Satu Kata yaitu Menyenangkan, Kesan Saat Praktek Psikodrama di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas I Blitar


Pada hari Selasa tersebut, saya dan kawan-kawan melaksanakan kegiatan bermain Psikodrama bersama 15 andik yang telah kami pilih sesuai dengan kriteria yang telah kami tentukan dari 160-an andik yang ada di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas I Blitar.

Kegiatan kami laksanakan dari pukul 13.00 WIB hingga pukul 14.30 WIB. Rancangan kegiatan dari warming up terlebih dahulu dengan di mulai dari pengenalan diri dengan berpose, setelah itu dilanjutkan dengan sosiometri, lokogram, dan sculpture. Setelah warming up, dilanjutkan dengan action.

Action berupa “memaafkan” dan teknik membayangkan masa lalu/masa depan. Dalam pelaksanaannya, karena waktunya tidak cukup jadi yang teknik “membayangkan” tidak jadi dilakukan. Setelah semua kegiatan dilakukan, kami menutupnya dengan reflection dari keseluruhan kegiatan.

Kesan saya mengenai kegiatan yang kami lakukan ini jika misal diungkapkan dalam satu kata yaitu menyenangkan. Tidak ada lagi yang bisa saya ungkapkan selain itu. Walaupun memang kegiatannya tidak sesuai dengan apa yang direncanakan, tapi saya benar-benar menikmati kegiatan ini.

Surakarta, 6 Agustus 2019

Hajjy

Membebaskan Jiwa yang Terpenjara, Praktek Psikodrama di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Blitar


Aku masih ingat ketika aku dan teman-teman mahasiswa seangkatan mengikuti workshop psikodrama bersama Pak Retmono Adi di Program Studi Psikologi Universitas Sebelas Maret. Pada saat itu aku berhasil untuk merasakan berbagai gejolak emosional pada diriku. Mulai dari senang, sedih, gembira, murung, syukur, kecewa, dan tentunya lelah. Ternyata psikodrama jauh lebih melelahkan dari yang kukira. Namun di samping berbagai perasaan yang telah kusebutkan tadi, yang paling dominan adalah perasaan bahwa: aku bebas—atau setidaknya, aku merasa ingin membebaskan diriku. Aku ingin membebaskan jiwaku. Lanjutkan membaca “Membebaskan Jiwa yang Terpenjara, Praktek Psikodrama di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Blitar”

Saya Perlu Berlatih Berani Salah, sebab Salah adalah Proses menjadi Lebih Baik, Pengalaman Psikodrama di Yogyakarta


Halo, nama saya Lolita.

Ini adalah pengalaman kedua setelah satu bulan yang lalu mengikuti kegiatan psikodrama bersama tim Miracle, yang saya suka dari kegiatan psikodrama ini ialah praktik secara langsung dengan mobilitas sedemikian rupa di atas panggung sandiwara. Biasanya saya mudah bosan ketika kegiatan kelas yang lebih dominan duduk saja. Psikodrama ini benar-benar santai, antar peserta saling berinteraksi, namun tetap serius. Lanjutkan membaca “Saya Perlu Berlatih Berani Salah, sebab Salah adalah Proses menjadi Lebih Baik, Pengalaman Psikodrama di Yogyakarta”

Belajar Budi Pekerti Melalui Praktek Psikodrama ( Playback ), Berani Jujur dan Bertanggung jawab


Budi pekerti merupakan wujud dari pemahaman akan aturan, tata krama, hukum, agama, adat-istiadat, norma sosial, dan nilai-nilai luhur. Penanaman budi pekerti lebih merasuk bila dilakukan dengan tindakan nyata sehari-hari. Bila seorang anak sejak dini sudah ditanamkan dasar-dasarnya, dengan berjalannya waktu nilai tersebut akan berkembang seturut usianya.

Berikut salah satu praktek Psikodrama, yang dapat mengungkapkan bagaimana budi pekerti merasuk pada seorang anak. Lanjutkan membaca “Belajar Budi Pekerti Melalui Praktek Psikodrama ( Playback ), Berani Jujur dan Bertanggung jawab”

You Have Enough Freedom to Choose the Story that You Want to Play


Menemukan diri hadir dalam workshop psikodrama dengan Mas Didik rasanya memberikan dualisme fungsi dalam diri saya. Tentu saja, selain belajar teknik psikodrama sebagai salah satu metoda dalam praktek psikolog, sambil ‘berobat jalan (self healing)’ merupakan hal yang tidak berdosa menurut saya. Lanjutkan membaca “You Have Enough Freedom to Choose the Story that You Want to Play”

Penari Lumba-lumba yang (bukan) Bernama Bambang, Pengalaman Psikodrama di Yogyakarta


Bismillahirrohmanirrohim

Mendengar kata psikodrama pertama kali dua tahun yang lalu. Penasaran dan banyak pertanyaan dalam benak namun baru sempat browsing lebih dalam di medio Juni 2019. Tulisan-tulisan psikodrama yang saya dapat kebanyakan berbahasa asing. Seseorang teman yang aktif di sosial media Instagram menyarankan saya untuk stalking dulu ke @psikodrama_id, lalu lanjut menelusuri event-event terkait psikodrama yang selalu saja hanya satu nama yang terhubung di sana. Retmono Adi yang nampaknya memang dedengkotnya ahli psikodrama. Lanjutkan membaca “Penari Lumba-lumba yang (bukan) Bernama Bambang, Pengalaman Psikodrama di Yogyakarta”

Testimoni Pengalaman Mengikuti Psikodrama di Medan Maret 2019


Psikodrama sebagai  terapi kelompok, Psikodrama yang saya ketahui salah satu bagian dari teknik terapi yang melibatkan orang lain . Cukup  sampai disitu yang saya ketahui.

Bagaimana menerapkan dalam sesi konseling?
Apakah sulit ?
Apa saja yang dipersiapkan?

Itu membuat saya menjadi penasaran….
Maka saya merealisasikan rasa ingin tahu ini …
Dan semuanya terjawab dalam sesi-sesi pelatihan yang sangat Apik dan menyenangkan.

Dalam Psikodrama bukan hanya “protagonis” yang mendapat manfaat tapi peran pengganti yang lain juga terpapar manfaatnya…

Semoga dapat saya  praktekkan dalam kelompok relawan LLHPB Aisyiyah. Terimakasih Mas Retmono Adi untuk pengalaman terindah, memberi ruang dan peluang untuk menjadi apa yang kita mau, tanpa kukungan nilai….

        Tubuh lihai meliuk suka-suka
         Rentang jari riang dalam rasa
          Aku menjadi… Aku adalah Aku

#Psikodrama

Medan, 21 Maret 2019

Sri Ngayomi