5 Tips Membangun Kepekaan Sosial


Pagi tadi saat buka WAG ada tulisan yang menarik, mengenai kepekaan sosial yang menurutku sebuah kemampuan yang sangat dibutuhkan saat ini. Oleh karena itu aku copas dan kusimpan serta kubagikan disini. Semoga bermanfaat.

Kepekaan Sosial 

Pagi rekan rekan semua, semoga dalam keadaan baik.. mari kita lanjutkan pembahasan kita, bagaimana caranya agar kita tidak menjadi orang-orang yang tidak peka sosial alias EQ jongkok? Lanjutkan membaca “5 Tips Membangun Kepekaan Sosial”

Percakapan 3 Putaran untuk Panduan Tahap Refleksi di Psikodrama


Psikodrama memiliki 3 tahapan utama, yaitu Warming Up, Action, dan Refleksi atau Integrasi. Nah, tulisan ini adalah untuk panduan pada tahap ke 3 dari Tahapan Psikodrama yaitu Refleksi atau Integrasi. Aku dapatkan dari materi acara retret online via zoom yang disampaikan oleh Rm Petrus Sunu Hardiyanta, S.J.

Dalam retret tersebut ada refleksi dan Rm Sunu SJ, memberikan panduan refleksinya secara tertulis. Pada akhir acara aku minta ijin dari Beliau untuk aku gunakan dalam praktek psikodrama dan menuliskan ulang di sini agar dapat dipelajari dan dilakukan banyak orang. Beliau mengijinkannya.

Yuks kita pelajari bersama dan mempraktekkan Percakapan 3 Putaran. Lanjutkan membaca “Percakapan 3 Putaran untuk Panduan Tahap Refleksi di Psikodrama”

3 Coping Style yang Perlu Dipahami untuk Menghadapi Stress di Masa Pandemi Ini


Pandemi membuat banyak orang memiliki tingkat kecemasan atau stres yang tinggi. Mereka resah memikirkan kondisi yang terjadi saat ini maupun masa depan. Kapan kondisi ini akan berakhir.

Saat tinggal di rumah, atau melakukan isolasi mandiri, stres juga menghampiri dan membuat otak menjadi  buntu. Kita dalam keadaan kewaspadaan yang konstan. Mengalami kebuntuan pemikiran adalah respons jangka pendek. Konsekuensi dari terkunci dalam keadaan stres dalam jangka panjang dapat berupa fisik maupun mental. Lanjutkan membaca “3 Coping Style yang Perlu Dipahami untuk Menghadapi Stress di Masa Pandemi Ini”

7 Langkah Terapi Singkat Berfokus Solusi / Solution-Focused Brief Therapy (SFBT Techniques)


Solution-Focused Therapy adalah pendekatan yang memberdayakan klien untuk memiliki kemampuan mereka dalam memecahkan masalah kehidupan. Daripada psikoterapi tradisional yang berfokus pada bagaimana suatu masalah berasal, SFT memungkinkan fokus yang berorientasi pada tujuan untuk pemecahan masalah. Pendekatan ini memungkinkan diskusi berorientasi masa depan, daripada diskusi berorientasi masa lalu untuk menggerakkan klien ke depan menuju penyelesaian masalah mereka saat ini.

Ide utama di balik SFBT adalah bahwa tekniknya berdasarkan psikologi positif dan berfokus pada solusi untuk memberikan waktu yang singkat bagi klien untuk menjalani terapi. Secara keseluruhan, meningkatkan kualitas hidup untuk setiap klien, dengan mereka sebagai pusat dan pendorong pertumbuhan mereka. SFBT biasanya memiliki rata-rata 5-8 sesi.

Selama sesi, tujuan ditetapkan. Tindakan eksperimental khusus dieksplorasi dan diterapkan ke dalam kehidupan sehari-hari klien. Dengan melacak apa yang berhasil dan di mana penyesuaian perlu dilakukan, klien lebih mampu melacak kemajuannya.

Sebuah metode yang dikembangkan dari Miracle Question yang berjudul The Miracle Method. Langkah-langkahnya mengikuti di bawah ini (Miller & Berg, 1996). Ini dirancang untuk memerangi minuman beralkohol yang bermasalah tetapi berguna di semua bidang perubahan.

  1. Nyatakan keinginan Anda agar sesuatu dalam hidup Anda menjadi berbeda.
  2. Bayangkan keajaiban terjadi, dan hidup Anda berbeda.
  3. Pastikan keajaiban itu penting bagi Anda.
  4. Jaga agar keajaiban tetap kecil.
  5. Definisikan perubahan dengan bahasa yang positif, spesifik, dan berupa perilaku.
  6. Nyatakan bagaimana Anda akan memulai perjalanan Anda, bukan bagaimana Anda akan mengakhirinya.
  7. Perjelas tentang siapa, di mana, dan kapan, tetapi bukan mengapa.

Pendekatan ini telah digunakan di banyak bidang berbeda, termasuk pendidikan, terapi keluarga, dan bahkan di lingkungan kantor. Menciptakan peluang kooperatif dan kolaboratif untuk memecahkan masalah memungkinkan kapabilitas memperluas pikiran. Menerangi jalur pilihan adalah cara yang menarik untuk memungkinkan orang menjelajahi bagaimana sebenarnya mereka ingin menunjukkan diri di dunia ini.

Terima kasih sudah membaca!

 

Diambil dan diterjemahkan bebas dari:

7 Best Solution-Focused Therapy Techniques and Worksheets (+PDF) oleh Kelly Miller

Penerapan Psikodrama untuk Rehabilitasi ODGJ, Konsultasi lewat WhatsApp


Shalom. Selamat sore Mas Adi. Saya Rani, psikolog Samarinda, pernah ikut pelatihan psikodrama Mas Adi di kampus Untag. Mau berkonsultasi, Mas tentang psikodrama

Ya,..gimana?

Mas Adi, permisi konsultasi via WA ya mas.
Saya sekarang kerja di RSJ, mas. Saya ada rencana mau adakan kegiatan Dinamika Kelompok di pasien rawat inap, salah satu sesinya dengan psikodrama. Apakah mas Adi ada saran atau pernah berkegiatan dengan pasien ODGJ mas? Lanjutkan membaca “Penerapan Psikodrama untuk Rehabilitasi ODGJ, Konsultasi lewat WhatsApp”

Cerita Hari Ini Bersama Mahasiswa Relawan Sosial


Ceritanya aku ingin tahu apa yang dibutuhkan kawan kawan mahasiswa relawan sosial agar lebih dapat berkontribusi dan lebih banyak belajar dari pengalamannya. Informasi ini akan kugunakan untuk menyusun Program Magang, Proses Pembelajaran Kontekstual Berbasis Proyek.

Adalah relawan Yogyakarta Mengajar yang bermarkas di rumah Ijo, yang juga Kantor LKS Indriyanati yang aku tempati. Hari ini mereka berkumpul katanya mau mengadakan rapat, namun yang datang hanya sebagian sehingga pertemuan diisi dengan bermain UNO Batang. Aku bergabung meminta kesediaan mereka untuk memberikan informasi perihal kebutuhan mereka agar menjadi lebih optimal sebagai relawan sosial. Lanjutkan membaca “Cerita Hari Ini Bersama Mahasiswa Relawan Sosial”

Bagaimana Mengelola Pekerjaan Kantor yang Bertumpuk Menggunakan Psikodrama ?


Ada pertanyaan dari peserta saat Live Instagram pada Hari Rabu tanggal 24 Maret 2021 dengan tema Mengelola Stres Karyawan Menggunakan Psikodram., Bagaimana Mengelola Pekerjaan Kantor yang menumpuk. Sebelum menjelaskan pertanyaan tersebut, aku ingin memaparkan beberapa hal mengenai Psikodrama.

Moreno Bapak Psikodrama mengajak setiap orang menjadi Protagonis yaitu Aktor Utama dari Drama kehidupannya. Menurut Stanislavsky Aktor memiliki 3 Instrumen utama untuk berakting yang perlu diolah dan dikembangkan yaitu Tubuh, Pikiran, dan Perasaan. Ketiganya perlu dilatih agar aktor mampu berakting dengan baik. Akting yang baik dalam hal ini aktor mampu mengintegrasikan dalam bentuk tindakan yang nyata dari ketiga instrumen itu dalam proporsi yang tepat agar sesuai dengan tuntutan perannya. Lanjutkan membaca “Bagaimana Mengelola Pekerjaan Kantor yang Bertumpuk Menggunakan Psikodrama ?”

7 Langkah Meningkatkan Kemampuan Berpikir Analitis


Bagaimana keterampilan analitis Anda?

Keterampilan berpikir analitis, seperti keterampilan lainnya, adalah alami bagi beberapa orang tetapi tidak bawaan untuk semua orang. Anda harus memiliki minat, dorongan, dan ketekunan untuk mempelajari topik tertentu untuk memperoleh keterampilan ini. Lagi pula, mengembangkan seperangkat keterampilan analitis adalah seperti keterampilan lain yang membutuhkan latihan dan penerapan. Jika Anda siap untuk meningkatkan keterampilan analitis Anda, silahkan baca terus. Lanjutkan membaca “7 Langkah Meningkatkan Kemampuan Berpikir Analitis”

Kepribadian Ganda yang Sehat


Multiple Personality Order

Originally posted on July 6, 2018

Bukan gangguan, (disorder) ini sehat kok (order), paling tidak tertib lah tidak kacau. Aku adalah Board-Certified Psychiatrist dan ada “kondisi” yang disebut Gangguan Kepribadian Ganda. Saya ingin menyarankan adanya bentuk sehat yang disebut tatanan kepribadian ganda, juga dikenal sebagai keterlibatan sehat dalam banyak hal. Kepribadian orang memang bisa sangat bervariasi! Lanjutkan membaca “Kepribadian Ganda yang Sehat”

6 Langkah Mengolah Luka Inner Child Menuju Kesembuhan


Ada 6 langkah untuk membantu menyembuhkan inner child kita yang terluka. Menurut John Bradshaw, penulis buku Home Coming: Reclaiming and Championing Your Inner Child, proses ini melibatkan enam langkah:

1. Keyakinan,

bahwa apa yang terjadi pastilah memiliki hikmah dan sesuatu yang baik.

2. Validasi,

perlu validasi ulang, pastikan yang terjadi dengan melihat dari berbagai sudut pandang.

3. Shock dan kemarahan,

mulai menyadari perasaan marah, menemukan sesuatu yang baru, pemahaman baru yang selama ini ditekan atau diingkari, awalnya akan marah pada lingkungan luar dirinya, orang lain, namun selanjutnya akan mengarah pada diri sendiri.

4. Kesedihan,

Ada muncul kesedihan, mengapa hal itu bisa terjadi, kesadaran bahwa marah pada diri sendiri tidak cukup untuk memperbaiki situasi. Hingga puncaknya sudah tidak dapat mengungkapkan rasa, tinggallah air mata.

5. Penyesalan,

merasa bahwa yang terjadi, juga karena ada kontribusi diri sendiri. Mulai mengasihani diri, menyesal dan bertobat, mohon ampunan

6. Keheningan diri,

ada kelegaan bahwa semua berasal dari diri sendiri, dan bisa diatasi oleh diri sendiri, dan ada tekad untuk berani menjadi diri sendiri.

Kesemua langkah tersebut adalah proses yang akan dialami dalam pengolahan inner child untuk menuju kesembuhan.

Bila ada yang berminat dengan 6 langkah ini melalui Psikodrama dapat kita lakukan. Silahkan isi kolom komentar atau kontak langsung Jefri 0812 252 0777 untuk pengaturan waktunya.

 

Retmono Adi

Mengambil dari Mengelola Inner Child “HEALING YOUR INNER CHILD”