Panduan Latihan Playback Theater V Musik


Latihan Playback Teater Kelima

“MUSIK”

Tujuan: Untuk memperkenalkan penggunaan musik dan suara untuk mengiringi Playback Theater.

POLA LATIHAN

Pemanasan

1. Mengalirkan tepuk tangan
Dalam sebuah lingkaran setiap peserta bertepuk tangan sekali secara berurutan searah jarum jam, sampai kembali lagi ke peserta yang memulainya pertama kali. Permainan ini dapat dimodifikasi dengan terus menerus mempercepat gerakan perputarannya.

2. Hutan tropis Lanjutkan membaca “Panduan Latihan Playback Theater V Musik”

Panduan Latihan Playback Theater IV, Bahan Baku Fluid Sculpture


Latihan Playback Teater Keempat

“BAHAN-BAHAN”

Tujuan: Mendukung terciptanya tim kerja yang lebih baik dan memperbaiki presentasi fluid sculpture

POLA LATIHAN

Pemanasan

1. Berhenti dan mulai dengan benar dan salah

2. Hutan tropis

3. Zip-zap biong

Kerjasama tim Lanjutkan membaca “Panduan Latihan Playback Theater IV, Bahan Baku Fluid Sculpture”

Panduan Latihan Playback Theater III, Ritme dan Suara


Latihan Playback Theater Ketiga

“RITME DAN SUARA”

Tujuan : Memperkenalkan kepada para peserta ide untuk menghasilkan bunyi-bunyian melalui suara, tubuh dan peralatan-peralatan untuk memperindah fluid sculptures dan pemeragaan ulang dari kisah yang diceritakan.

POLA LATIHAN

Pemanasan

1. Penciptaan Hujan tropis
Dalam lingkaran, para peserta menyampaikan suara hutan ke peserta disampingnya. Yang pertama adalah suara klik jari, yang kedua suara tepukan tangan, yang ketiga adalah suara ketukan kaki, yang keempat suara klok dari mulut, kemudian urutan suaranya dibalik, setelah ketukan kaki, ketukan tangan, dan klik jari. Lanjutkan membaca “Panduan Latihan Playback Theater III, Ritme dan Suara”

Panduan Latihan Playback Theater II. Menciptakan Fluid Sculptures


Latihan Playback Teater Kedua

“MENCIPTAKAN FLUID SCULPTERS”

Tujuan : Mengeksplorasi kondisi fisik aktor dengan pandangan untuk menciptakan Fluid Sculptures

POLA LATIHAN

Pemanasan

1. Mulai dan Berhenti
Seperti pada sesi sebelumnya para peserta harus bergerak dan berhenti bersama sebagai kelompok.

2. Mulai dan Berhenti dengan pernyataan Benar dan Salah
Setelah beberapa menit saat peserta tampaknya telah menangkap tugas yang diintruksikan kepada mereka untuk membuat pernyataan pribadi selama masa berhenti. Misalnya setelah semua berhenti, Susi mengatakan “Saya punya 4 saudara cowok”. Jika peserta yang lain berpikir bahwa yang dikatakan Susi benar, mereka harus berdiri di dekat Susi, kebalikannya jika mereka menduga Susi berbohong maka mereka harus bergerak menjauh dari Susi sejauh mungkin. Setelah itu Susi menyatakan apakah dia tadi jujur atau tidak, kemudian semua orang bergerak lagi. Perlu diperhatikan bahwa dalam tiap berhenti hanya ada satu pernyataan saja (atau satu orang saja yang menyatakan). Lanjutkan membaca “Panduan Latihan Playback Theater II. Menciptakan Fluid Sculptures”

Panduan Latihan Playback Theater I Penciptaan Kesan


Latihan Playback Theater Pertama

“PENCIPTAAN KESAN”

Tujuan :
Untuk mendukung interaksi dan komunikasi yang lebih baik di antara peserta
Untuk memperkenalkan ide akan penciptaan dan pengartian ulang suatu kesan

POLA LATIHAN

Permainan Interaktif

1. Skala
Peserta diminta membayangkan ada garis memanjang di ruangan di mulai nomor satu hingga sepuluh. Mintalah mereka menempatkan diri dan membentuk barisan berdasarkan tinggi, ukuran sepatu, warna rambut, seberapa menyukai drama, dll. (Mintalah usulan peserta mengenai hal/kriteria untuk membuat urutan. Dalam satu posisi boleh lebih dari satu orang) Lanjutkan membaca “Panduan Latihan Playback Theater I Penciptaan Kesan”

Manfaat Musik Bagi Kesehatan Mental


Ketika aku menulis refleksi tentang hidupku, atau menulis tugas yang perlu ditulis, aku sering sambil mendengarkan musik. Banyak pilihan musik di YouTube, untuk menulis dan membantu konsentrasi atau pun untuk healing. Di sini aku mengutip komentar yang menarik di salah satu channel YouTube, Bach – Classical Music for Relaxation. Batapa musik dapat membantu dalam konsentrasi dan memberikan ketenangan jiwa.

Many years ago, as a young teacher in London, I was at a loss at how to keep a difficult class quiet and on task. I had read somewhere about the calming effects of baroque music. It worked perfectly. After that, I played it regularly. On one occasion, I set a task forgetting to turn it on. A hand went up. “Sir, the music.” ~ Kang Hero Lanjutkan membaca “Manfaat Musik Bagi Kesehatan Mental”

5 Manfaat Penerapan Psikodrama sebagai Metode Belajar


Bagi para pengajar, guru, trainer atau pun pendamping komunitas. cobalah menerapkan metode psikodrama dalam proses pembelajaran dan dapatkan beberapa keunggulan dibandingkan dengan cara belajar konvensional selama ini.

Berikut adalah beberapa manfaat yang akan didapatkan dengan menerapkan metode psikodrama 

1. Mendapatkan kegembiraan dalam belajar

Semua peserta diajak terlibat, berinteraksi mengungkapkan diri dalam belajar dengan metode psikodrama ini. Suasana dibangun boleh salah, agar berani dalam bereksplorasi tindakan. Makin banyak membuat kesalahan berarti makin banyak belajar, tidak pernah salah berarti tidak pernah belajar. Sering dalam berinteraksi terjadi hal hal yang tidak terduga, spontan dan menimbulkan kelucuan dan kegembiraan. Suasana belajar lebih menyenangkan. Setiap permainan memiliki tujuan dan saling berkaitan dalam mengeksplorasi materi pelatihannya.

2. Dapat dilakukan dimana saja

Keseluruhan proses dilakukan dengan bertindak, aktif bergerak, peserta tidak perlu menulis. Mereka diajak untuk berbagi, saling bercerita, berdialog, bergerak dan bermain. Kegiatan tersebut dapat dilakukan di mana saja, baik di ruang kelas tertutup atau pun di luar ruangan. dapat di dalam aula gedung, dapat pula di lapangan terbuka. Proses belajar dapat dilaksanakan di mana saja.

3. Dapat dilakukan dalam kelompok yang heterogen

Proses belajarnya dengan berinteraksi sehingga heterogenitas malah dapat memberi peluang eksplorasi. Kelompok dapat dicampur dari berbagai kriteria untuk tujuan tertentu. Perbedaan umur dapat disatukan untuk belajar menghargai perbedaan kebutuhan. Perbedaan etnis digabungkam untuk menghargai keberagaman. Perbedaan keyakinan diajak bermain bersama untuk belajar toleransi. Semua orang dari berbagai kelompok dapat dipastikan senang bermain. Sejauh sudah dapat berinteraksi, permainan dapat dilakukan dan proses belajar dapat terjadi.

4. Mendukung cara berpikir tingkat tinggi (HOTS)

Belajar dalam Ranah kognitif yang dikemukakan Bloom direvisi oleh Lorin Anderson, David Krathwohl, dkk. pada 2001. Urutannya menjadi (1) mengingat (remember); (2) memahami (understand); (3) mengaplikasikan (apply); (4) menganalisis (analyze); (5) mengevaluasi (evaluate); dan (6) mencipta (create).

Tingkatan 1 hingga 3, sesuai konsep awalnya, dikategorikan sebagai kemampuan berpikir tingkat rendah (LOTS). Sedangkan butir 4 sampai 6 dikategorikan sebagai kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTSHigh Order Thingking Skill ).

Tertulis di atas bahwa salah satu hal yang menunjukkan hasil dari HOTS adalah kemampuan mencipta. Psikodrama adalah Drama Spontan, melakukan Akting secara spontan dan otentik. Iswadi Pratama Sutradara Teater Satu Lampung, di BUKU SAKU AKTOR, mengungkapkan bahwa akting adalah mencipta, Bahan, Alat, dan hasil karyanya adalah diri sendiri. Tidak seperti seniman di bidang lain, aktor/aktris adalah pencipta sekaligus materi dan instrumen (alat), dan hasil ciptaan (karya), semuanya menyatu dalam diri sendiri. berdasarkan pernyataan Iswadi itu maka belajar dengan metode psikodrama adalah belajar cara berpikir tingkat tinggi (HOTS)

5. Hidup tidak akan sama lagi

Psikodrama adalah Eksplorasi Tindakan menurut Adam Blatner. Eksplorasi Tindakan, juga mengeksplorasi Rasa dan Pikiran. Peserta diajak masuk ke Surplus Reality, menjelajahi kemungkinan tanpa batas, melakukan tindakan yang belum pernah dilakukan, mengungkapkan perasaan yang terpendam, serta berpikir dari berbagai sudut pandang. Kesemuanya menghasilkan kesadaran baru. Peserta memiliki cara pandang baru terhadap dirinya, sehingga mampu melihat dari cara yang berbeda.

Dramakan saja impianmu. Otak sesungguhnya tidak membedakan impian dengan realitas. Tetapi saat impianmu dibentuk dalam drama. Kenyataanlah yang sedang dihadapi saat ini dan di sini. Psikodrama melampauinya ruang dan waktu, menghadirkan masa lalu atau masa depan dalam kesadaran yang utuh dan real. (Iip Fariha)

Proses Akting, melibatkan tiga instrumen psikologi yaitu kognisi, afeksi, dan psikomotorik. Selaras dengan metode Psikodrama melibatkan tiga instrumen, Pikiran, Rasa dan Tindakan. Peserta dalam bereksplorasi diajak untuk bertindak, dilanjutkan untuk merasakan tindakan itu. Perasaan itu disadari hingga muncul pengalaman baru. Pengalaman yang direfleksikan secara sadar akan menjadi pengetahuan yang memperkaya pikiran. Proses refleksi dapat dibawa hingga menyentuh aspek spiritual. Kesadaran yang menyentuh aspek spiritual adalah hidup baru.

Yogyakarta, 13 Juni 2022

Retmono Adi

 

Bagaimana Penerapan 8 Tahap Perkembangan Psikososial Erik Erikson dalam Psikodrama


Apa yang dimaksud dengan psikososial?

Definisi Psikososial adalah “hubungan dinamis antara aspek psikologi dan sosial, dimana masing-masing saling berinteraksi dan mempengaruhi secara berkelanjutan.”

Apa yang dimaksud dengan perkembangan psikososial?

Perkembangan psikososial adalah perkembangan yang berkaitan dengan emosi, motivasi dan perkembangan pribadi manusia serta perubahan mengenai bagaimana individu berhubungan dengan orang lain. Lanjutkan membaca “Bagaimana Penerapan 8 Tahap Perkembangan Psikososial Erik Erikson dalam Psikodrama”

Bukan Lagi Mimpi, Pelatihan Berbasis Drama di Depan Mata


Sejak kuliah aku memiliki impian bahwa drama atau teater dapat untuk menerapkan ilmu psikologi yang aku tekuni. Seorang kawan lama memintaku menjadi observer untuk mengamati penerapan Seni bagi peningkatan kemampuan karyawan. Adalah Padepokan Seni Bagong Kussudiardjo (PSBK) melaksanakan program Workshop Kreativitas Berbasis Seni untuk sebuah BUMN, Aku simpan di sini semoga dapat juga diketahui bagi yang membutuhkan.

Catatan Amatan Workshop Kreativitas Berbasis Seni

Art per se is not a therapy but art can be therapeutic

Hasil yang Memuaskan

Lanjutkan membaca “Bukan Lagi Mimpi, Pelatihan Berbasis Drama di Depan Mata”

5 Tips Membangun Kepekaan Sosial


Pagi tadi saat buka WAG ada tulisan yang menarik, mengenai kepekaan sosial yang menurutku sebuah kemampuan yang sangat dibutuhkan saat ini. Oleh karena itu aku copas dan kusimpan serta kubagikan disini. Semoga bermanfaat.

Kepekaan Sosial 

Pagi rekan rekan semua, semoga dalam keadaan baik.. mari kita lanjutkan pembahasan kita, bagaimana caranya agar kita tidak menjadi orang-orang yang tidak peka sosial alias EQ jongkok? Lanjutkan membaca “5 Tips Membangun Kepekaan Sosial”