dan kali ini aku praktekkan sendiri. Cukup melegakan,…hihihihihi

Maaf jika terasa nyampah di internet, kupikir ini cukup penting dibagikan ke khalayak, mungkin ada juga yang dapat terbantu.

Tidak perlu didukung dasar teori dari penelitian ilmiah, cukup pengalaman riil saja dibagikan. Aku yakin kok, bahwa pengalaman pribadi, jika diakui secara jujur, pastilah juga pernah dialami oleh orang lain.

Oh, ya judulnya sedang aku pikirkan. Judulnya belum ada karena aku langsung aja mengetik. Ini aku mengetik sambil memikirkan judulnya apa ya yang cocok. Ya,..perlu mempertimbangkan apa yang mungkin sedang laris di internet, biar bisa nangkring di halaman pertama pada pencarian Google, dan tetap nyambung dengan kontennya. Udah ach,..ntar makin nglantur,….terima kasih.

Pedih dan Getir ~ Naruto


“Hampir tak tertahankan, bukan?
Rasa pedih karena sendirian

Aku tahu perasaan ini, aku pernah di sana …
Di tempat yang gelap dan sepi itu.

Tapi sekarang ada yang lain,
Orang lain yang sangat berarti bagiku
Aku lebih peduli pada mereka daripada aku sendiri,
dan aku tidak akan membiarkan orang menyakiti mereka.
Itu sebabnya aku tidak akan pernah menyerah,
Aku akan menghentikanmu, bahkan jika aku harus membunuhmu!

Mereka telah menyelamatkanku dari diriku sendiri
Mereka menyelamatkanku dari kesepian.
Mereka adalah orang pertama yang menerimaku apa adanya.
Mereka adalah teman-temanku “

…….

“It’s almost unbearable isn’t it…?
The pain of being all alone

I know that feeling I’ve been there…
In that dark and lonely place.

But now there are others,
other people who mean a lot to me
I care more about them than I do myself,
and I won’t let anyone hurt them.
That’s why I’ll never give up,
I will stop you, even if I have to kill you!

They save me from myself
They rescued me from loneliness.
They were the first to accept me as who I am.
They’re my friends”

– Uzumaki Naruto

Lingkaran Aku Cinta Padamu Edisi Valentine


Tiba saja teringat kenangan akan sebuah lagu di hari Valentine ini,
Lagu yang menjadikan kami setia pada jalan ber-teater
masa masa kami merintis teater di Fakultas Psikologi UGM
Keluarga Rapat Sebuah Teater (KRST)

…..mahasiswa dengan idealismenya
kuliah jangan sampai mengganggu aktifitas teater

….resapi liriknya
…nikmati lagunya
…dan waktu terasa berhenti (bagi kami….)

masih kah dapat kau rasakan,…saudara-saudaraku ?

Lingkaran Aku Cinta Padamu (feat. Sawung Jabo) – Iwan Fals

Kini kami berkumpul
Esok kami berpencar

Berbicara tentang kehidupan
Berbicara tentang kebudayaan
Berbicara tentang ombak lautan
Berbicara tentang bintang di langit
Kami berbicara tentang Tuhan
Berbicara tentang kesejatian
Tentang apa saja

Malam boleh berlalu
Gelap boleh menghadang

Disini kami tetap berdiri
Disini kami tetap berpikir
Disini kami tetap berjaga
Disini kami tetap waspada
Disini kami membuka mata
Disini kami selalu mencari
Kesejatian diri

Alang alang bergerak
Mata kami berputar

Seperti elang kami melayang
Seperti air kami mengalir
Seperti mentari kami berputar
Seperti gunung kami merenung
Di lingkaran kami berpandangan
Di lingkaran kami mengucapkan

Aku cinta padamu
Aku cinta padamu
Aku cinta padamu
Aku cinta padamu

Yogyakarta, 14 Februari 2018