6 Tanda Kematangan Emosi dan 7 Cara Meraihnya #02


sambungan dari : 6 Tanda Kematangan Emosi dan 7 Cara Meraihnya #01

Kedewasaan emosional bukanlah sesuatu yang Anda miliki sejak lahir; itu adalah sesuatu yang perlu Anda usahakan.

Tidak semua orang akan mengambil keuntungan dari situasi untuk belajar tentang kedewasaan emosional mereka sendiri, tetapi bagi mereka yang cukup beruntung untuk memperhatikan dan membuat sebagian besar situasi itu, perubahan dapat terjadi.

Kedewasaan emosional berarti Anda berpikir sebelum bertindak, meluangkan waktu untuk berhenti sejenak, dan bertanya-tanya tentang dunia pada umumnya – alih-alih berpikir bahwa Anda sudah tahu semua yang perlu diketahui tentang diri Anda, orang lain, dan dunia di sekitar Anda.

Berikut adalah 7 (tujuh) cara Anda bisa menjadi lebih dewasa secara emosional. Lanjutkan membaca “6 Tanda Kematangan Emosi dan 7 Cara Meraihnya #02”

6 Tanda Kematangan Emosi dan 7 Cara Meraihnya #01


Sering kali lingkungan menilai individu berdasarkan usia kronologis.

Jika Anda pernah bertemu seorang remaja dewasa sebelum waktunya, mengetahui seorang pria paruh baya berperilaku konyol/bodoh. Anda tahu bahwa usia tidak berhubungan dengan cara seseorang tampil di dunia.

Di  dunia ini, usia bukan garansi kematangan. Meskipun terdapat banyak contoh seperti ini dalam lingkungan sekitar kita. Kita cenderung percaya bahwa orang-orang harus “berperilaku sesuai usia”, dan terkejut ketika mengetahui mereka tidak melakukannya. Lanjutkan membaca “6 Tanda Kematangan Emosi dan 7 Cara Meraihnya #01”

Belajar Membaca Bahasa Emosi (tulisan ke 3 Rahasia Bahasa Emosi )


Membaca bahasa emosi dari tubuh sesederhana langkah 1,2,3 namun percayalah bahwa ini ternyata tidak mudah.
Yang harus anda lakukan untuk dapat memahami tubuh anda, dapat dilakukan dengan satu teknik sederhana berikut: duduklah dan hindari pengganggu, rasakan apa dan dimana emosi berada, apa yang menyebabkannya, insight apa yang muncul. Fokuskan pada innerlife. Berlatihlah secara berulang. Lanjutkan membaca “Belajar Membaca Bahasa Emosi (tulisan ke 3 Rahasia Bahasa Emosi )”

Self-talk, Hati hati Belum Tentu dari Nurani


Self-talk adalah cara kita berdialog dengan inner voice diri sendiri saat menghadapi berbagai macam situasi. Self-talk dapat kita lafalkan baik dalam hati maupun dengan suara lantang menjadi sebuah sugesti untuk diri. Sejatinya, self-talk membantu diri sendiri menjadi lebih sadar dalam berpikir, merasa, dan bertindak. Self-talk  lebih banyak bernuansa positif seperti tulisan ini : Self-talk: Seni Berdialog dengan Diri Sendiri dan tulisan di Era Inspirasi. Lanjutkan membaca “Self-talk, Hati hati Belum Tentu dari Nurani”

Pengalihan Respon Emosi ( tulisan ke 2 mengenal Rahasia Bahasa Emosi )


Suatu ketika saya membaca sebuah buku, tiba-tiba tangan saya mencari stoples dan mulai makan keripik. Saya bertanya apakah saya lapar? Seberapa banyak keripik yang harus saya makan untuk menghilangkan lapar saya. Rupanya perut saya mulai terasa penuh dan sebah tetapi saya masih mengunyah keripik tanpa melihat. Tangan meraih stoples otomatis dan menjejalkan keripik ke mulut dan mengunyahnya tanpa benar-benar di rasakan. Lanjutkan membaca “Pengalihan Respon Emosi ( tulisan ke 2 mengenal Rahasia Bahasa Emosi )”

Kau Kawin, Beranak dan berbahagia


…..kau kawin, beranak dan berbahagia
Sedang aku mengembara serupa Ahasveros
Dikutuk-disumpahi Eros….

Terinspirasi dari bait Puisi nya Chairil Anwar, ada pada satu masa di tahun 90an, saat aku masih sebagai mahasiswa, memberikan saran pada Yunior kami, di Keluarga Rapat Sebuah Teater.

Demikian aku menyarankannya : Lanjutkan membaca “Kau Kawin, Beranak dan berbahagia”

Boke Saat Mau Menikah, Cerita Motivasi bagi Pasangan Dewasa yang akan Menikah


Mendampingi adik-adik SPN yang mau menikah, membuatku harus flashback. Ini adalah cerita sebelum galau beneran datang. Semoga menghibur.

“Uang itu mengalir seperti air,” kata suamiku.
Dulu aku mahasiswa yang selalu merasa galau saat boke, namun berusaha memasrahkan diri dengan apa yang ada. Apa boleh buat, Aku tak pernah berani minta uang saku pada orang tua. Aku sangat tahu diri bahwa mereka sedang menghadapi biaya adik-adikku yang perlu susu, popok dan perangkat wajib lain yang tak bisa di tunda. Lanjutkan membaca “Boke Saat Mau Menikah, Cerita Motivasi bagi Pasangan Dewasa yang akan Menikah”