PANDUAN TRAINING BERDASAR DRAMA


Seorang karyawan mengaku kepada manajernya bahwa rekan-rekan kerjanya mengiriminya ofensif e-mail. Seorang sales representative, Afrika-Amerika pertama yang bekerja di tenaga penjualan serba putih (kulit putih), mengatakan kepada manajer bahwa dia ingin mengajukan keluhan EEO. Situasi rumit seperti ini merupakan tantangan sehari-hari di lingkungan perusahaan saat ini.  Misalnya: keterampilan dalam menangani topik hangat seperti keragaman di tempat kerja, pelecehan seksual, dan kekerasan di tempat kerja naik ke posisi utama dalam ukuran keberhasilan kepemimpinan, serta ” people skills ” mendapatkan kredibilitas dan kewibawaan. Seandainya paradigma strategis lebih daripada reaktif, dinamika manusia adalah untuk mengubah pemikiran kita, maka paradigma baru untuk pelatihan harus mengantar pada perubahan.
Lanjutkan membaca “PANDUAN TRAINING BERDASAR DRAMA”

Perlu Melatih Rasio, Emosi, dan Tindakan; Konseling (Diskusi) Lewat WhatsApp, Cukup Menarik dan Layak Dibagikan


Mas didi waktu d medan.. trnyata barengan sm tmn sy di unpad..

Anaknya rasio bgt 😁

Mas nya rasa kl di kmi2 bykan pakai rasio ya mas?

Sepertinya begitu…🤗👍

Mass.. krna mengolah rasa, menyentuh emosi yg tdk menyenangkan, berhubungan dgn pengalaman2 yg tdk enak itu menyakitkan membuat org memilih untuk berlindung di balik dunia rasio?

Tidak sepenuhnya begitu…Ada org2 memang diberikan bakat rasio, atau Rasa, atau kinestetik…Kesemuanya perlu dilatih…

Hmm iya mass..

Sekolah terlalu menekankan rasio

Kurg menyentuh yg lain2 ya mas?

Yoiii

Hmm ok.. maturnuwun mas..


Chat di WhatsApp, sengaja aku biarkan tulisan seperti adanya agar terlihat otentik. Nama teman tersebut tidak saya tuliskan, kecuali jika yang bersangkutan menginginkan.

Terima Kasih

Yogyakarta, 7 November 2019

Retmono Adi

Feedback Peserta Psikodrama pada Mother Refresher Training “Happy Mother for Happy Children” di Lembang Bandung


Dear Mas Didik yang baik,

Terima kasih banyak sebelumnya atas segala kebaikan mas Didik dalam memperkaya para ibu di MRT gelombang 3 di NTC SOS Children’s Villages Indonesia.

Berikut saya lampirkan feedback dari para peserta. Saya tidak mengurangi atau pun menambahkan kata, tanda bacanya. Segala yang saya ketik sesuai dengan apa yang dituliskan oleh peserta.

Bersamaan dengan email ini, saya juga meminta, sudi kiranya mas Didik dapat menuliskan cerita singkat terkait proses belajar yang mas Didik alami selama 3 hari bersama para ibu SOS CVI gelombang 3. Kiranya tulisan ini dapat kami bacakan saat pertemuan ibu di masing-masing wilayah nantinya.

Terima kasih banyak atas segala bantuannya.

Salam,

Dhiny Luna Wulandari Lanjutkan membaca “Feedback Peserta Psikodrama pada Mother Refresher Training “Happy Mother for Happy Children” di Lembang Bandung”

Masa Persiapan Pensiun dengan Metode Psikodrama


Pensiun adalah masa depan yang perlu dipersiapkan,…ya pensiun adalah akhir dari menjadi karyawan dan juga awal menjadi pribadi yang merdeka.

Hal tersebut tergantung dari sudut pandang masing masing. Ada lho, orang merasa bahwa pensiun berarti purna juga tugas hidupnya, dan perlahan “tanpa sadar” menyiapkan diri untuk “segera” kembali pada Sang Pencipta. Merasa sudah tidak ada lagi yang perlu dilakukan,..bahkan untuk menikmati hidup pun,…merasa tidak perlu,..lak ya ngenes…tho? Rumangsane yen wis pensiun tidak lagi punya “hak” untuk bahagia di dunia, sehingga ingin segera menuntut hak kebahagiaannya di surga. Lanjutkan membaca “Masa Persiapan Pensiun dengan Metode Psikodrama”

Satu Kata yaitu Menyenangkan, Kesan Saat Praktek Psikodrama di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas I Blitar


Pada hari Selasa tersebut, saya dan kawan-kawan melaksanakan kegiatan bermain Psikodrama bersama 15 andik yang telah kami pilih sesuai dengan kriteria yang telah kami tentukan dari 160-an andik yang ada di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas I Blitar.

Kegiatan kami laksanakan dari pukul 13.00 WIB hingga pukul 14.30 WIB. Rancangan kegiatan dari warming up terlebih dahulu dengan di mulai dari pengenalan diri dengan berpose, setelah itu dilanjutkan dengan sosiometri, lokogram, dan sculpture. Setelah warming up, dilanjutkan dengan action.

Action berupa “memaafkan” dan teknik membayangkan masa lalu/masa depan. Dalam pelaksanaannya, karena waktunya tidak cukup jadi yang teknik “membayangkan” tidak jadi dilakukan. Setelah semua kegiatan dilakukan, kami menutupnya dengan reflection dari keseluruhan kegiatan.

Kesan saya mengenai kegiatan yang kami lakukan ini jika misal diungkapkan dalam satu kata yaitu menyenangkan. Tidak ada lagi yang bisa saya ungkapkan selain itu. Walaupun memang kegiatannya tidak sesuai dengan apa yang direncanakan, tapi saya benar-benar menikmati kegiatan ini.

Surakarta, 6 Agustus 2019

Hajjy

Membebaskan Jiwa yang Terpenjara, Praktek Psikodrama di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Blitar


Aku masih ingat ketika aku dan teman-teman mahasiswa seangkatan mengikuti workshop psikodrama bersama Pak Retmono Adi di Program Studi Psikologi Universitas Sebelas Maret. Pada saat itu aku berhasil untuk merasakan berbagai gejolak emosional pada diriku. Mulai dari senang, sedih, gembira, murung, syukur, kecewa, dan tentunya lelah. Ternyata psikodrama jauh lebih melelahkan dari yang kukira. Namun di samping berbagai perasaan yang telah kusebutkan tadi, yang paling dominan adalah perasaan bahwa: aku bebas—atau setidaknya, aku merasa ingin membebaskan diriku. Aku ingin membebaskan jiwaku. Lanjutkan membaca “Membebaskan Jiwa yang Terpenjara, Praktek Psikodrama di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Blitar”

Art, Depth, My Reflection and My Action, Psikodrama di Bandung


Hari ini saya menemukan & berkata pada diriku yang berada di hadapanku:

Setiap orang diuji pada hal/titik yang baginya, adalah titik terlemahnya. Lanjutkan membaca “Art, Depth, My Reflection and My Action, Psikodrama di Bandung”