Saat Jantungku Masih Berdetak, Aku Bersyukur,….


Awalnya biasa saja, seperti seseorang menemukan hal baru dan merasa bergairah. Jantung ku berdegup lebih kencang. Tapi ini gairah yang berbeda. Ini bukan rasa menyenangkan seperti degup jatuh cinta. Ini sensasi aura kemarahan yang terpapar melalui udara. Semacam itu kira-kira yang terimajinasikan dalam benakku. Tidak biasanya aku mendeteksi begitu cepat amarah seseorang dan ini bukan hanya sekali saja. Ku rasa sudah mulai mengalir melalui jalur listrik nirkabel. Mengapa ku bisa merasakan kemarahan seseorang dalam jarak yang tidak ku kenali, bahkan wajah orangnya pun ku tak dapat mengimajinasikannya. Lanjutkan membaca “Saat Jantungku Masih Berdetak, Aku Bersyukur,….”

Latihan Berpikir Positif dalam Keseharian


Hari ini aku merencanakan untuk menganti spare part motorku. Kabel speedo meter dan kabel RPM nya putus. Sudah lebih dari sebulan, performa motor aman saja, namun tetap perlu petunjuk kecepatan berkendara, agar dapat mengontrol kecepatan yang aman.

Sudah lebih dari pukul 15.30 WIB,  aku datangi bengkel itu. Baru pertama kali aku ke bengkel ini. Bengkel ramai, ada beberapa motor sedang diperbaiki. Aku berpikir positif, jika ramai pastilah bengkel ini reputasinya baik, jika aku berpikir negatif, pasti akan lama menunggu, dan buang-buang waktu. Lanjutkan membaca “Latihan Berpikir Positif dalam Keseharian”

Lagu ini Memberi Pengaruh Kuat di Psikodramaku, Tears Of The Dragon, Bruce Dickinson


For too long now, there were secrets in my mind 
For too long now, there were things I should have said 
In the darkness…I was stumbling for the door 
To find a reason – to find the time, the place, the hour
Waiting for the winter sun, and the cold light of day 
The misty ghosts of childhood fears 
The pressure is building, and I can’t stay away
I throw myself into the sea 
Release the wave, let it wash over me 
To face the fear I once believed 
The tears of the dragon, for you and for me
Where I was, I had wings that couldn’t fly 
Where I was, I had tears I couldn’t cry 
My emotions frozen in an icy lake 
I couldn’t feel them until the ice began to break
I have no power over this, you know I’m afraid 
The walls I built are crumbling 
The water is moving, I’m slipping away…
I throw myself into the sea 
Release the wave, let it wash over me 
To face the fear I once believed 
The tears of the dragon, for you and for me
Slowly I awake, slowly I rise 
The walls I built are crumbling 
The water is moving, I’m slipping away…
I throw (I throw) 
Myself (myself) 
Into the sea 
Release the wave, let it wash over me 
To face (to face) 
The fear (the fear) 
I once believed 
The tears of the dragon, for you and for me
I throw (I throw) 
Myself (myself) 
Into the sea 
Release the wave, let it wash over me 
To face (to face) 
The fear (the fear) 
I once believed 
The tears of the dragon, for you and for me
Source: LyricFind
Songwriters: Bruce Dickinson
Tears Of The Dragon lyrics © Universal Music Publishing Group

Lanjutkan membaca “Lagu ini Memberi Pengaruh Kuat di Psikodramaku, Tears Of The Dragon, Bruce Dickinson”

Refleksi Diri dari Kata-kata Bijak Santa Teresa dari Kalkuta


Buah Keheningan adalah Doa,
Buah Doa adalah Iman,
Buah Iman adalah Cinta,
Buah Cinta adalah Pelayanan,
Buah Pelayanan adalah Damai.

~ Santa Teresa dari Kalkuta

Buah Keheningan adalah Doa,

Masih sering aku pada saat hening, merasa sendiri dan kesepian, merasa kering dan dicampakkan sehingga aku ketakutan dan lari pada keramaian. Lanjutkan membaca “Refleksi Diri dari Kata-kata Bijak Santa Teresa dari Kalkuta”

Puasa adalah Mengolah Rasa, Mengendalikan Diri, Memberikan Kuasa Ilahi Bekerja


Puasa merupakan proses melatih Rasa untuk membangun hubungan yang baik dengan diri sendiri. Bagaimana Rasaku sekarang berhubungan dengan Masa laluku, dan juga bagaimana caraku menggapai Masa depan. Aku “isa rumangsa” (bisa menyadari) perilaku dalam hidupku.

Aku mengendalikan diri, membangun hubungan yang baik dengan orang lain, lingkungan sosial dan lingkungan alamku. Dengan Rendah Hati berani meminta maaf, dengan Besar Hati memaafkan. Menahan hawa nafsu duniawi, yang lebih banyak merusak hubungan sosial dengan orang lain, dan menciderai alam. Menyerahkan sebagian dari hasil kerjaku untuk orang yang kurang mampu, dengan kesadaran bahwa hasil kerja itu juga merupakan hasil bantuan dari orang-orang lain yang ada di sekitarku, baik langsung maupun tidak langsung.

Aku berserah diri, memberikan diriku ada dalam Kuasa Ilahi. Aku membangun hubungan yang baik dengan Penciptaku. Mempelajari  lagi yang tertulis di Kitab Suci, mendengarkan kata kata orang bijak yang menyejukkan hati, yang menuntun jalanku agar lebih dekat pada-Nya. Serta mohon berkah untuk dimampukan bersyukur atas apa pun yang telah terjadi.

Selamat berpuasa, ……

 

Yogyakarta, 4 Mei 2019

Retmono Adi

Ingin Berubah ? Pahami Psikodrama dan Lakukan !


Psikodrama mengolah diri

seperti Metamorfosa, Ulat menjadi Kupu Kupu

Ulat merayap,….kepompong diam,..Kupu kupu terbang,

begitu pun Psikodrama, ibarat kepompong, dari luar sepertinya diam, berserah pada alam, tidak terlihat proses yang terjadi di dalam, hingga tiba waktunya, merobek dari dalam, keluar menjadi kupu- kupu,..terbang indah di angkasa,….

…dan hidup tidak lagi sama seperti sebelumnya.

Resolusi 2019 Memang Perlu, Kok…….


…..jadi kuputuskan membuat resolusi untuk tahun 2019 nanti. Sebagai arah dan dasar bagi tindakan yang akan aku lakukan. Aku bikin yang paling realistis berdasarkan capaian tahun ini. Juga kupilih cukup satu saja yang itu dapat menjadi indikator bagi aktivitas lain, baik yang mendukung (sebagai prasyarat terwujudnya) atau pun menjadi hasil impact nya. Dengan aku menentukan satu resolusi ini, maka dapat terlihat capaian apa saja yang telah terwujud dan langkah berikutnya yang dapat dicapai lagi.

Oh ya, Resolusi tahun 2019 ku adalah, retmono.wordpress.com dibaca atau dibuka 100 ribu kali (sekarang sudah 65 ribuan kali). Capaian ini dapat dilihat dari statistik-nya yang update setiap saat. Simpel kan? 🙂

Sengaja kubuat sederhana, mudah diingat, namun jelas sesuai dengan tujuanku sebagai Praktisi Psikodrama. Aku ingin makin banyak orang Indonesia mengenal Psikodrama, merasakan Psikodrama, dan mampu menerapkan Psikodrama. Aku ungkapkan ini agar banyak orang tahu dan membantu menyebarkan ke lebih banyak orang lagi.

Mohon saran dan masukannya. Maka dengan demikian resolusi yang kuputuskan ini menjadi bermanfaat.

Terima kasih

 

Retmono Adi