Bukan Lagi Mimpi, Pelatihan Berbasis Drama di Depan Mata


Sejak kuliah aku memiliki impian bahwa drama atau teater dapat untuk menerapkan ilmu psikologi yang aku tekuni. Seorang kawan lama memintaku menjadi observer, adalah Padepokan Seni Bagong Kussudiardjo (PSBK) melaksanakan program Workshop Kreativitas Berbasis Seni untuk sebuah BUMN.

Catatan Amatan Workshop Kreativitas Berbasis Seni

Art per se is not a therapy but art can be therapeutic

Hasil yang Memuaskan

Lanjutkan membaca “Bukan Lagi Mimpi, Pelatihan Berbasis Drama di Depan Mata”

Terapi Kelompok Psikodrama Online, Pertukaran Peran Perfeksionis vs Minder


Pada tanggal 27 Maret 2021, Aku memfasilitasi terapi Psikodrama Online via Zoom Meeting, dengan teknik pertukaran peran ( Role Reversal ) mengolah permasalahan Perfeksionis dengan Minder atau ketidakpercayaan pada diri sendiri.

Sebelum proses dimulai aku menyarankan kepada peserta untuk mengganti nama aslinya menjadi nama binatang. Hal ini perlu dilakukan untuk menjaga privasi dan memberi keberanian lebih untuk bereksplorasi.

Yuks kita mulai, Lanjutkan membaca “Terapi Kelompok Psikodrama Online, Pertukaran Peran Perfeksionis vs Minder”

6 Langkah Mengolah Luka Inner Child Menuju Kesembuhan


Ada 6 langkah untuk membantu menyembuhkan inner child kita yang terluka. Menurut John Bradshaw, penulis buku Home Coming: Reclaiming and Championing Your Inner Child, proses ini melibatkan enam langkah:

1. Keyakinan,

bahwa apa yang terjadi pastilah memiliki hikmah dan sesuatu yang baik.

2. Validasi,

perlu validasi ulang, pastikan yang terjadi dengan melihat dari berbagai sudut pandang.

3. Shock dan kemarahan,

mulai menyadari perasaan marah, menemukan sesuatu yang baru, pemahaman baru yang selama ini ditekan atau diingkari, awalnya akan marah pada lingkungan luar dirinya, orang lain, namun selanjutnya akan mengarah pada diri sendiri.

4. Kesedihan,

Ada muncul kesedihan, mengapa hal itu bisa terjadi, kesadaran bahwa marah pada diri sendiri tidak cukup untuk memperbaiki situasi. Hingga puncaknya sudah tidak dapat mengungkapkan rasa, tinggallah air mata.

5. Penyesalan,

merasa bahwa yang terjadi, juga karena ada kontribusi diri sendiri. Mulai mengasihani diri, menyesal dan bertobat, mohon ampunan.

6. Keheningan diri,

ada kelegaan bahwa semua berasal dari diri sendiri, dan bisa diatasi oleh diri sendiri, dan ada tekad untuk berani menjadi diri sendiri.

Kesemua langkah tersebut adalah proses yang akan dialami dalam pengolahan inner child untuk menuju kesembuhan.

Bila ada yang berminat dengan 6 langkah ini melalui Psikodrama dapat kita lakukan. Silahkan isi kolom komentar atau kontak langsung Jefri 0812 252 0777 untuk pengaturan waktunya.

 

Retmono Adi

Mengambil dari Mengelola Inner Child “HEALING YOUR INNER CHILD”

Pelatihan Dukungan Psikososial dengan Cara Psikodrama, Sebuah Praktek Role Play untuk Relawan Gunung Merapi


Pada tanggal 29-30 November, di Aula Kantor Desa Sengi, Dukun, Magelang, Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) beberapa desa dan Tim Siaga Bencana serta satu lembaga Sosial peduli Anak, berkumpul untuk belajar Psikososial. Berikut daftar mereka :

FPRB Desa Sengi
FPRB Desa Krinjing,
FPRB Desa Ngargomulyo
FPRB Desa Sumber Lanjutkan membaca “Pelatihan Dukungan Psikososial dengan Cara Psikodrama, Sebuah Praktek Role Play untuk Relawan Gunung Merapi”

Penerapan Psikodrama untuk Membawa Spiritualitas ke dalam Lingkungan Kerja Perusahaan


Setiap orang memiliki definisi spiritualitas mereka sendiri, tidak ada peraturan, tidak ada dogma yang harus diikuti. Sebagian besar berhubungan dengan hubungan pribadi dengan apa yang dirasakan setiap orang pada Sang Sumber atau Penciptanya. Ini adalah ruang batin dimana mereka terhubung dengan bimbingan mereka dan aspek tertinggi dan terbaik dari keberadaan mereka. Lanjutkan membaca “Penerapan Psikodrama untuk Membawa Spiritualitas ke dalam Lingkungan Kerja Perusahaan”

Peserta Psikodrama di Jakarta bisa Mendapatkan SKP dari IPK


Tanggal 1-2 Februari 2020, Psikodrama yang dilaksanakan selama 2 hari,  mendapatkan Satuan Kredit Profesi (SKP) dari Ikatan Psikologi Klinis (IPK) Indonesia.  Hal ini  merupakan bukti pengakuan terhadap Psikodrama sebagai terapi kelompok. Bagiku ini adalah tonggak penting dalam mengenalkan Psikodrama. Lanjutkan membaca “Peserta Psikodrama di Jakarta bisa Mendapatkan SKP dari IPK”

How to Manage Energy dalam Proses Workshop dengan cara Psikodrama.


Energi adalah rasa pengerak, dalam hal ini aku setarakan dengan istilah Impuls. Aku mendapatkan sebuah pemahaman dari Kelas Akting yang diselenggarakan oleh Komunitas Salihara Jakarta, dan difasilitasi oleh Iswadi Pratama, seorang Sutradara dari Teater Satu Lampung.

Beliau mengungkapkan bagaimana proses yang terjadi pada diri Aktor. Seorang aktor wajib memahami dan menyadari Impuls nya, sebagai dasar dalam berakting di atas panggung. Aktor perlu mengetahui dari mana Impuls tersebut berasal. Selanjutnya perlu juga memahami impact, tujuan, dampak dari tindakannya. Sehingga menjadi penting dalam mengekpresikan Impuls sesuai dengan kebutuhan. Lanjutkan membaca “How to Manage Energy dalam Proses Workshop dengan cara Psikodrama.”

Ceritaku Hari Ini, Komunitas Caregiver ODGJ di Yogyakarta.


Hari ini aku ikut Misa khusus untuk Komunitas Caregiver ODGJ (Orang dengan Gangguan Jiwa) Yogyakarta. Beberapa orang saja yang hadir, tidak lebih dari lima belas orang. Aku senang mengikuti misa dengan sedikit yang hadir, terasa lebih akrab dan menyatu. Lanjutkan membaca “Ceritaku Hari Ini, Komunitas Caregiver ODGJ di Yogyakarta.”

Mengajar Materi Teknis Menjadi Menarik dengan Psikodrama, Pengalaman di Semarang


Menyampaikan materi hal teknis biasa dilakukan dengan metode ceramah, atau presentasi dengan bagan gambar atau yang cukup menarik dengan film. Selanjutnya baru dengan praktek di lapangannya.

Hal-hal yang biasanya dengan ceramah atau presentasi dapat diganti dengan Metode Psikodrama, dilakukan langsung, bukan di lapangan atau tempat kejadian namun dengan didramakan…misalnya Alur Proses  Bisnis . Materi atau tema diperagakan oleh peserta yang menjadi alur Proses Bisnis  tersebut dan mengungkapkan apa yang dilakukan saat prosesnya berlangsung. Lanjutkan membaca “Mengajar Materi Teknis Menjadi Menarik dengan Psikodrama, Pengalaman di Semarang”

Menggunakan Psikodrama sebagai Metode Perkenalan bagi Siswa Penerima Beasiswa di Medan Sumatera Utara


Mereka berasal dari sekolah yang berbeda, latar belakang keluarga yang berbeda, serta banyak perbedaan lainnya. Namun disatukan menjadi satu kesatuan siswa penerima beasiswa dari sebuah kelompok pemerhati pendidikan anak yang slogannya ingin mencegah anak putus sekolah di Indonesia. Tentu aja niat luhur ini harus didukung. Saya senang sekali saat diminta untuk menjadi fasilitator perkenalan para siswa ini, di hari pertama mereka dinyatakan diangkat sebagai penerima bea siswa selama satu tahun. Meski dalam waktu relatif singkat untuk mempersiapkan diri, saya juga ingin memberi kontribusi pada kegiatan tersebut. Lanjutkan membaca “Menggunakan Psikodrama sebagai Metode Perkenalan bagi Siswa Penerima Beasiswa di Medan Sumatera Utara”