Pelajaran Hidup dari Seorang Bapak yang Memiliki 12 Anak


Hari ini beliau datang untuk memangkas dahan pohon yang sudah menyentuh kabel listrik. Aku tidak tahu kalau ia sudah ada janjian dengan adikku untuk itu. Memang dahan pohon mangga dan pohon srikaya depan rumah sudah menyentuh kabel listrik.

Beliau datang dengan salah satu anak laki-lakinya, yang sudah pernah bantu kami untuk pembenahan instalasi listrik. Itulah alasan mengajak anaknya sehubungan dengan dahan yang mungkin berkenaan dengan kabel listrik. Lanjutkan membaca “Pelajaran Hidup dari Seorang Bapak yang Memiliki 12 Anak”

Para Pendaki lebih Mudah Memahami Perjalanan Hidup


pendiangan rumah pak Kadus Desa terakhir
kehangatan kayu terbakar api
persaudaraan setengah lingkaran
secangkir kopi kadang dicampur jahe
menunggu tengah malam waktu keberangkatan
agar tepat bertemu fajar saat di puncak Lanjutkan membaca “Para Pendaki lebih Mudah Memahami Perjalanan Hidup”

Menggunakan Psikodrama sebagai Metode Perkenalan bagi Siswa Penerima Beasiswa di Medan Sumatera Utara


Mereka berasal dari sekolah yang berbeda, latar belakang keluarga yang berbeda, serta banyak perbedaan lainnya. Namun disatukan menjadi satu kesatuan siswa penerima beasiswa dari sebuah kelompok pemerhati pendidikan anak yang slogannya ingin mencegah anak putus sekolah di Indonesia. Tentu aja niat luhur ini harus didukung. Saya senang sekali saat diminta untuk menjadi fasilitator perkenalan para siswa ini, di hari pertama mereka dinyatakan diangkat sebagai penerima bea siswa selama satu tahun. Meski dalam waktu relatif singkat untuk mempersiapkan diri, saya juga ingin memberi kontribusi pada kegiatan tersebut. Lanjutkan membaca “Menggunakan Psikodrama sebagai Metode Perkenalan bagi Siswa Penerima Beasiswa di Medan Sumatera Utara”

Menjadi Diri Sendiri atau Impulsive? Konseling (Diskusi) Lewat WhatsApp, Cukup Menarik dan Layak Dibagikan


Bgmn membedakan antara bebas menjadi diri dgn malah menjadi impusive/dikendalikan impulsivitas yg biasanya jd kurg baik..?

dilihat dari hasil dan impact nya,….

Kembalikn k dampak ke sosial lg ya mas?

Yups, Sosial, Psikologis, dan Spiritual,….kalau baik ya bersyukur, jika kurang baik ya mohon ampunan (dan belajar),….dan terus move on,….berusaha terus menjadi lebih baik

Salah satu pengaruh Psikodrama adalah makin lebih sensitif, dan mudah baper,….modal utama utk Empati. (baca: Sensi dan Baper menjadi Modal Awal untuk Belajar Empati dengan Mengolah Memori Emosi)

Bersyukur dipertemukan di Bandung, makassar, Palu kala itu mas..

Terimakasih atas kehadiran mas DidiΒ 

Masama, kau juga banyak membantuku lho,….kau yang bawa Psikodrama ke Sulawesi.

Aku juga merasa beruntung bertemu dg mu,..aku merasa kau bakal menjadi orang hebat dari Indonesia Timur,….πŸ™πŸ™πŸ™

Terimakasih banyak mas atas kalimat ini πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»


Chat di WhatsApp, sengaja aku biarkan tulisan seperti adanya agar terlihat otentik. Nama teman tersebut tidak saya tuliskan, kecuali jika yang bersangkutan menginginkan.

Terima Kasih

Yogyakarta, 7 November 2019

Retmono Adi

I’m Still Struggling; Konseling (Diskusi) Lewat WhatsApp, Cukup Menarik dan Layak Dibagikan


Mass.. im still struggling.

Sy menyadari bahwa 2 hal itu dominan dlm diriku.
Feelings dan ratio..

Sy merasa lahir dgn jiwa bebas dgn segenap rasa.
Dlm perjalanan hidup byk bener2 mmbawaku lg k dalam dunia rasional/berpikir dan sk menganalisa sgala sesuatu.

Selama berproses dgn bantuan mba lita.
Sy sadar kdg sisi analisa, rasio sk kuat dan mengambil posisi lg.

Sy setuju dgn pendapatnya, bahwa ketika sy terlalu menganalisa dan kembali terbawa dlm dunia rasio lg, akan sulit mendengar inner voice atau terhubung dgn inner world ku atau mnjd kurg peka dgn intuisi..

Sampai d sini sy msh struggle antara kekuatan keduanya..

Bs kah mas bg pengalaman berkaitan ttg ini?

Im planning on visiting denpasar for attending souldrama this month.

Sy berharap, sesuatu yg menuntunku membantuku dlm proses ini..
Proses spiritual yg ak butuhkan

Tetaplah percaya pada dirimu,..yg penting tetap action,…gunakan seluruh kekuatan Ratio, utk terus maju (bukan sbg alasan berhenti). ketika nanti ratiomu tidak lagi mampu menerima,..disitulah saatnya spiritual yang bekerja,….hingga pada suatu saat kau sadar …kok aku bisa ya menjadi seperti ini,…nah disinilah syukur akan tumbuh subur,…(mungkin kau cocok membaca ini :7 Prinsip Mengendalikan Pikiran untuk Kebahagiaan Hidup)

Ak jd penasaran bgt dgn souldrama..

Doakan ak dlm perjalanan nnti ya mas.. sesuatu terjadi dlm diriku..

Aku haus.
Aku mencarinya.
Beberapa waktu ak merasakan energi besar yg sy tdk mengerti.
Suatu waktu ak ingin berteriak.
Beberapa waktu ada kerinduan yg besar untuk bertemu.
Entah dgn apa atau siapa..

Ak msh berjalan..

Great,….itu lah ,…gairah,….wujudkan dalam karya,..yang berguna bagi dunia,…

Bersama SouldramaΒ  (oleh Connie Miller ) kau akan diajak terus berjalan, berproses….melewati Rasio mu, Perasaanmu, Kesadaran, dan Pencerahan,..dan bertransformasi,…dg langkah2 yg terstruktur,…πŸ€—πŸ€—πŸ‘πŸ‘


Demikian beberapa Chat di WhatsApp, sengaja aku biarkan tulisan seperti adanya agar terlihat otentik. Nama teman tersebut tidak saya tuliskan, kecuali jika yang bersangkutan menginginkan.

Terima Kasih

Yogyakarta, 7 November 2019

Retmono Adi

Perlu Melatih Rasio, Emosi, dan Tindakan; Konseling (Diskusi) Lewat WhatsApp, Cukup Menarik dan Layak Dibagikan


Mas didi waktu d medan.. trnyata barengan sm tmn sy di unpad..

Anaknya rasio bgt 😁

Mas nya rasa kl di kmi2 bykan pakai rasio ya mas?

Sepertinya begitu…πŸ€—πŸ‘

Mass.. krna mengolah rasa, menyentuh emosi yg tdk menyenangkan, berhubungan dgn pengalaman2 yg tdk enak itu menyakitkan membuat org memilih untuk berlindung di balik dunia rasio?

Tidak sepenuhnya begitu…Ada org2 memang diberikan bakat rasio, atau Rasa, atau kinestetik…Kesemuanya perlu dilatih…

Hmm iya mass..

Sekolah terlalu menekankan rasio

Kurg menyentuh yg lain2 ya mas?

Yoiii

Hmm ok.. maturnuwun mas..


Chat di WhatsApp, sengaja aku biarkan tulisan seperti adanya agar terlihat otentik. Nama teman tersebut tidak saya tuliskan, kecuali jika yang bersangkutan menginginkan.

Terima Kasih

Yogyakarta, 7 November 2019

Retmono Adi

Psikodrama Mengubah Saya, Konseling (Diskusi) Lewat WhatsApp, Cukup Menarik dan Layak Dibagikan


Jd kmrin2 dosenku di unpad jalan sm beliau..
Dia cerita ke tmn dekatku.

Mnrt beliau.
Ke aktifan saat ini yg aktif bgt
Adalah kompensasi dr kondisi di Palu itu.

Bgmn mnrt pandangan mas didi?

Ak mau tahu sudut pandang mas didi.

Dan kalau mas lihat sy, apa yg mas pikirkn ttg sy (yg mas didi ingin sampaikan)?

Bisa memahami pemikiran tsb,..dan ada bener nya…sejauh yg aku lihat itu baik…ya..lanjutkaan…!

Apalagi ada hubungan dg Psikodrama….(subyektifku) maka aku mendukung….

Menurut ak mmg psikodrama salah satu yg berperan besar mas.. dlm mengubah sy..

Mas, am i moving too fast from my pain?

Apa sy bergerak trlalu cepat dr kondisi itu & blm terlalu berproses mengolah lbh dalam dan dgn stillness, ketenangan dlm ngolah itu?

Sy terlalu cepat dan terburu2?

Waktu yg akan membuktikan,..sejauh dirimu merasa lebih baik,..dan memberi kontribusi pada orang lain….go ahead ajah…πŸ‘πŸ‘

Maturnuwun mas di πŸ™πŸ»πŸ™‚πŸ€—


Sengaja aku biarkan tulisan seperti apa adanya agar terlihat otentik. Nama teman tersebut tidak saya tuliskan, Seorang Survivor Palu, kecuali jika yang bersangkutan menginginkan.

Terima Kasih

Yogyakarta, 7 November 2019

Retmono Adi