Coretan Lama 30; Pertemuan Dua Hati


Pertemuan

Setiap pertemuan terjadi

atas dasar dua hati

yang saling digerakkan Tuhan.

Dalam setiap pertemuan,

entah dengan siapapun,

entah lama atau sesaat sekalipun,

akan selalu melahirkan

berbagai sudut pandang

yang baru

tentang kehidupan

untuk kita.

Dan sering kali

kita baru bisa menyadari

arti dari setiap pertemuan

saat kita dihadapkan

pada jarak

atau bahkan

saat kita

memutuskan

untuk berpisah.

 

Kartasura, 27 Agustus 2016

Qanifara

Refleksi Buah Cinta yang Belum Sempat Tumbuh dari Cerita Pendek Drama Perjuangan Hidup Prita


Dari sudut pandangku sebagai Penulis

Aku belum pernah hamil. Aku pastinya belum pernah mengalami keguguran. Aku belum pernah bersetubuh dengan orang lain. Barangkali cerita tentang keguguran yang kutuliskan adalah simbol dari ketidaksiapanku untuk punya anak. Kalau orang-orang pada umumnya takut bila tidak bisa punya anak, aku malah sebaliknya. Salah satu ketakutan terbesarku adalah punya anak. Lanjutkan membaca “Refleksi Buah Cinta yang Belum Sempat Tumbuh dari Cerita Pendek Drama Perjuangan Hidup Prita”

Cerita Pendek, Drama Perjuangan Hidup Prita #14 Epilog, Untuk Rio


Untuk Rio

Kita memang bukan pasangan sempurna

Kata orang, pernikahan terasa indah dan bahagia

Hanya di tiga atau lima tahun pertama

Delapan tahun berlalu, rasa itu nyatanya masih terus ada dan kian menyala

Hidup kita menjadi lebih berwarna dan bermakna ketika bersama

Walaupun belum ada anak di rumah kita Lanjutkan membaca “Cerita Pendek, Drama Perjuangan Hidup Prita #14 Epilog, Untuk Rio”

Coretan Lama 26; Pengakuan di Bulan Suci


Ya Tuhanku

Yang Maha Baik,

anugerahilah aku cinta

yang menyehatkan bagi tubuh dan jiwaku.

Jauhkan aku

dari perasaan-perasaan

yang menyesatkan.

Lindungi aku

dari hal-hal

yang merugikan.

Aku sudah terlalu banyak berbuat salah.

Tak jarang pula melampaui batas

yang parah.

Jadikanlah aku

seorang manusia

yang peka pada setiap tanda,

agar tak lagi salah berprasangka.

Dariku,

manusia

yang malah banyak mengotori diri

di bulan suci.

 

Kartasura, 2 Juni 2019

Qanifara

6 Langkah Mengolah Luka Inner Child Menuju Kesembuhan


Ada 6 langkah untuk membantu menyembuhkan inner child kita yang terluka. Menurut John Bradshaw, penulis buku Home Coming: Reclaiming and Championing Your Inner Child, proses ini melibatkan enam langkah:

1. Keyakinan, bahwa apa yang terjadi pastilah memiliki hikmah dan sesuatu yang baik.
2. Validasi, perlu validasi ulang, pastikan yang terjadi dengan melihat dari berbagai sudut pandang.
3. Shock dan kemarahan, mulai menyadari perasaan marah, menemukan sesuatu yang baru, pemahaman baru yang selama ini ditekan atau diingkari, awalnya akan marah pada lingkungan luar dirinya, orang lain, namun selanjutnya akan mengarah pada diri sendiri.
4. Kesedihan, Ada muncul kesedihan, mengapa hal itu bisa terjadi, kesadaran bahwa marah pada diri sendiri tidak cukup untuk memperbaiki situasi. Hingga puncaknya sudah tidak dapat mengungkapkan rasa, tinggallah air mata.
5. Penyesalan, merasa bahwa yang terjadi, juga karena ada kontribusi diri sendiri. Mulai mengasihani diri, menyesal dan bertobat, mohon ampunan
6. Kesunyian diri, Ada kelegaan bahwa semua berasal dari diri sendiri, dan bisa diatasi oleh diri sendiri, dan ada tekad untuk berani menjadi diri sendiri.

Kesemua langkah tersebut adalah proses yang akan dialami dalam pengolahan inner child untuk menuju kesembuhan.

Bila ada yang berminat dengan 6 langkah ini melalui Psikodrama dapat kita lakukan. Silahkan isi kolom komentar atau kontak langsung Jefri 0812 252 0777 untuk pengaturan waktunya.

Yogyakarta, 22022021

<p value="<amp-fit-text layout="fixed-height" min-font-size="6" max-font-size="72" height="80"><a href="https://retmonoadi.com/about/&quot; target="_blank" rel="noreferrer noopener">Retmono Adi</a>Retmono Adi

Mengambil dari Mengelola Inner Child “HEALING YOUR INNER CHILD”

Hidup Bersama Wajib Dijaga


Hidup Bersama Wajib Dijaga

Hari ini aku mendatangai rumah temen yang empat hari lalu bapaknya meninggal.

Baru hari ini aku bisa ikut berbela sungkawa. Di rumahnya ada sembahyangan untuk mengingat jasa baik yang meninggal dan menguatkan yang ditinggalkan. Setelah acara selesai dan disuguhi makanan kecil. Bercakap akrab. Mereka pamit dan bersalaman dengan seluruh anggota keluarga yang ditinggalkan. Suasana akrab terasa.

Aku jadi ingat suasana ini di kampung halamanku dulu. Seluruh warga kampung saling mengenal dan akrab. Aku merasa waktu kecil bisa merasakan kepedulian antar warga. Apalagi jika ada anggota warga yang meninggal dunia. Warga akan meninggalkan pekerjaannya untuk merasa berbela sungkawa. Dan berlangsung selama tujuh hari berturut turut. Tiap malam keluarga yang berduka, tidak dibiarkan sendiri.

Aku tahu sekarang bahwa tiap orang pasti memiliki masalahnya sendiri, namun disini dalam acara lek-lek an, warga kampung bersedia meluangkan waktunya demi menjaga hidup bersama.

Entah sampai kapan, bukan soal untuk dibicarakan….

 

Bantul, 13 Juni 2016

Retmono Adi

Coretan Lama 08; Bersabarlah Sayang


Bersabarlah sayang,

lelah dan resah ini

tidak akan berlangsung selamanya.

Pejamkan mata,

ingat-ingat lagi tentang segala kebaikan-Nya

yang pernah membanjirimu

bahagia, selamat, sejahtera nafas,

dan

kesempatan berharga lainnya

yang tak terhitung.

Bersabarlah sayang,

percaya saja bahwa kelak akan ada masanya

jiwamu terasa penuh dipeluk mesra

Sang pelipur lara.

 

Kartasura, 21 Juli 2018

Qanifara

Coretan Lama 07; Bisikan pada Lautan


Dalam riuhnya ombak pantai

yang menggulung pasang surut kehidupan,

aku ingin berbisik pada lautan.

Bahwa kelak

kau dan aku

akan dipersatukan

pada persamaan

prinsip

dan

tujuan

yang tidak terlepas dari restu Tuhan.

Atas kesabaran

yang penuh pengorbanan.

 

Kartasura, 17 Desember 2018

Qanifara

Coretan Lama 06; Tinggal Bersama Kehampaan


Kehampaan

masih saja meminta untuk tinggal bersama.

Sementara aku

tak kuasa menolaknya.

Bahkan

dalam tidurku yang panjang,

ia ingin selalu ada,

bersandar padaku

dalam waktu yang lebih lama.

Wahai hampa,

pergilah,

dan

kepadaku,

janganlah kau setia.

 

Kartasura, 26 Desember 2018

Qanifara

Akhir yang Bahagia, Drama Perjuangan Hidup Prita #13 Cerita Pendek


Satriaku

Suatu sore aku kebingungan mencari Satria. Dia belum makan sejak pagi. Biasanya dia selalu mengeong dan mengendus-endus kakiku saat lapar. Biasanya kalau lapar dia tidak bisa tidur nyenyak. Kucari-cari di dalam rumah, kupanggil namanya berkali-kali, ternyata dia ada di teras, sedang tertidur nyenyak dekat pot tanaman. Mungkin dia baru saja berburu tikus, pikirku. Tapi di dekatnya kulihat ada bekas makanan yang bentuknya mirip seperti whiskas. Biasanya aku memberinya potongan ayam paha rebus. Lalu siapa yang memberinya whiskas?

“Nama kucingmu sama seperti namaku. Apa kau sengaja memberikan nama itu?” Lanjutkan membaca “Akhir yang Bahagia, Drama Perjuangan Hidup Prita #13 Cerita Pendek”